
Dari ruang kerjanya, sore itu Moranno melihat Yurina tengah sibuk bermain dengan para bayinya ditaman bersama bibi Nur.
Sesekali Yurina nampak termenung dengan wajah murung beberapa saat lamanya lalu mulai bermain lagi. Hal itu berulang beberapa kali sehingga menyita perhatian Moranno.
"Asisten Rudi..... laporan yang kuminta tadi siang sudah kuterima. Kirimkan semua laporan yang belum kuperiksa lewat e-mail supaya malam ini aku dapat memeriksanya. Juga besok, siapkan laporan tentang pembangunan proyek rumah sakit tuan Harry, dan pastikan pertemuan kita dengannya setelah makan siang. Aku ingin membereskan masalah keretakan yang terjadi didinding rumah sakit itu. Perintah Moranno lewat sambungan telepon.
"Baik tuan....." Sahut asisten Rudi dari ujung sambungan telepon.
Moranno memasukkan ponselnya kembali kesakunya. Ia membereskan berkas - berkas yang sedikit berantakan dimeja kerjanya saat memeriksa laporan yang ia terima dari asisten Rudi.
Setelah rapi, Moranno mematikan laptopnya, lalu bergegas keluar dari ruang kerjanya.
Saat melewati ruang tamu dilantai satu, Moranno melihat ibunya sedang berbincang hangat dengan Arta putra bibi Nur.
"Moranno..... duduklah sejenak disini." Panggil nyonya Agatsa saat melihat Moranno melintas diruang tamu.
"Iya mom......" Moranno lalu duduk bersama nyonya Agatsa dan juga Arta.
"Besok pagi, nak Arta akan kembali ke dusun tempat ia ditugaskan sebagai seorang guru. Mommy sudah memintanya untuk tinggal beberapa hari lagi disini. Karena kalau ia sudah pulang ke dusun, entah kapan lagi ia bisa berkunjung lagi kemari." Jelas nyonya Agatsa pada Moranno.
"Benar mas Arta akan kembali ke dusun besok?" Tanya Moranno pada Arta yang duduk berhadapan dengannya.
"Iya tuan Moranno, besok saya akan kembali lagi ke dusun. Maklumlah, guru disana sangat terbatas jumlahnya, tidak seperti dikota. Terkadang kita harus mengajar dua atau tiga kelas dalam waktu yang bersamaan. Selain itu, anak ketiga kami baru berusia tiga bulan, kasian isteri saya, dia pasti sangat sibuk mengurus si bayi dan dua kakaknya sendirian." Ucap Arta dengan gaya duduknya yang sangat sopan.
"Mas Arta ini sepertinya merindukan isterinya ya....." Seloroh Moranno sambil tertawa.
"Ahh tuan Moranno ini bisa aja.... Iya jelas lah tuan, namanya juga isteri, belahan jiwa kita.... bener kan tuan....." Sahut Arta ikut tertawa.
"Iya.... iya benar mas Arta......" Sahut Moranno lagi masih tertawa.
__ADS_1
"Kalau pulang besok saya belum sempat mengajak Mas Arta jalan - jalan, mas Arta kan jarang - jarang berkunjung kemari." Kata Moranno lagi.
"Tidak apa - apa tuan, saya juga sudah puas jalan - jalan di dusun, disana banyak tempat - tempat bagus tuan untuk melepas kepenatan, apa lagi suasananya masih begitu asri dan alami. Sekali - kali, berkunjunglah kesana tuan, saya punya kebun sayuran dan juga buah - buahan, nanti kita bisa memetiknya langsung dari pohonnya." Ucap Arta menawarkan.
"Boleh juga itu mas Arta, nanti kapan - kapan kami berkunjung kesana, supaya bisa menikmati suasana dusun tempat mas Arta mengajar."
"Iya tuan, saya tunggu kedatangan anda disana nanti."
"Besok pagi mas Arta diantar sama sopir, nanti saya akan memberi tahu pak Karso."
"Tidak usah tuan, terima kasih banyak. Saya sudah janjian dengan angkutan umum yang mengantarkan saya kemarin. Lagi pula ia tinggal disebelah dusun tempat saya mengajar tuan." Kata Arta.
"Oh begitu..... Baiklah.....Kalau mas Arta sudah janjian lebih dulu." Ucap Moranno sambil mengangguk - anggukkan kepalanya.
"Jadi, seperti yang sudah kita bicarakan tadi, sebelum Moranno datang....Ibu mu, bibi Nur masih tetap disini. Kami sangat membutuhkan bantuan ibu mu dalam membantu Yurina, isteri Moranno dalam mengasuh kedua anak kembarnya." Kata nyonya Agatsa lagi pada Arta.
"Terima kasih banyak kalau begitu nak Arta." Ucap nyonya Agatsa senang.
"Iya nyonya besar, sama - sama. Sepertinya saya harus permisi dulu nyonya besar dan tuan Moranno, ini sudah sangat sore, saya mau mandi dulu." Ucap Arta lalu berdiri.
"Baiklah....." Ucap nyonya Agatsa lalu berdiri pula diikuti oleh Moranno.
Arta lalu meraih tangan nyonya Agatsa dan menciumnya. Setelahnya ia menghampiri Moranno dan berjabat tangan dengan erat. Mereka saling melemparkan senyum hangatnya masing - masing.
Didepan pintu masuk, Arta berpapasan dengan Yurina dan ibunya yang sedang mendorong kereta bayi Billy dan bayi Willy.
"Mas Arta..... Kok buru - buru....." Kata Yurina sambil menyunggingkan senyum ramahnya.
"Tidak juga nyonya muda. Tadi saya sudah mengobrol lama dengan tuan Moranno dan juga nyonya besar. Saya permisi mau mandi dulu di paviliun, sudah sangat sore nyonya....." Sahut Arta sambil membungkuk hormat.
__ADS_1
Yurina menganggukkan kepalanya. Arta berlalu meninggalkan tempat itu dan tidak lupa menyapa ibunya yang berdiri didekat Yurina.
"Sayang, kau sudah selesai membawa anak - anak kita bermain? Tadi aku ingin menyusulmu bermain dengan mereka."
"Iya suamiku, sekarang sudah sangat sore, waktunya bayi Billy dan bayi Willy mandi." Sahut Yurina.
"Kalau begitu, aku akan membantumu memandikan mereka berdua."
"Hmmm.... Iya suamiku....." Kata Yurina sambil menganggukkan kepalanya.
"Bibi Nur..... Bibi temani mas Arta saja di paviliun, besok ia akan pulang ke dusun." Kata Moranno pada bibi Nur yang memegang kereta bayi Billy.
"Tapi tuan....." Bibi Nur nampak tak enak meninggalkan tugasnya, matanya beralih memandang Yurina.
"Iya bibi Nur.... Tidak apa - apa. Aku bisa melakukannya dibantu suamiku. Malam ini bibi Nur istirahat saja, mungkin banyak hal yang ingin diceritakan mas Arta juga bibi Nur. Bibi Nur bebas tugas, tidak usah khawatir, aku pasti bisa mengatasinya bibi, masih ada daddy nya juga yang selalu siaga. Iya kan suamiku?" Ucap Yurina meyakinkan bibi Nur.
"Iya bibi Nur, Yurina benar. Setelah ini mungkin saja mas Arta akan lama tidak mengunjungi kita. Jadi bibi Nur dan juga mas Arta bisa saling berbagi cerita.
"Baiklah kalau begitu....Saya permisi dulu tuan.... nyonya muda.... dan juga nyonya besar." Kata bibi Nur sambil membungkuk hormat.
"Mommy duluan naik ke atas, nanti kita bertemu di jam makan malam." Nyonya Agatsa lalu berlalu meninggalkan Moranno dan Yurina.
"Suamiku.... Ayo kita segera kekamar bayi, nanti keburu malam, kasian bayi - bayi gembul ini." Ucap Yurina sambil mendorong kereta Willy diikuti Moranno yang mendorong kereta Billy dibelakangnya.
"Sayang..... besok mas Arta pulang. Aku bahkan belum membelikannya oleh - oleh untuk dibawanya pulang ke keluarganya." Kata Moranno saat mereka sudah berada didalam lift.
"Kau mau membelikan oleh-oleh apa buat mas Arta suamiku?" Tanya Yurina.
"Entahlah sayang, aku juga tidak sempat memikirkan apa yang harus aku berikan." Ucap Moranno bingung.
__ADS_1