JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 133 "Janji....??"


__ADS_3

Pagi itu, Yurina yang baru terbangun melihat Moranno sudah berpakaian rapi.


"Kau sudah bisa kekamar mandi sendiri suamiku?" Tanya Yurina yang nampak takjub.


"Iya sayang, beberapa hari ini aku memang sudah bisa berjalan. Karena tidak bisa berdiri terlalu lama, itu sebabnya aku masih menggunakan kursi roda." Jelasnya.


"Mandilah sekarang, kita akan sarapan pagi bersama. Hari ini aku akan kekantor." Kata Moranno lagi sambil duduk ditepi tempat tidur.


"Tapi kau masih belum kuat berjalan suamiku." Ucap Yurina nampak khawatir.


"Iya sayang aku tahu. Semalam aku sudah memikirkannya baik - baik. Bila aku menunggu harus pulih dengan sempurna, aku kasihan pada mommy yang sering terlihat begitu letih setiap kali pulang dari kantor. Mommy sudah cukup berumur, dan selama ini sudah bekerja keras bersama mendiang daddy dulu. Sekarang waktunya untuk istirahat, apalagi mommy ada riwayat sakit jantung, aku khawatir bila kelelahan terus akan menyebabkan sakitnya kambuh lagi."


"Aku juga sudah meminta asisten Rudi menyiapkan semua data selama aku tidak masuk berkerja. Aku ingin memeriksanya. Aku merasa ada sesuatu yang terjadi selama aku tidak masuk kekantor." Imbuhnya lagi.


"Kalau kau merasa yakin, aku hanya bisa mendukungmu saja suamiku." Kata Yurina yang tidak bisa menahan suaminya itu.


"Apakah perlu aku menemanimu kekantor?" Tanya Yurina menawarkan diri.


"Tidak sayang, kau dirumah saja menemani bayi Billy dan bayi Willy. Aku sudah meminta beberapa pengawal untuk datang membantuku." ucap Moranno lagi.


"Kalau begitu aku segera mandi dulu untuk segera bersiap." Yurina lalu buru - buru turun dari tempat tidurnya menuju kamar mandi.


***


Nyonya Agatsa dan Margareth terlihat pangling saat melihat Moranno yang nampak berbeda dipagi itu.


"Kakak..... Kau nampak sangat tampan pagi ini...." Ujar Margareth terkesima.


"Apakah kau baru menyadari kalau kakakmu ini sangat tampan, hmmm?" Balas Moranno dengan senyum hangatnya.


"Iya aku tahu..... sebelumnya kakak nampak sangat kurus awal kita bertemu, sekarang sudah lebih berisi...., pakaian sangat rapi....., dan sangat wangi....." Ucap Margareth memuji.


"Terima kasih pujiannya..... dokter Margareth.... Semua ini berkat dirimu juga.... mommy..... dan juga Yurina isteriku." Ucapnya menatap tiga wanita dewasa itu bergantian dengan senyuman tersungging dibibirnya.


Mereka semua ikut tersenyum melihat Moranno yang terlihat sangat bersemangat dipagi itu.


" Kau mau kemana Moranno, rapi sekali.... itu yang kau kenakan sepertinya pakaian kerjamu...." Tanya nyonya Agatsa sambil memperhatikan penampilan putranya itu.


"Iya mom..... ini pakaian kerjaku, hari ini aku akan mulai berkerja kembali." Sahut Moranno sambil menyentuh pakaian yang ia kenakan dan memandang ibunya dengan senyuman.


"Apa kau yakin sudah bisa turun bekerja hari ini Moranno? Mommy lihat kau masih menggunakan kursi rodamu. Apakah itu artinya kau belum pulih benar?" Tanya nyonya Agatsa memastikan pada putranya itu. Ia memandang sejenak wajah Yurina yang duduk disisi Moranno.

__ADS_1


"Iya mom, aku yakin. Semalam aku sudah memikirkannya baik - baik. Kakiku memang masih belum terlalu kuat untuk berdiri lama. Tapi seluruh tubuhku yang lain sudah lebih baik dan lebih sehat mom. Hitung - hitung untuk melatih kakiku supaya lebih kuat berjalan, dan bila lelah, aku masih bisa menggunakan kursi roda ini." Jelas Moranno.


"Menurutmu bagaimana Margareth....?" Tanya nyonya Agatsa pada putrinya.


"Tidak masalah mom, kaki kak Moranno seperti itu karena lama tidak digunakan untuk berjalan, jadi sendi - sendi dan sarafnya perlu dilatih secara terus - menerus. Lagi pula kan hanya kakinya mom, bagian tubuh kak Moranno yang lain sudah normal." Jelas Margareth sambil menatap kakak dan ibunya bergantian.


"Baiklah.... kalau begitu kita bisa berangkat bekerja bersama - sama." Kata nyonya Agatsa memandang kearah Moranno.


Moranno hanya menganggukkan kepalanya tanda setuju.


"Ayo kita sarapan dulu..... supaya tidak terlambat berangkat kekantor." Ajak nyonya Agatsa.


Mereka lalu memulai sarapan mereka. Yurina melayani suaminya itu, mengambilkan menu sarapan pagi buat suaminya, serelah itu baru untuk dirinya.


Seperti biasanya, suasana sarapan pagi di keluarga Agatsa itupun nampak tenang, masing - masing menikmati sarapannya tanpa berkata seorangpun diantara mereka hingga sarapan itu usai.


***


Yurina mengantarkan Moranno hingga dihalaman rumah besar mereka yang namlak mewah dan selalu bersih terawat.


"Suamiku......" Yurina nampak ragu mengatakan apa yang dikandung hatinya.


"Katakan sayang..... Apa yang kau inginkan" Tanya Moranno sambil menengadahkan wajahnya keatas memandang Yurina yang sedang mendorong kursi rodanya.


Moranno memegang dan mengusap lembut tangan Yurina yang masih mendorong kursi rodanya dari belakang.


"Kau benar sayang.... Baiklah..... Aku akan coba cari waktu untuk kita liburan bersama sebelum Margareth kembali ketempat tugasnya. Aku janji...." Ucapnya.


Yurina tersenyum lebar mendengar ucapan Moranno.


"Janji.....??." Yurina memajukan jari kelingkingnya dekat wajah suaminya.


"Janji sayang....." Moranno mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingking Yurina.


"Terina kasih suamiku..... Kau memang yang terbaik..... suami tampanku...." Ucap Yurina dengan wajah ceria sambil mencium pucuk rambut Moranno yang duduk dikursi Rodanya.


Moranno tersenyum saat melihat Yurina yang begitu senang, hatinya pun turut merasakan kebahagiaan yang dirasakan isterinya itu.


Beberapa pengawal Moranno sudah menunggu disisi mobil. Saat melihat Moranno dan Yurina, dengan sigap mereka menunduk hormat.


Mereka lalu membantu Moranno masuk kedalam mobil dimana nyonya Agatsa sudah menunggu didalamnya.

__ADS_1


Kursi roda Moranno pun tidak lupa mereka masukkan kemobil bagian belakang.


Setelah menutup pintu mobil, mereka kembali membungkukkan tubuh mereka pada Yurina dan masuk kemobil yang ada didepan mobil yang ditumpangi Moranno.


Perlahan mobil itu bergerak maju dengan lambat diikuti mobil yang ditumpangi Moranno dan ibunya.


Yurina memandangi mobil yang membawa Moranno dan ibu mertuanya sampai menghilang dibalik pagar kokoh rumah besar milik keluarga Agatsa.


Yurina lalu pergi ketaman menghampiri kedua bayinya yang sedang berjemur dibawah sinar matahari pagi dengan tubuh tanpa pakaian, dan hanya menggunakan celana pendek tipis.


Keduanya sedang asik menyesap botol dot ASI mereka. Rasa haus membuat mereka sudah menghabiskan dua botol dot masing - masing, kini mereka tengah menyesap dot yang ketiga.


Yurina tersenyum melihat bayi - bayinya itu dengan kulit tubuh yang memerah akibat tertimpa matahari pagi.


Ponsel Yurina tiba - tiba berbunyi. Ia segera mengambilnya dari sakunya. Nampak nama bunda Marissa tertera dilayar ponselnya.


"Hallo bunda Marissa......" Sapa Yurina saat mengangkat telepon.


"Hallo Yurina....... Bagaimana kabarmu nak?" Tanya bunda Marissa dari sambungan telepon.


"Baik bunda.... Bunda Marissa apa kabarnya, juga bunda - bunda lainnya.... dan anak - anak panti, apa kabar semuanya....." Tanya Yurina yang nampak merindukan keluarga pantinya.


"Semuanya baik dan juga sehat nak. Bunda ada kabar baik untukmu...."


"Apa itu bunda......?" Tanya Yurina penasaran.


"Kau ingat kan dengan tuan Harry?"


"Iya..... Kenapa dengan tuan Harry bunda?" Tanya Yurina masih penasaran.


"Renovasi dua bangunan tua dipanti asuhan kita ini telah rampung dilakukan oleh tuan Harry atas bantuan dana dari nyonya Naomi neneknya. Jadi besok, pas waktu makan siang, bunda mengharapkanmu datang kepanti ini bersama suami dan mertuamu ya nak Yurina. Ada syukuran dan makan siang bersama."


"Baik bunda, terima kasih banyak atas undangan bunda pada kami. Nanti saya akan usahakan sampaikan undangan bunda ini pada suami dan juga ibu mertua saya, semoga mereka punya waktu untuk datang ya bunda."


"Iya nak..... Bunda sangat berharap sekali kau, suamimu, juga mertuamu dapat hadir di acara syukuran renovasi panti asuhan kita.


"Iya bunda, akan kami usahakan.... Sekali lagi, terima kasih banyak atas undangan bunda...."


"Baiklah...... Sama - sama nak, bunda tutup dulu. Selamat pagi....."


"Selamat pagi juga bunda...."

__ADS_1


Telepon terputus. Yurina menyimpan kembali ponselnya didalam sakunya.


***


__ADS_2