JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 137 "Saya pun menyesal"


__ADS_3

Yurina dan Moranno menyusul nyonya Agatsa dan Margaret yang telah bergabung bersama keluarga nyonya Naomi dan undangan lainnya.


"Ibu Selia..... anda disini juga....." Tanya Yurina kaget saat melihat ibu Selia.


Ibu Naomi dan keluarganya saling berpandangan saat melihat Yurina mengenali ibu Selia demikian juga dengan nyonya Agatsa.


"Iya nyonya muda, bunda Marissa memesan beberapa masakan diwarung saya untuk acara syukuran hari ini, jadi saya kemari membawa pesanan mereka nyonya muda." Sahut ibu Selia saat Yurina dan Moranno menghampirinya.


"Warung ibu Selia ditutup hari ini?" Tanya Yurina sambil mengambil tempat duduk disebelah Ibu Selia bersama Moranno.


"Tetap dibuka nyonya muda, ada ibu Mira dan beberapa pegawai lainnyĆ  yang menjaga disana. Disini saya ditemani empat pagawai saya, kami berbagi tugas, supaya semuanya tetap dapat jalan nyonya." Jelas ibu Selia sambil menyunggingkan senyumnya.


"Selamat siang......." Suara bunda Melissa menggema saat menggunakan pengeras suara.


Semua undangan yang mendengar suara bunda Melissa segera mempokuskan perhatiannya pada bunda Melissa yang sedang berdiri diatas podium


"Terima kasih kepada tuan - tuan dan nyonya - nyonya, dan para donatur yang saya hormati, yang berkenan hadir diacara syukuran yang kami adakan pada hari ini." Ungkap bunda Melissa dengan senyum hangatnya.


"Secara khusus saya mengucapkan banyak terima kasih pada nyonya Naomi yang sudah mendanai dalam merenovasi dua bangunan yang sudah tua dipanti asuhan ini, yaitu bangunan yang sekarang tempat kita melakukan acara syukuran siang ini, dan bangunan gudang yang ada disebelah bangunan ini." Tutur bunda Melissa menjelaskan.


"Kami semua yang ada di Panti Asuhan Benih Kasih ini, mulai dari para bunda.... hingga anak - anak asuh Panti Asuhan ini sungguh sangat berterima kasih pada kebaikan dan juga bantuan dari anda nyonya Naomi."


"Saya minta dengan hormat, kiranya nyonya Naomi berkenan untuk menyampaikan kata - kata sambutannya dihadapan kita semua." Kata bunda Melissa mempersilahkan.


Nyonya Naomi segera berdiri, dan melangkah kedepan. Walau usianya sudah lanjut, tetapi ia terlihat masih enerjik dengan rambut kepalanya yang hampir semuanya memutih.

__ADS_1


Bunda Melissa mempersilahkan nyonya Naomi berdiri dipodium.


"Terima kasih pada bunda Melissa yang memberikan kesempatan pada saya untuk berbicara diatas podium ini. Terima kasih juga pada bunda Melissa yang berkenan menerima bantuan kami yang tidak seberapa ini. Saya sudah sangat tua, berusaha melakukan segala kebaikan yang saya anggap baik selama saya masih diberi kesempatan hidup diusia tua ini." Tutur nyonya Naomi mengawali kata - katanya.


"Saya sangat senang bisa membantu merenovasi bangunan di Panti Asuhan ini lewat cucu saya, Harry. Melihat senyum anak - anak di Panti Asuhan Benih Kasih ini, hati saya begitu bahagia." Ucap nyonya Naomi sambil menatap kursi - kursi dimana anak - anak panti sedang duduk dan turut hadir dalam acara itu sambil memandang kearahnya dengan kagum.


"Saya sudah pernah melakukan suatu kesalahan besar pada keluarga saya sendiri. Menurut saya, segala perbuatan baik yang saya lakukan ini tidak akan bisa menebus ataupun membayar rasa penyesalan saya yang begitu besar akibat perbuatan buruk yang pernah saya lakukan." Wajah nyonya Naomi terlihat begitu murung. Sementara semua yang hadir memperhatikan setiap kata yang diucapkan nyonya Naomi dengan penuh perhatian.


"Kesalahan saya itu.... Harus saya bayar begitu mahal dan dalam waktu yang cukup panjang." Lanjut nyonya Naomi sambil menarik napas dalam.


"Dua puluh satu tahun silam..... Saya menjauhkan cucu perempuan saya dari kedua orang tuanya. Itu semua dilakukan karena keegoisan saya, menganggap semuanya dapat dibeli dengan uang." Ucap nyonya Naomi memulai kisahnya.


Semua hadirin yang memperhaikan nyonya Naomi yang berkata - kata didepan semakin memasang telinga mereka baik - baik.


"Saya memberikan cucu perempuan saya pada salah satu asisten rumah tangga kami yang baru beberapa bulan bekerja. Saya memerintahkan padanya untuk membawa bayi yang baru berusia tujuh hari itu, terserah ia mau membawanya kemana, saya tidak perduli. Dan saya juga berpesan padanya untuk tidak boleh kembali lagi kerumah saya."


"Asisten rumah tangga itu sempat menolak, karena ia takut dikatakan menculik bayi. Namun ia terpaksa menerimanya karena saya memaksa dan mengancamnya. Saya memang memberi ia sejumlah uang untuk mencari pekerjaan yang baru, yang jelas jangan kembali lagi kerumah. Ia juga tidak mau menerima uang yang saya berikan, bagi saya bahwa uang yang saya berikan itu sangatlah cukup untuk biaya hidupnya. Ia pun juga menolaknya, ia hanya mengambil secukupnya saja untuk biaya perjalanannya."


"Putri saya itu, dan suaminya sangat marah dan merasa sangat kehilangan ketika mengetahui bayi perempuan mereka dibawa pergi asisten rumah tangga kami itu. Mereka sudah mencarinya tapi tidak menemukannya."


"Beberapa tahun berjalan, putri saya itu tidak kunjung mengandung juga, hingga akhirnya mereka memutuskan untuk merawat Harry, anak putra pertama saya, yang meninggal bersama isterinya akibat kecelakaan lalu lintas."


"Saya pun menyesal. Bila saya tidak membuang cucu perempuan saya itu, saya pasti memiliki dua cucu selain Harry. Saya berusaha mencari cucu perempuan saya dengan berbagai macam cara, namun tidak dapat menemukannya, asisten rumah tangga kami itupun tidak diketahui keberadaannya, ia menghilang bagai ditelan bumi."


"Hingga akhirnya, putri saya dan suaminya..... mereka mengadopsi seorang anak jalanan yang tidak jelas mereka temukan dimana. Sebenarnya saya tidak setuju, namun karena kesalahan yang pernah saya buat pada putri saya dan suaminya, saya terpaksa menyetujuinya."

__ADS_1


"Saya membawa cucu saya Harry pindah bersama saya ke Singapura, karena saya tidak ingin dia bergaul dengan anak adopsi putri saya dan suaminya itu, anak itu terlalu liar dan juga manja. Saya berharap putri saya dan suaminya dapat mendidik dan membesarkan anak adopsi mereka dengan baik. Ternyata anak adopsi itu sekarang telah membuat malu keluarga kami. Mungkin itu adalah hukuman bagi saya yang telah melakukan kesalahan dimasa lalu."


Semua yang hadir masih memperhatikan dengan penuh perhatian, kisah nyonya Naomi yang ia ceritakan membuat perasaan semua yang mendengar menjadi campur aduk, ada perasaan kesal, sedih, dan juga terharu.


"Saya tidak pernah menghentikan pencarian pada cucu perempuan saya itu, hingga satu bulan yang lalu saya dikabari orang suruhan saya, bahwa ia menemukan keberadaan asisten rumah tangga kami yang saya cari selama ini."


" Ditambah lagi, cucu saya Harry mengirimkan photo saat saya masih muda. Namun setelah saya perhatikan dengan baik, ternyata itu bukan saya, tapi wanita muda yang sangat mirip dengan saya. Karena saya tidak pernah mengenakan baju seperti yang wanita muda itu kenakan di photo yang dikirim oleh Harry."


"Saya segera pulang ke Indonesia, langsung menuju rumah kontrakan mantan asisten rumah tangga saya itu."


"Ibu Selia..... saya minta, tampillah kedepan." Panggil nyonya Naomi tiba - tiba.


Ibu Selia lalu melangkah kedepan dengan langkah yang terasa kaku. Semua mata memandangnya termasuk Yurina yang sedari tadi duduk bersebelahan dengannya.


Yurina tidak menyangka bila ibu Selia yang pernah ia tolong turut terlibat dalam cerita yang dikisahkan nyonya Naomi.


"Suamiku....aku tidak menyangka.... bila ibu Selia menjadi bagian dari kisah nyonya Naomi yang kejam itu." Ungkap Yurina setengah berbisik pada Moranno yang duduk disebelahnya.


Moranno tidak menjawab, ia menatap wajah Yurina lekat, lalu menggenggam erat tangan isterinya itu.


"Suamiku, kenapa melihatku seperri itu." Tanya Yurina.


"Tidak ada apa - apa sayang...." Moranno menggeleng sambil membawa satu tangan Yurina yang digenggamnya kedalam pangkuannya sambil mengusap lembut tangan isterinya itu.


Yurina merasakan suaminya sedang menyimpan sesuatu dipikirannya namun tidak bisa mengungkapkannya.

__ADS_1


Moranno dan Yurina kembali mengalihkan perhatian mereka kedepan dimana ibu Selia sudah berdiri disebelah nyonya Naomi.


__ADS_2