
"Kau masih cantik seperti yang dulu..... bahkan bertambah cantik Margareth......." Ucap dokter Randiasa menatap wajah Margareth yang tengah tersenyum seorang diri dengan menyebut nama wanita dihadapannya itu sama seperti saat mereka masih dekat beberapa tahun silam.
"Apa maksud anda dokter?" Wajah Margareth nampak tidak senang mendengar ucapan pria dihadapannya itu.
"Tidak ada maksud apa - apa. Hanya sekedar mengagumi kecantikan makhluk ciftaan Tuhan. Dan kau tidak perlu khawatir kalau aku akan mengganggumu. Aku sudah menikah." Ucap dokter Randiasa spontan membuat Margareth terkesiap. Ia tidak menduga, akan mendengar pernyataan itu dari mulut laki - laki yang pernah ia cintai dengan begitu membabi buta dimasa lalu.
"Kau..... sudah menikah.....??" Margareth masih belum bisa mempercayai apa yang ia dengar. Matanya menatap nanar laki - laki dihadapannya itu. Mulutnya sedikit terbuka karena rasa terkejutnya.
"Iya.... aku sudah menikah....." Sahut dokter Randiasa menjawab ketidak percayaan Margareth.
"Apakah karena wanita itu..... kau meninggalkanku??" Suara Margareth setengah berbisik, dengan nada datar dan dingin. Tatapan matanya seakan menembus jantung dokter Randiasa yang tengah menatapnya.
Dokter Randiasa berusaha meraih tangan Margareth yang terletak diatas meja.
"Jangan sentuh aku, aku benci laki - laki yang tidak setia. Dan penghianat seperti dirimu!" Hardik Margareth menatap dengan garang. Suaranya masih terdengar datar dan dingin. Dokter Randiasa kembali menarik tangannya saat ditepis kasar oleh Margareth.
"Isteriku.... dia bukan wanita yang menyebabkan aku meninggalkanmu....." Margareth membuang wajahnya kearah lain saat mendengar dokter Randiasa mengatakan kata 'isteriku'. Ada rasa yang mengganjal dihatinya, saat mendengar kata - kata itu.
"Semua itu, karena salahku. Aku pria yang tidak percaya diri, aku merasa tidak pantas untukmu. Aku takut, saat kita bersama, aku tidak sanggup berdiri disampingmu sebagai suamimu. Aku takut tidak sanggup menerima hinaan dari orang - orang yang mencela hubungan kita. Dan mommymu, aku sudah tidak sanggup mendengar celaannya padaku." Ucap dokter Randiasa menyampaikan alasan yang selama ini dia pendam.
"Aku bertemu dengan Lisa, kurang lebih dua tahun terakhir, dan memutuskan menikah dengannya satu bulan yang lalu. Aku rasa bila bersamanya, aku cukup punya cinta yang tulus, karena latar belakang kami berdua sama. Sama - sama orang kalangan biasa, tidak seperti dirimu Margareth. Kalangan atas yang tidak mampu aku gapai." Tambah dokter Randiasa lagi.
Margareth mengatup rahangnya dengan kuat, ia berusaha menahan emosi didalam dadanya.
"Kau tahu Randiasa, saat kau berani menyatakan cintamu padaku saat itu, aku sudah rela meninggalkan segalanya demi untuk bisa bersamamu, berjuang bersamamu demi mewujudkan cinta kita. Tapi kenapa? Kenapa kau menghilang tanpa jejak setelah aku menerimamu? Meninggalkanku berjuang sendiri untuk cinta yang ku pikir itu sungguh - sungguh dari hatimu." Randiasa menelan salivanya dengan susah payah, jakunnya terlihat naik turun. Ia berusaha tetap tenang saat mendengar penuturan Margareth yang menumpahkan semua isi hatinya.
"......aku bahkan rela tidak mendengarkan mommyku yang sangat menentang hubungan kita. Ternyata mommyku benar, kau memang bukan pria yang baik untukku." Ucap Margareth kembali menatap kearah dokter Randiasa, tidak ada emosi dari sorot matanya, hanya tatapan sayu.
"Dan sekarang, kau datang kerumah sakit ini, menggantikan posisiku. Kenapa harus dirumah sakit ini? Masih banyak rumah sakit lain yang bisa kau datangi untuk berkerja. Apa rencanamu Randiasa? Apakah kau sengaja menggantikanku disini hanya untuk bisa bertemu denganku dan mengatakan kalau kau sudah menikah dengan wanita pilihanmu itu??" Nada suara Margareth terdengar sedikit meninggi, namun ia berusaha menekannya.
__ADS_1
"Kenapa kau tidak menghilang saja selamanya, seperti yang telah kau lakukan selama ini padaku. Kenapa kau harus muncul dihadapanku lagi? Kenapa Randiasa?" Dokter Randiasa terdiam, ia merasa pantas menerima semua ucapan Margareth yang begitu pedas ditelinganya.
"Aku..... Aku hanya ingin meminta maaf padamu..... aku merasa bersalah padamu....." Ucap Dokter Randiasa terbata - bata.
"Kenapa baru sekarang??" Suara dingin Margareth terdengar sedikit bergetar.
"Aku merasa tidak punya nyali untuk bertemu denganmu Margareth....." Dokter Randiasa sedikit menunduk.
"Hooohhh.... artinya sekarang kau baru punya nyali, begitu.... ??" Margareth sedikit menarik senyum sinis diujung bibirnya.
"Sekarangpun tidak......" Ucap dokter Randiasa masih menunduk.
"Aku sungguh - sungguh minta maaf padamu, aku tahu, apa yang telah aku lakukan selama ini memang tidak termaafkan olehmu Margareth. Mommymu benar, saat mengatakan semuanya itu tentangku. Aku, memang bukan laki - laki yang baik dan pantas untukmu. Tidak berani mengambil resiko dari hubungan kita. Aku menyerah... seperti bukan seorang laki - laki." Ungkap dokter Randiasa tampak menyesal.
"Tapi, aku sungguh - sungguh mencintaimu saat itu Margareth, saat kau memeluk diriku dari belakang beberapa minggu yang lalu, ternyata rasa itu masih ada dihatiku, walau sudah sembilan tahun kita berpisah. Dan aku cemburu, saat tunanganmu itu memeluk pinggangmu didepanku. Aku......."
"Cukup!! Aku sudah tidak mau dengar lagi kata - kata omong - kosong tentang cintamu itu lagi. Apalagi sekarang kau sudah memiliki isteri. Tidak pantas kau ungkit masa lalu kita. Bagiku, perasaan itu sudah aku kubur dalam - dalam. Sudah tidak ada lagi ruang untukmu dihatiku."
"Aku memang mengatakan itu, hanya sebagai seorang sahabat, bukankah kita dahulunya sahabat?" Ucap Margareth penuh penekanan.
"Apakah tunanganmu itu telah menggeser posisiku dihatimu?" Dokter Randiasa berharap mendapatkan jawaban dari wanita yang ada dihadapannya itu.
"Untuk apa kau bertanya hal itu? Kau tidak punya hak untuk itu. Lagi pula apa yang bisa kau lakukan, bila aku mengatakan posisimu masih dihatiku, apa kau sanggup meninggalkan isterimu yang baru kau nikahi itu untuk bersamaku? Bukankah kau sendiri yang mengatakan dan merasa dirimu tidak pantas bersamaku?"
"Baiklah..... maafkan aku......"
"Kau benar Margareth, aku tidak punyak hak lagi untuk menanyakan hal itu. Aku hanya ingin kau bisa memaafkanku. Aku, tidak bermaksud mengungkit hubungan yang pernah terjalin diantara kita. Aku hanya ingin hubungan kita yang sempat memburuk bisa kembali membaik, walau aku tahu itu tidak mudah untukmu, juga untukku."
"Kita sama - sama berprofesi sebagai seorang dokter saraf, aku pasti akan membutuhkan bantuanmu Margareth, walau tidak dimasa sekarang ini, mungkin dimasa depan nanti."
__ADS_1
"Aku pun berharap kau bahagia dengan calon suamimu itu Margareth. Aku dapat melihat dirinya sangat mencintaimu. Kalau boleh jujur, aku iri padanya. Seandainya saja kalau aku tidak menyerah pada saat itu? Tapi semuanya itu sudah tidak ada gunanya. Sekarang, aku berbicara sebagai seorang sahabat, memberi doa yang terbaik untukmu dan pernikahanmu. Kau berhak bahagia. Akupun demikian, aku akan berusaha menjaga hati dan perasaan isteriku yang sudah aku nikahi."
Margareth termenung mendengar ucapan dokter Randiasa, bukan apa yang laki - laki itu sampaikan, tapi tentang Harry tunangannya itu.
Bila Harry mencintainya, mengapa ia tidak pernah menghubunginya lagi, menelpon ataupun mengirim pesan padanya, padahal kurang dari 3 minggu lagi mereka akan menikah. Apakah Harry sama seperti Randiasa, diam - diam meninggalkan dirinya tanpa kabar, ujung - ujungnya, ia akan datang dan membawa kabar telah menikah seperti Randiasa.
Sakit kepala tiba - tiba menyerangnya. Tanpa berbicara sepatah katapun, Margareth berdiri membawa tasnya meninggalkan kantin.
"Margareth.... kau mau kemana? Apakah kau lupa memakan makananmu?" Panggil dokter Randiasa yang kaget melihat Margareth pergi begitu saja tanpa berbicara.
"Aku tidak lapar..... kau saja yang makan....." Ucap Margareth acuh dan tetap melangkah pergi.
Dokter Randiasa menatap piring makan siang Margareth yang sudah terlihat tidak seperti makanan, campur aduk dan terlihat menjijikan. Apa yang terjadi pada wanita itu pikir dokter Randiasa
♡♡♡
Terima kasih buat para readers setia novel JAGA HATIMU UNTUKKU yang sebentar lagi akan TAMAT. Yukz, mampir di novel 'HANARIA Wanita Sejuta Rasaku'. Mengisahkan tentang seorang wanita tangguh, dan pekerja keras ulet sehingga menjadi kesayangan pemilik perusahaan yang memperkerjakannya, jangan ditanya untuk pria - pria muda. Cucu kembar dari keluarga Agatsa pun ikut mengharapkan cintanya.
#HANARIA Wanita Sejuta Rasaku
Karya :
#Nama pena : Dewi Payang
#FB Indah Sosilawati
#IG Indah Sosilawati
♡♡♡
__ADS_1