
Moranno segera membereskan laptop kerjanya, ia bergegas keluar dari kamarnya hendak turun. Namun ponselnya berbunyi.
Saat dilihatnya nama ibunya dilayar, ia segera mengangkat ponselnya itu.
"Hallo mom....." Sapa Moranno saat mengangkat ponselnya.
""Mommy sudah melakukan apa yang kau minta Moranno." Terdengar suara nyonya Agatsa ditelepon.
"Terima kasih mom..... Lalu kenapa ada tuan Harry disini?" Tanya Moranno saat mengingat Harry yang ia lihat beberapa menit yang lalu bersama Yurina isterinya ditaman.
"Tuan Harry....?? Wajar kan.....bukankah dia sepupu Yurina isterimu, apa salahnya ia datang ke villamu apalagi kita semua kan ada disini." Jelas ibu Moranno pada putranya itu.
"Iya..... mommy benar...... aku saja yang..... sudah dulu ya mom....., aku mau turun dulu ketaman." Ucap Moranno menyudahi teleponnya dengan ibunya.
Moranno lalu menuruni anak - anak tangga dengan setengah berlari kecil, ia menuju halaman samping untuk lebih cepat keluar.
Dari kejauhan Moranno dapat melihat Yurina masih berbicara dengan Harry. Ia mempercepat langkahnya untuk mendekati mereka.
"Sayang......" Panggil Moranno saat dirinya sudah tidak terlalu jauh dari Yurina dan Harry.
Yurina yang mendengar suara Moranno memanggilnya segera berbalik melihat suaminya itu, sambil tersenyum ia tergesa - gesa menghampiri Moranno.
"Aakkkhhh....." Yurina tersandung akar pohon dan hampir terjatuh, Moranno yang masih jauh segera berlari hendak membantu Yurina, namun Harry yang ada berada didekat Yurina sudah lebih dulu menopang Yurina dengan memeluk tubuhnya supaya tidak terjatuh.
Moranno sempat tersentak melihat kejadian yang terjadi didepan matanya itu. Ini untuk ketiga kalinya, pria itu menyentuh tubuh isterinya itu pikirnya.
"Terima kasih......kak Harry......" Ucap Yurina pada Harry yang telah menolongnya.
"Sama - sama nyonya muda....." Sahut Harry dan dengan cepat melepaskan pelukannya saat Yurina sudah berdiri tegak kembali.
"Maafkan saya tuan Moranno..... saya hanya membantu nyonya muda saja supaya tidak terjatuh." Kata Harry yang melihat Moranno terpaku ditempat ia berdiri.
"Tidak masalah..... Justru saya berterima kasih pada anda yang lebih cekatan dari saya membantu isteri saya." Ucap Moranno berusaha menyembunyikan perasaannya yang sebenarnya.
"Bagaimana keadaanmu sayang..... Apa kau baik - baik saja." Tanya Moranno pada Yurina.
"Aku baik - baik saja suamiku....... Aku akan memberi ASI lalu menidurkan bayi Billy dan bayi Willy dulu dikamar, kau boleh berbincang - bincang dulu dengan kak Harry." Sahut Yurna sambil berpamitan pada Moranno.
__ADS_1
"Baiklah......" Moranno langsung mencium pipi Yurina membuat Yurina salah tingkah dengan wajah bersemu merah, karena Moranno menciumnya didepan orang lain.
Tuan Harry hanya tersenyum melihat kemesraan sepasang suami isteri tersebut.
"Kak Harry, aku tinggal dulu ya......berbincanglah dengan suamiku....." Kata Yurina berpamitan dengan Harry sepupunya. Harry mengangguk dan memberikan senyuman pada Yurina.
Yurina melangkah pergi, ia menghampiri bibi Nur dan bibi Salu yang sedang menemani kedua bayinya ditaman.
"Bibi Nur..... bibi Salu..... sudah waktunya kita kembali....." Kata Yurina pada kedua pengasuh bayinya itu.
"Baik nyonya muda......" Ucap keduanya bersamaan. Mereka lalu memasang sabuk pengaman pada bayi kembar itu di keretanya masing - masing.
Mereka mengikuti Yurina dari belakang menuju kamar para bayi.
"Bibi salu, tolong ambilkan bubur untuk bayi Billy dan bayi Willy...... Biar aku yang menggantikan bibi mendorong kereta bayi Willy. " Kata Yurina saat mereka melewati dapur.
" Baik nyonya muda....." Sahut bibi Salu sambil menyerahkan pegangan kereta yang didorongnya pada Yurina lalu melangkah menuju dapur.
Sesampainya dikamar, para bayi itu segera diturunkan dari masing - masing keretanya.
Keduanya mulai beraksi, keranjang mainan yang sengaja dibawa dari rumah besar mereka ke villa itu segera dodekatkan pada kedua bayi itu.
Sambil merangkak dan tertawa riang, bayi Willy dan bayi Billy saling mengejar bola - bola yang menggelinding kesana - kemari saat tersentuh tangan mereka.
Bila sudah mendapatkan bola - bola kecil itu, mereka berdua kembali melemparkannya kesembarang tempat dan mulai mengejarnya kembali sambil tertawa dengan riangnya. Begitulah mereka melakukannya berulang - ulang tanpa kenal lelah.
Bibi Salu masuk membawa nampan berisi dua mangkuk bubur bayi.
Yurina dan bibi Nur segera menyuapi kedua bayi kembar yang masih asik bermain sambil tertawa gembira.
Walaupun sedang asik bermain, mereka tidak lupa membuka mulutnya lebar - lebar saat Yurina dan bibi Nur menyuapi keduanya. Sesekali Yurina maupun bibi Nur menyeka mulut bayi - bayi itu menggunakan tissue, karena bubur itu menempel dibibir, pipi, bahkan diseluruh wajah mereka.
Mangkuk berukuran besar itu dengan cepat isi didalamnya sudah berpindah tempat didalam lambung kedua bayi kembar itu.
Setelah menghabiskan buburnya lebih dulu, bayi Billy segera diambil oleh Yurina untuk segera disusui. Begitu menemukan pucuk dada ibunya, bayi Billy segera menyusui dengan lahap. Sementara bayi Willy yang sedikit lebih belakangan menghabiskan buburnya diberi botol dot ASI.
Sambil berbaring diranjang bayinya, bayi Willy itu menyesap botol dot ASI dengan memegangnya sendiri menggunakan tangan kanannya, sedangkan tangan kirinya memegang jempol kaki kirinya.
__ADS_1
Mata mereka mulai terlihat mengantuk, sebentar - sebentar tertutup dan sebentar - sebentar terbuka.
Tidak menunggu lama, botol dot ASI Willy yang sudah kosong dilemparkannya ke bagian atas kepalanya begitu saja, sedangkan dirinya bergerak miring mengambil posisi memeluk guling kecilnya. Matanya lalu terpejam sempurna menandakan bahwa ia sudah terlelap.
Bayi Billy yang sedang menyusui ibunya juga sudah terlelap. Yurina menggendong bayinya itu dengan hati - hati menuju ranjangnya menghindari mainan - mainan bayi supaya tidak terinjak olehnya, lalu meletakkan bayi Billy perlahan supaya tidak terbangun.
Dipandangnya dua bayi kembarnya yang sudah tertidur lelap siang itu diranjangnya masing - masing dengan posisi yang dirasa nyaman bagi keduanya. Yurina tersenyum, hatinya begitu menghangat melihat dua bayinya itu. Diciumnya pipi bayi Billy yang sangat gembul itu lalu beralih pada bayi Willy yang juga tak kalah gembul dan chubby.
"Bibi Nur..... dan bibi Salu.... Saya pamit kekamar dulu ya....." Kata Yurina setelah mencium kedua bayi kembarnya itu.
"Baik nyonya muda......" Sahut keduanya bersamaan, lalu membungkuk hormat pada Yurina yang beranjak pergi setelahnya.
"Selamat siang nyonya muda......." Sapa kepala pelayan villa saat melihat Yurina keluar dari kamar bayinya.
"Selamat siang bibi......" Yurina membalas sapaan kelala pelayan sambil tersenyum ramah.
"Tuan sudah menunggu nyonya muda dimeja makan untuk makan siang......" Ujar kepala pelayan masih membungkuk hormat.
"Terima kasih bibi..... Saya akan kesana sekarang." Kata Yurina lalu melangkah menuju ruang makan.
"Sayang......." Sapa Moranno saat melihat Yurina lalu berdiri dan mencium pipi isterinya itu. Ia menarik kursi untuk Yurina.
"Duduklah sayang......" Ucap Moranno lagi mempersilahkan isterinya itu duduk disebelahnya.
"Terima kasih suamiku.... untuk perlakuan manismu padaku......" Ucap Yurina sambil mendudukkan dirinya dikursi yang sudah disiapkan Moranno untuknya. Moranno menganggukan kepalanya dengan senyum yang tersungging dibibirnya.
"Dimana yang lainnya?" Tanya Yurina saat tidak melihat siapapun selain mereka berdua saja dimeja makan itu.
****
♡♡♡Pemberitahuan untuk para pembaca tersayangku "JAGA HATIMU UNTUKKU", ceritanya sebentar lagi akan tamat. Author sudah membuat kisah kelanjutan untuk para penerus keluarga Agatsa di novel selanjutnya yang berjudul "HANARIA Wanita Sejuta Rasaku". Novel ini berkisah tentang seorang wanita mandiri, penuh perjuangan, yang akhirnya bersatu dengan salah satu penerus keluarga Agatsa. Yukz.... ikuti ceritanya....
Terima kasih untuk semua Pembaca tersayangku, kalian memberiku semangat untuk terus menulis karyaku. Doaku, semoga semua Pembaca tersayangku selalu diberikan kesehatan, umur yang panjang, kebahagiaan dalam keluarga, dan rejeki yang berlimpah - limpah.
Selamat menunaikan ibadah puasanya bagi yang menjalankan.
Salam sehat, dan tetap semangat. 👍👍🙏🙏👍👍 God Bless♡♡♡
__ADS_1