JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 89 "Nyonya besar dan nyonya muda ikutlah dengan saya."


__ADS_3

"Nyonya besar, kasihan menantu anda, dia sedang hamil besar, saya yakin apa yang ia lakukan demi kebaikkan putra anda juga. Apalagi tuan Moranno adalah suaminya." Nyonya Morgan turut angkat bicara saat melihat wajah Yurina nampak menahan rasa sakit dan memucat sambil memegang perutnya.


"Nyonya Morgan, tindakan wanita itu sangat berbahaya. Disaat putraku sedang kritis, pengambilan tindakan operasi itu sangatlah beresiko. Kita bisa lihat, sampai sekarang operasi itu pun belum juga selesai. Bagaimana mungkin dirinya begitu berani mempertaruhkan nyawa putraku tanpa meminta ijin dariku." Sanggahnya masih dengan menyudutkan Yurina.


Nyonya Morgan tidak melanjutkan lagi perkataannya, dirinya dapat merasakan dari tindakannya bahwa nyonya Agatsa tidak menyukai menantunya itu.


Nyonya Morgan masih memperhatikan Yurina yang berdiri didekat mereka. Hatinya begitu iba melihat Yurina yang tidak melawan sedikitpun. Sementara tuan Morgan dan juga Harry yang berada didekat nyonya Morgan hanya bisa menahan diri melihat apa yang terjadi didepan mata mereka.


"Mohon maaf nyonya besar bila saya lancang ikut berbicara. Mohon kesampingkan dulu mengenai layak atau tidaknya nyonya muda menanda tangani berkas persetujuan operasi dari pihak keluarga. Ini dilakukan nyonya muda karena permintaan saya dan juga dokter Rogen sebagai kepala team yang akan mengambil tindakan operasi terhadap tuan Moranno." Dokter Rosalie yang juga hadir ditempat itu berusaha memberi penjelasan.


"Jadi kau... berani - beraninya kau melakukan hal itu dokter Rosalie."


"Mohon maafkan kami nyonya besar, kami terpaksa melakukannya. Bila terlambat lima menit saja dari saat kami sampaikan pada nyonya muda, nyawa tuan Moranno kemungkinan besar tidak terselamatkan. Kami sudah berusaha menghubungi nyonya besar. Dokter Herman yang sedang menangani nyonya besar mengatakan bahwa anda sedang dalam perawatan intensif semalam." Jelas dokter Rosalie.


"Bila operasi ini tidak berhasil, terjadi sesuatu pada putraku, kalian semua harus bertanggung jawab. Terutama kau yang sudah menanda tangani persetujuan operasi ini." Ucap nyonya Agatsa menatap wajah dokter Rosalie dan Yurina dengan tajam.


Yurina langsung tersungkur kelantai mendengar ucapan nyonya Agatsa. Rasa sakit kembali menyerangnya dengan sangat hingga hampir tak tertahankan olehnya.


"Nyonya muda, apa yang terjadi? Apakah anda baik - baik saja." Kata bibi Nur khawatir. Dua pengawal jaga yang berada didekat bibi Nur tak tinggal diam, mereka segera membantu Yurina untuk duduk dikursi rodanya.


Dokter Rosalie dengan cepat menghampiri Yurina.


"Lihatlah, mendengar ucapanku saja membuat wanita ini pura - pura menjatuhkan dirinya seperti itu. Kasian putraku bila ia mengetahui isterinya yang pandai bersandiwara." Ketusnya.

__ADS_1


"Saya mohon cukup nyonya besar. Nyonya muda bukan sedang bersandiwara, tetapi ia sedang mengalami sakit perut karena sebentar lagi nyonya muda akan bersalin."


"Apakah kau berusaha membelanya dokter Rosalie? Bukankah kau sendiri yang memperkirakan bahwa wanita itu akan melahirkan satu minggu lagi?" Cecar nyonya Agatsa bertambah sinis.


"Itu benar nyonya besar. Namun karena musibah kecelakaan yang terjadi pada tuan Moranno, membuat pikiran nyonya muda begitu khawatir sehingga memicu kelahiran bayi- bayi dalam kandungannya akan lebih cepat dari perkiraan." Jelas dokter Rosalie yang berdiri disisi Yurina yang duduk dikursi Roda.


Tuan dan nyonya Morgan, Harry dan dokter Herman yang masih berada ditempat itu merasa heran pada sikap nyonya Agatsa yang begitu menyudutkan dan terkesan tidak menyukai menantunya itu. Mereka seolah tidak mengenali nyonya Agatsa yang selama ini mereka kenal baik.


Lampu operasi yang terang benderang dari dalam ruang operasi tiba - tiba padam. Semua yang lagi berdebat langsung mengarahkan pandangannya kearah pintu.


Beberapa detik kemudian, pintu ruang operasi terbuka. Dokter Rogen, masih berpakaian lengkap muncul didepan pintu.


"Bagaimana putra saya dokter?" Nyonya Agatsa mendekat pada dokter Rogen.


"Syukurlah dokter, saya sangat berterima kasih pada anda yang sudah melakukan upaya penyelamatan pada putra saya." Nyonya Agatsa pun terlihat lega.


"Kami hanya melakukan tugas kami, semua keberhasilan operasi ini adalah keajaiban dari Tuhan, juga nyonya muda Agatsa yang bertindak cepat, sehingga kami dapat segera melakukan tindakkan operasi tuan Moranno. Bila terlambat sedikit saja, mungkin tuan Moranno sudah tidak bisa tertolong lagi." Jelasnya.


Mendengar menantunya disebut, nyonya Agatsa hanya bisa terdiam.


Yurina dan semua yang hadir ditempat itu pun turut merasa bersyukur dan sangat lega saat mendengar ucapan dokter Rogen.


"Namun, ada sesuatu yang harus saya katakan pada nyonya besar dan nyonya muda mengenai kondisi tuan Moranno." Dokter Rogen terlihat sedikit ragu.

__ADS_1


"Katakanlah dokter." Wajah nyonya Agatsa berubah cemas.


Semua yang hadir termasuk Yurina pun turut merasa cemas dan tidak berani menduga - duga apa yang akan dikatakan dokter Rogen.


"Sebaiknya, nyonya besar dan nyonya muda ikutlah keruangan saya, kita akan bicara disana saja."


"Apa saya sudah bisa bertemu dengan putra saya dulu dokter?" Tanya nyonya Agatsa.


"Para perawat akan memindahkan tuan Moranno keruang perawatan. Nanti nyonya besar boleh melihatnya saat sudah dipindahkan." Jelas dokter Rogen.


***


Yurina dan nyonya Agatsa duduk bersisian diruangan dokter Rogen.


"Nyonya besar dan nyonya muda. Kita patut bersyukur kepada Tuhan, ternyata tuan Moranno bisa terselamatkan. Ini suatu keajaiban. Kecelakaan yang menimpa tuan Moranno ini terbilang sangat berat."


" Pak Kasan meninggal, karena banyak tulangnya yang patah dan kehabisan banyak darah. Namun pada tuan Moranno, tidak ada satupun tulangnya yang patah." Dokter Rogen menjedah sejenak kata - katanya, ia berusaha mencari kata yang tepat dalam penyampaiannya.


"Akibat kecelakaan berat ini, tuan Moranno mengalami spinal cord injury, atau lebih dikenal dengan sebutan cedera saraf tulang belakang. Ini merupakan luka atau kerusakan yang terjadi pada saraf tulang belakang. Kondisi cedera ini berdampak pada kekuatan tubuh, dan fungsi organ - organ tubuh lainnya akan terganggu atau menurun. Kondisi ini bisa menyebabkan dampak yang permanen bila tidak ditangani dengan baik dan benar." Jelas sang dokter dengan hati - hati pada kedua wanita dihadapannya.


Setelah mendengar penuturan kondisi Moranno, nyonya Agatsa dan Yurina terlihat lemas. Keduanya seolah sama - sama tidak bisa menerima kenyataan yang baru saja mereka dengar.


"Apa suami saya bisa sembuh dokter? Dan berapa lama?" Tanya Yurina yang berusaha tetap memiliki harapan. Air matanya mengalir begitu saja dipipinya.

__ADS_1


"Kami tidak dapat memprediksinya nyonya muda. Kondisi tuan Moranno juga sekarang masih dalam keadaan koma. Saya harus menyampaikan semuanya ini, agar kita sama - sama siap menghadapi semua kemungkinan yang bisa saja terjadi walau itu hal yang terburuk sekalipun. Harapan saya, nyonya besar dan nyonya muda tidak pernah hilang harapan. Kita bisa sama - sama melihat, tuan Moranno mampu melewati masa kritisnya, dan operasinya bisa berhasil, itu tandanya tuan Moranno sendiri punya semangat untuk tetap hidup, dan itu semua tidak lepas dari doa kita bersama kepada Tuhan."


__ADS_2