JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 188 "Tidak sulit bagi mommy untuk mencari sarang persembunyianmu."


__ADS_3

"Sehat sayang..... terima kasih sudah menelpon nenek..... Harry, dia juga sehat. Beberapa jam yang lalu ia terbang ke Jepang. Biasa..... ada urusan bisnis. Sebentar lagi ia akan menikah denganmu, jadi sebelum ia mengambil cuti, dirinya berusaha membereskan beberapa pekerjaanya yang ada di Singapura ini, juga di Jepang." Jelas nenek Harry.


"Kapan tuan Harry pulang dari Jepang nenek?"


"Entahlah..... sepertinya Harry akan menghabiskan beberapa hari di Jepang seperti kebiasaannya bila berada disana. Kenapa? Apa kau merindukannya?" Goda sang nenek sambil tertawa kecil.


"Ahh nenek bisa saja....." Sahut Margareth ikut tertawa kecil.


"Jangan khawatir...... Harry akàn segera kembali. Apalagi hari pernikahan kalian berdua sudah tinggal dua minggu lagi, Harry akan segera mengambil cuti. Kau masih dikota tempat kau berkerja atau sudah dirumah mommy mu sayang?" Tanya nyonya Naomi lagi.


" Masih dikota tempatku berkerja nenek....." Ucap Margareth berbohong. Ia rmerasa malu mengakui bila dirinya sudah ada di Singapura menyusul Harry tunangannya itu.


"Kapan kau kembali kerumah mommy mu untuk mempersiapkan dirimu?"


"Hari ini, Margareth sudah berpamitan di rumah sakit. Mungkin beberapa hari lagi, setelah mengepak barang - barang nek."


"Syukurlah kalau begitu. Harry cucu nenek sangat mencintaimu sayang. Nenek harap kau dan Harry akan hidup bahagia dalam pernikahan kalian."


"Terima kasih nenek....."


"Oya, berapa anak yang kau inginkan dari pernikahanmu dengan Harry Margareth? Tanya nyonya Naomi.


"Aaaaaa....... Margareth belum sempat memikirkannya nenek." Margareth nampak tergagap saat mendengar pertanyaan tentang anak, ia memang tidak pernah memikirkan hingga jauh kesana. Sepertinya agak menakutkan pikir Margareth.


"Kau harus memikirkannya dari sekarang Margareth. Contohi Kakakmu Moranno dan kakak iparmu Yurina. Mereka bakalan akan punya banyak anak. Sekarang Yurina sudah mengandung la**gi." Ucap nyonya Naomi dengan nada bahagia.


"Sungguh??" Margareth nampak terkejut, karena baik ibunya maupun kakak iparnya itu, belum ada yang mengabarinya tentang berita baik itu.


"Iya, itu benar. Jadi mulai sekarang, kau dan Harry harus memikirkan berapa anak yang akan kau lahirkan kelak. Jangan seperti nenek, hanya punya dua anak saja." Ucap nyonya Naomi lagi.


"Iya nenek...... " Ucap Margareth tidak membantah walau hatinya merasa tidak yakin dengan jawabannya.


"Nenek.... Lain kali kita sambung lagi ya. Margareth sudah mulai mengantuk, nenek juga kan."


"Baiklah sayang. sampai jumpa dihari pernikahanmu dan Harry ya sayang....."

__ADS_1


"Iya nek, terima kasih."


Margareth menutup sambungan teleponnya. Ia naik ketempat tidurnya dan masuk kedalam selimutnya. Ia kembali teringat beberapa topik perbincangan dirinya dengan nenek Harry ditelepon.


Mungkin karena kesibukannya itulah hingga calon suaminya itu tidak sempat menghubunginya. Dan dia melihat sendiri Harry yang sedang check-in dibandara sebelum dirinya menuju hotel tempat dirinya menginap.


Bila benar seperti yang dikatakan neneknya itu, bahwa Harry sangat mencintai dirinya, tapi kenapa tunangannya itu tidak berusaha meluangkan waktu untuk menghubungi dirinya ditengah kesibukannya barang beberapa menit saja.


Apakah yang seperti itu namanya cinta? Margareth terus memikirkan semuanya itu seorang diri sambil membalikan tubuhnya kekiri dan kekanan secara terus - menerus.


Tidak,.itu bukan cinta pikirnya, Harry sedikitpun sepertinya tidak memikirkan akan dirinya. Margareth merasa bàhwa, nenek Harry, ibunya, juga dokter Mories kepala rumah sakitnya hanya menghibur dirinya saja. Tapi kenapa mereka semua mengatakan bahwa Harry sangat mencintai dirinya. pikirnya lagi.


Bagi Margareth, ini adalah kali keduanya ia membuka diri untuk seorang pria dalam hidupnya, setelah pertama kali pernah mencintai dokter Randiasa sembilan tahun silam. Waktu yang cukup panjang untuk berusaha melupakan apa yang pernah ada diantara mereka.


Saat itu, dirinya selalu memikirkan dokter Randiasa, ingin selalu ada didekatnya, ingin selalu mendengar suaranya, ingin mendapatkan perhatiannya walau sekedar ucapan selamat tidur.


Dan sekarang, hal itu pula yang ia rasakan pada Harry beberapa minggu terakhir ini, Selalu memikirkan pria itu hampir setiap saat. Semakin keras ia berusaha melupakan wajah Harry yang membuatnya merana beberapa hari terakhir, semakin kuat pula perasan rindu menyerangnya. Tapi Harry, dia seperti sengaja menghindari dirinya. Membuat Margareth ingin sekali membencinya.


Malam sudah semakin larut, namun pikiran Margareth tentang Harry masih terus bermain - main dalam benaknya. Margareth memejamkan matanya, dirinya yang memang begitu lelah memikirkan tunangannya itu hingga menyusul ke Singapura, akhirnya terlelap juga.


...•••...


Bunyi bel rumahnya mengejutkan dirinya. Margareth bergegas keluar kamar dan menuruni anak tangga rumahnya menuju lantai satu untuk melihat siapa yang datang pagi - pagi sekali.


"Mommy??" Margareth terperangah saat melihat wajah ibunya dari kaca berbentuk lingkaran kecil yang ada dipintu depan rumahnya.


Margareth buru - buru memutar anak kunci rumahnya untuk membukakan ibunya pintu.


"Kok mommy ada disini pagi - pagi begini??" Tanya Margareth sambil memeluk erat leher ibunya.


"Kenapa? Kau tidak senang melihat mommy berkunjung kerumahmu?" Ucap nyonya Agatsa yang balas memeluk putrinya.


"Bukan begitu mom.... Margareth hanya heran saja, bagaimana mommy bisa tahu rumah Margareth. Mommy kan belum pernah datang kerumah Margareth ini?" Sahut Margareth sambil melepaskan pelukannya.


"Tidak sulit bagi mommy untuk mencari sarang persembunyianmu." Ucap nyonya Agatsa terdengar sarkas. Ia memasuki rumah putrinya itu sambil mengitari seluruh ruangan.

__ADS_1


"Sarang persembunyian?? Maksud mommy apaan sih, rumah sebagus ini dibilang sarang. Itu sama saja mommy seolah - olah menyamakanku dengan hewan liar saja." Gerutu Margareth sambil mengikuti ibunya dari belakang.


"Kau memang seperti hewan liar Margareth. Apa maksudmu tidak mengangkat telpon mommy selama dua hari ini? Juga tidak membalas pesan - pesan yang mommy kirimkan. Apa kau terlalu sibuk? Mommy khawatir sayang....." Ucap nyonya Agatsa bertubi - tubi. Ia menumpahkan rasa kesalnya selama dua hari terakhir pada putrinya itu.


"Ahh mommy sensi amat sih, baru juga dua hari, belum seperti Margareth yang sudah berhari - hari dicuekin, tidak diperdulikan oleh tuan Harry yang katanya 'calon suami'....." Margareth menjawab sambil mencebikkan bibir tipisnya itu.


"Owhh..... Jadi kau sengaja ya melakukan itu pada mommymu, untuk membalas kekesalanmu pada calon suamimu ke mommy, begitu??" Nyonya Agatsa menarik ujung telinga atas putrinya dan memutarnya dengan kencang.


"Ampun mom..... sakit mom..... Margareth ini sudah jadi seorang dokter, juga sebentar lagi jadi seorang isteri..... masa masih dijewer terus sih telinganya Margareth......" Keluh Margareth sambil meringis kesakitan.


"Mommy tidak perduli, mau dokter.... mau sebentar lagi menikah.... kau tetap anak mommy yang harus menerima hukuman kalau melakukan kesalahan." Ucap nyonya Agatsa yang akhirnya melepaskan tangannya dari telinga putrinya.


"Apa yang kau cari Margareth?" Tanya nyonya Agatsa saat melihat putrinya yang menatap keluar pintu yang masih belum tertutup.


"Mommy datang sendiri?" Tanya Margareth masih mengawasi keadaan diluar rumahnya, sambil mengusap - usap daun telinganya yang masih terasa sakit dan memerah.


"Tidak, tadi orang - orang mommy sudah pergi sebelum kau membukakan pintu." Jelasnya ikut melihat keluar.


"Mana meja makanmu, mommy mau sarapan.....!" Ucap nyonya Agatsa ketus.


...•••...


♡♡♡


Terima kasih buat para readers setia novel JAGA HATIMU UNTUKKU yang sebentar lagi akan TAMAT. Yukz, mampir di novel 'HANARIA Wanita Sejuta Rasaku'. Mengisahkan tentang seorang wanita tangguh, dan pekerja keras, ulet, sehingga menjadi kesayangan pemilik perusahaan yang memperkerjakannya, jangan ditanya untuk pria - pria muda. Cucu kembar dari keluarga Agatsa pun ikut mengharapkan cintanya.


#HANARIA Wanita Sejuta Rasaku


Karya :


#Nama pena : Dewi Payang


#FB Indah Sosilawati


#IG Indah Sosilawati

__ADS_1


♡♡♡



__ADS_2