JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 53 "Terima kasih tuan Morgan atas sanjungannya"


__ADS_3

Senua pasang mata tertuju pada Moranno yang baru saja memasuki ruangan pertemuan siang itu. Serentak semua yang hadir berdiri menyambut kedatangan Moranno sambil membungkukan tubuh mereka memberi hormat.


Asisten Rudi dan sekretaris Fhani segera mempersilahkan tuan mereka mengambil tempat yang telah disediakan.


"Selamat siang tuan-tuan dan nyonya-nyonya pemegang saham dan seluruh dewan direksi yang terhormat. Saya mohon maaf karena telah terlambat sepuluh menit." Kata Moranno sesaat setelah tiba ditempat duduknya, ia membungkuk hormat pada semua yang telah hadir diruang pertemuan itu.


"Baiklah, kita langsung memulai pertemuan kita hari ini. Saya persilahkan manager keuangan Agatsa Grup, tuan Eduardo Maradika membacakan dan memperlihatkan pada kita semua laporan keuangannya selama satu tahun terakhir ini." Setelah mengatakan hal itu Moranno mendudukan dirinya dikursinya, dengan tetap berusaha tenang.


Sementara nyonya Agatsa yang mengawasi putranya dari mulai memasuki ruangan merasa lega karena putranya itu tetap bersikap propesional seperti yang ia inginkan.


Manager keuangan Agatsa Grup tampil berdiri dari tempat duduknya. Ia lalu membungkukan tubuhnya memberi hormat pada semua yang hadir pada pertemuan penting itu.


"Tuan -Tuan dan Nyonya-nyonya pemegang saham dan para dewan direksi yang terhormat, saya persilahkan kita semua melihat dan memperhatikan pada layar monitor yang ada dihadapan kita masing-masing. Saya akan memberikan penjelasan pada setiap data yang saya sajikan, dan mohon bila ada pertanyaan disimpan dahulu sampai saya selesaikan menyajikan semua data." Setelah berkata demikian, tuan Eduardo Maradika membungkukan tubuh kembali memberi hormat lalu duduk kembali.


Semua pasang mata mengikuti arahan dari sang manager keuangan dan mulai memperhatikan layar monitor dihadapan mereka masing-masing.


Tuan Eduardo Maradika mulai menampilkan data demi data dilayar laptopnya dan terakses kesemua layar monitor yang berada dihadapan masing-masing para pemegang saham dan para dewan direksi.


Setiap data - data keuangan yang ditampilkan dijelaskan secara terperinci oleh sang manager keuangan. Semua pasang mata memperhatikan dengan penuh minat.


Hanya Moranno yang tamlpak begitu gelisah. Nyonya Agatsa yang duduk disampingnya sesekali memperhatikan putranya itu.


"Moranno, kendalikan dirimu. Ini pertemuan penting kita dengan para pemegang saham dan para dewan direksi. Mommy tak ingin kau melakukan kesalahan hanya karena wanita yang selalu menyusahkanmu itu." Bisik nyonya Agatsa disamping telinga Moranno.

__ADS_1


Mendengar perkataan ibunya, Moranno berusaha terlihat tenang, dengan sekuat tenaga ia menahan gejolak perasaannya yang ingin meledakkan lahar amarahnya.


Waktu berjalan begitu lambat bagi Moranno. Sesekali ia memeriksa ponselnya untuk melihat perkembangan orang-orangnya yang telah ia tugaskan mencari Yurina.


Tidak demikian halnya dengan para peserta yang hadir dalam pertemuan itu, waktu terasa begitu singkat. Manager keuangan menyelesaikan penyajian datanya dalam waktu seratus empat puluh menit.


"Demikianlah data laporan keuangan Agatsa Properti Grup selama satu tahun yang telah berjalan. Semoga kita semua puas atas hasil pencapaian perusahaan dimana tuan-tuan dan nyonya-nyonya telah mempercayakan menanam modal di Agatsa Properti Grup ini." Manager Eduardo Maradika akhirnya menyelesaikan laporan keuangannya dihadapan semua pemilik saham dan para dewan direksi.


"Tuan-tuan dan nyonya-nyonya pemegang saham dan para dewan direksi yang terhormat. Dari hasil laporan keuangan Agatsa Properti Grup yang telah kita lihat bersama, saya memberikan kesempatan kepada tuan-tuan dan nyonya-nyonya untuk menyampaikan tanggapannya ." Ujar Moranno yang tetap terlihat tenang ditengah kepanikan yang sedang berkecamuk dalam hatinya.


"Saya sangat puas dengan laporan keuangan yang telah disajikan oleh manager keuangan tuan Eduardo Maradika. Saya juga sangat puas dengan kerja keras tuan Moranno dalam mengelola perusahaan Agatsa Properrti Grup ini." Ujar seorang pemegang saham.


"Terima kasih tuan Morgan atas sanjungannya." Kata Moranno dengan sikap hormat.


"Saya kira keterlambatan tuan Moranno hari ini dapat kita maklumi, tentu saja hal itu pastilah sesuatu yang teramat penting hingga nembuat tuan Moranno terlambat, karena selama ini kita semua mengenal tuan Moranno adalah seorang pribadi dan pimpinan yang memiliki disiplin tinggi. Selalu melakukan tugas dan kewajibannya dengan tanggung jawab, nyaris tidak pernah kita temukan kesalahannya." Seorang pemegang saham lainnya lagi memberi pembelaan pada Moranno.


"Benar nyonya Bertiana, saya setuju dengan anda. Apalagi hari ini kita sudah melihat prestasi yang dilakukan perusahaan Agatsa Properti Grup dibawah pimpinan tuan Moranno. Menurut saya pencapaian tahun ini jauh lebih memuaskan dari tahun-tahun sebelumnya. Keuntungan yang sudah dibagi pada semua pihak juga sudah sesuai dengan kesepakatan kita bersama. Ujar tuan Morgan lagi.


"Mohon maaf tuan Moranno, saya turut prihatin atas diculiknya nyonya muda, apalagi beliau sedang mengandung, saya baru melihat beritanya diponsel saya." Ujar seorang dewan direksi yang hampir tak percaya pada pemberitaan yang ia baca.


Semua yang hadir terkesiap mendengar perkataan seorang dewan direksi tersebut. Mereka segera memeriksa ponsel mereka masing-masing untuk memastikan kebenarannya.


"Apakah hal itu yang menyebabkan anda terlambat untuk pertemuan hari ini tuan?" Seorang dewan direksi lainnya bertanya.

__ADS_1


"Iya, itu benar nyonya Bertiana." Kata Moranno singkat.


"Kami semua turut prihatin tuan Moranno, dan mendoakan semoga nyonya muda segera ditemukan." Kata seorang pemilik saham mewakili.


"Terima kasih banyak tuan-tuan dan nyonya-nyonya atas segala doanya. Saya rasa pertemuan kita hari ini sudah cukup. Saya tutup pertemuan kita hari ini, dan selamat siang."


lSaat para pemegang saham dan para direksi sudah berpamitan satu persatu, Moranno segera bergegas meninggalkan ruang pertemuan.


"Moranno...." Langkah Moranno terhenti saat ibunya memanggilnya. Ia berbalik dan melihat ibunya sudah berdiri didekatnya.


"Iya Mom, maafkan aku, bila ada yang ingin dibahas, kita bicarakan nanti dirumah, aku sedang buru-buru."


"Apa kau terburu-buru karena ingin mencari perempuan itu? Perempuan yang selalu menyusahkanmu itu? Biarkan saja dia pergi." Kata nyonya Agatsa dengan wajah sinisnya.


"Mommy Yurina itu bukan pergi, tapi dia diculik. Walaupun mommy tidak menyukainya, tapi Yurina adalah isteriku, aku akan tetap mencarinya sampai menemukannya. Tidakkah mommy menaruh empati sedikitpun atas hilangnya Yurina, dia mengandung mom, mengandung anak-anakku, cucu-cucu mommy. Tidakkah sedikitpun mommy merasa kasihan padanya, mungkin saja disuatu tempat diluar sana, dia sekarang sedang merasakan hal-hal yang tidak menyenangkan. Aku tidak mengerti, terbuat dari apa hati mommy?" Moranno berusaha menekan amarahnya. Ia lalu meninggalkan ibunya tanpa berpamitan.


Nyonya Agatsa terpaku memandang kepergian putranya, ia dapat melihat kekecewaan dimata putranya itu atas sikapnya. Namun ia tak perduli, baginya kepergian Yurina memang sangat ia harapkan.


"Permisi nyonya besar. Apa ada yang bisa kami bantu lagi." Asisten Rudi baru saja membereskan ruang pertemuan bersama sekretaris Fhani.


"Tidak ada, sudah cukup." Nyonya Agatsa mengisyaratkan dengan tangannya lalu melangkah meninggalkan ruangan itu. Asisten Rudi dan sekretaris Fhani membungkukkan tubuh mereka memberi hormat pada sang majikan.


***

__ADS_1


__ADS_2