JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 186 "Bolehkah aku membatalkan pernikahanku?"


__ADS_3

"Margareth......? Margareth.......? Apakah kau masih disana?" Panggil nyonya Agatsa berulang - ulang dari seberang telepon.


"Mom.....??."Margareth menahan gejolak didadanya.


"Ada apa sayang, apa yang ingin kau sampaikan?" Nyonya Agatsa merasa ada sesuatu yang disimpan putrinya itu dihatinya.


"Bolehkah aku membatalkan pernikahanku mom?" Tanya Margareth dengan suara sedihnya.


Nyonya Agatsa terdiam sejenak. Ia mendengar suara putrinya seperti berputus asa, ia tidak menyangka putrinya itu akan mengatakan permintaan seperti itu.


"Sayang.... Apa yang membuatmu ingin membatalkan pernikahanmu?" Nyonya Agatsa bertanya dengan tenang.


"Tuan Harry, sepertinya dia tidak mencintaiku mom?" Adu Margareth masih dengan nada suara sedihnya.


"Apa yang membuatmu berpikir Harry tidak mencintaimu??"


"Tuan Harry..... Dia..... sudah beberapa hari ini tidak menghubungiku. Dia berubah selama 9 hari ini mom. Biasanya dia yang selalu lebih dulu menelponku, atau sekedar mengirimkan pesan. Aku sudah berusaha menelpon dan mengirim pesan padanya, tapi tuan Harry tidak mengangkat telponku atau menelponku balik. Dan juga dua kali aku sudah mengirim pesan padanya, tidak satupun mendapat balasan darinya mom. Jadi aku berpikir, kalau dia sebenarnya tidak ingin menikah denganku, itu sebabnya ia sengaja tidak menghubungiku akhir - akhir ini."


"Mom..... aku mohon...... bisakah pernikahan itu kita batalkan saja, aku tidak mau menikah dengan orang yang tidak sungguh - sungguh mencintaiku. Aku takut mom.....?" Suara Margareth terdengar bergetar, curahan hati sang putri membuat nyonya Agatsa ikut larut dalam kesedihannya.


"Sayang..... Dengankan mommy...... mommy tahu ini tidak mudah bagimu sayang. Tapi mommy dapat melihat kesungguhan Harry untuk menjadikanmu isterinya. Kau sendiri bilang, bahwa selama ini dialah yang menghubungi lebih dulu. Dan baru 9 hari ini dia tidak menghubungimu, sedangkan kau baru berusaha menelpon dan mengirim pesan padanya dua hari ini, itu belum sebanding akan perjuangannya mendapatkanmu selama ini. Mungkin saja Harry sedang mengujimu sebagai calon isterinya Margareth, kita tidak pernah tahu itu. Buktinya, Harry sering menghubungi mommy. Kabar tentang kau sakitpun, mommy tahu dari Harry, itu artinya, Harry memperhatikanmu tanpa kau sadari sayang....." Margareth mendengarkan kata demi kata dari ibunya. Ia tahu, ibunya sedang menghibur kegundahanya.


"Kata - kata mommy terlalu indah untuk didengarkan. Tapi kenyataan yang aku rasakan sekarang ini tidak seindah yang mommy katakan itu." Ungkap Margareth dalam kesedihannya.


"Sayang jangan bersedih, itu tidak baik untuk kesehatanmu. Ingat ucapan mommy, Harry mencintaimu, dia punya cara berbeda untuk mengungkapkannya. Kau harus percaya itu. Sekarang kau harus istirahat supaya kesehatanmu segera membaik. Dirumahmu, bukankah ada suster Hera yang menemanimu?"


"Dari mana mommy tahu?" Tanya Margareth heran.


"Harry yang memberitahu mommy....." Sahut nyonya Agatsa.


"Mungkin saja tuan Harry hanya ingin dilihat baik saja mommy......" Ucap Margareth yang nampak lelah mendengar nama Harry yang disebut terus oleh ibunya.


"Tidak baik berprasangka buruk sayang." Tegur nyonya Agatsa pada putrinya.


"Semuanya tuan Harry sampaikan dan laporkan pada mommy, tapi kenapa dirinya tidak menghubungiku sama sekali mom??." Ucap Margareth kesal.

__ADS_1


"Sudahlah sayang..... Yang terpenting semua yang disampaikan Harry pada mommy itu semuanya benar. Itu artinya Harry benar - benar mencintaimu dan menginginkanmu menjadi isterinya. Sekarang kau istirahat saja dulu supaya cepat sembuh ya sayang."


"Terserah mommy sajalah...... Margareth lihat mommy lebih percaya tuan Harry yang masih jadi calon menantu dibandingkan putri mommy sendiri." Suara Margareth terdengar pasrah.


Setelah telepon mereka terputus, Margareth meletakkan ponselnya diatas meja riasnya. Ia beranjak naik ketempat tidurnya. Margareth masuk kedalam selimut tebalnya. Rasa lelah tiba - tiba menyerangnya setelah selesai menerima telepon ibunya. Nama Harry yang sering disebutkan ibunya membuat dirinya begitu lelah dan ingin tidur.


Tidak menunggu lama, Margareth terlelap.


Suster Hera yang beberapa kali mengetuk pintu namun tidak ada jawaban dari sang empunya kamar, mendorong kenop pintu dengan pelan. Ia melihat Margareth sedang tertidur dengan lelap didalam selimutnya diatas tempat tidur.


Suster Hera kembali menutup pintu kamar Margareth dengan rapat. Ia menuju meja ruang tamu, kembali menyelesaikan pekerjaan yang ia tinggalkan saat melihat keadaan Margareth dikamarnya.


...•••...


Pagi itu, Margareth sudah bangun, sudah berpakaian rapi, dan sudah pula menyiapkan sarapan pagi diatas meja makan.


Suster Hera terkejut saat dirinya kedapur melihat Margareth sudah meyiapkan sarapan pagi.


"Dokter sudah sehat?" Tanya suster Hera sambil datang mendekat.


"Sudah suster, yuk kita sarapan dulu....." Dengan wajah ceria, Margareth menarik kursi untuk suster Hera dan mempersilahkannya duduk. Setelahnya, Margareth menarik kursi untuk dirinya sendiri dan duduk disana.


"Ditambah lagi suster..... rotinya masih banyak." Margareth menyodorkan beberapa potong roti yang masih ada didalam piring saji. Sementara dirinya menambah sepotong roti panggang lagi.


"Iya.... terima kasih dokter..... saya merasa.sudah cukup kenyang." Ucap suster Hera yang baru menghabiskan sepotong roti panggang dalam piringnya dan segelas susu panas.


"Sepertinya dokter hari ini begitu berselera menikmati sarapan paginya....." Ucap dokter Hera sambil tersenyum.


"Iya suster.....mungkin efek dari vitamin yang suster berikan pada saya." Margareth turut tersenyum sambil mengunyah sarapan yang ada didalam mulutnya.


"Suster Hera.... terima kasih banyak ya..... sudah merawat dan menemani saya selama sakit." Ucap Margareth menatap kearah suster Hera, sementara mulutnya masih tetap mengunyah.


"Iya..... sama - sama dokter. Saya senang bisa membantu. Dokter juga sudah banyak membantu saya untuk memahami pekerjaan, saat masih awal saya bergabung sebagai team medis dirumah sakit." Sahut suster Hera dengan senyumnya. Margareth ikut tersenyum karena mengingat kenangan saat suster Hera baru berkerja dirumah sakit dimana ia mengabdi.


"Suster Hera......?" Margareth teringat sesuatu.

__ADS_1


"Iya dokter, ada apa?" Suster Hera menatap wajah Margareth yang belum menyelesaikan sarapannya yang tinggal sedikit.


"Apakah tuan Harry yang memintamu kemari menemaniku suster?" Tanya Margareth menatap wajah suster Hera.


"Bukan dokter..... Dokter Mories yang meminta saya untuk datang kerumah dokter ini. Ia meminta saya untuk merawat dan menemani dokter hingga sembuh." Jelas suster Hera.


Margareth terdiam, ia nampak kecewa. Semula ia berpikir suster Hera datang atas suruhan Harry tunangannya itu. Bagaimana mungkin dia bisa percaya begitu saja apa yang dikatakan laki - laki itu lewat ibunya pikir Margareth.


"Kita berangkat sekarang suster Hera." Ajak Margareth yang baru menyelesaikan sarapan paginya, sambil berdiri dan menjinjing tas dokternya.


"Apakah dokter yakin sudah lebih baik hari ini?" Tanya suster Hera memastikan.


"Yakin suster, kau lihat sendirikan hari ini aku terlihat ceria, dan sarapanku pun banyak." Ucap Margareth sambil berjalan menuju pintu keluar.


Suster Hera hanya tersenyum sambil mengikuti Margareth dari belakang dan ikut masuk kemobil,.duduk disamping Margareth yang sudah lebih dulu berada dibelakang setir kemudinya.


Hari itu, Margareth berusaha terlihat ceria dihadapan semua orang, pasienya dan rekan - rekan tenaga kesehatan dirumah sakit itu.


Dirinya sudah biasa menyimpan semua masalahnya sendiri selama ini. Kecuali pada ibunya, yang baru - baru ini kembali akrab dengannya karena keberadaan Yurina dan Moranno.


Namun pembicaraan Margareth dengan ibunya lewat telepon kemarin, menurutnya terkesan sang ibu lebih berpihak pada Harry tunangannya dibandingkan dirinya yang adalah putri kandungnya.


♡♡♡


Terima kasih buat para readers setia novel JAGA HATIMU UNTUKKU yang sebentar lagi akan TAMAT. Yukz, mampir di novel 'HANARIA Wanita Sejuta Rasaku'. Mengisahkan tentang seorang wanita tangguh, dan pekerja keras, ulet, sehingga menjadi kesayangan pemilik perusahaan yang memperkerjakannya, jangan ditanya untuk pria - pria muda. Cucu kembar dari keluarga Agatsa pun ikut mengharapkan cintanya.


#HANARIA Wanita Sejuta Rasaku


Karya :


#Nama pena : Dewi Payang


#FB Indah Sosilawati


#IG Indah Sosilawati

__ADS_1


♡♡♡



__ADS_2