JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 146 "Aku sudah terbiasa dengan sikap manismu padaku"


__ADS_3

Tidak terasa sudah hampir satu jam Yurina menikmati mandinya yang begitu menyenangkan bak seorang putri.


Ia keluar dari kamar mandi dan segera berpakaian. Dilihatnya Moranno masih terlelap diranjang tempat tidur mereka.


Setelah mengeringkan rambut basahnya menggunakan hairdryer ia naik ketempat tidur dan merapikan selimut Moranno yang sempat terturun.


Yurina turun dari ranjang menuju balkon. Pemandangan bukit - bukit yang menghijau, taman - taman yang beraneka warna bunga memanjakan matanya dari atas balkon villa milik Moranno itu.


Yurina memejamkan matanya sambil berdiri memegang pagar balkon, dihirupnya udara sejuk perbukitan untuk memenuhi oksigen dalam paru - parunya.


Kenangan akan masa lalu mencul didalam benaknya, datang satu - persatu silih berganti. Masa kecilnya yang diasuh oleh bunda Marissa dan bunda panti lainnya, membuatnya merasakan kasih sayang seorang ibu. Perjuangan hidupnya yang berat hingga dinikahi karena suatu insiden yang tidak terduga. Perlakuan ibu mertuanya yang membuat mentalnya teruji. Hingga pengakuan nyonya Naomi sebagai neneknya.


Ternyata selama ini dia tidak sebatang kara, ia masih memiliki keluarga yang bahkan tinggal disekitarnya.


Bening air mata Yurina mengalir dari sudut matanya yang masih terpejam.


Perjalanan waktu yang cukup panjang, diusia dua puluh satu tahun ia baru menemukan keluarganya yang selama ini ia rindukan.


Hal itu masih seperti mimp, bahkan seperti dongeng saja baginya, Yurina masih belum bisa mempercayainya sepenuhnya. Apa benar nyonya Naomi dan keluarga tuan dan nyonya Morgan adalah benar - benar keluarganya. Tapi hasil DNA itu membuktikan bahwa dirinya memiliki hubungan darah yang kuat sebagai keturuna mereka.


Air mata Yurina kembali mengalir disudut matanya yang masih terpejam. Ia menghirup kembali udara perbukitan yang menyegarkan, setidaknya hal itu membuatnya merasa lebih baik.


Sepasang tangan kokoh melingkar dipinggang Yurina. Yurina segera membalikkan tubuhnya kearah pemilik tangan kokoh itu.


"Sayang, kenapa kau menangis.....?" Tanya Moranno sambil mengusap air mata Yurina dengan lembut.


"Aku..... ingat pada mereka yang mengaku keluargaku....?" Kata Yurina setengah berbisik.


Moranno meraih tubuh Yurina masuk dalam pelukannya, dibelainya rambut panjang isterinya yang tergerai seperti sutra.


"Apakah kau merindukan mereka sayang?" Tanya Moranno disela - sela belaiannya. Yurina menganggukan kepalanya.

__ADS_1


"Iyaa...... aku merindukan dekapan seorang ibu, aku tidak tahu rasanya, apakah sama hangatnya seperti dekapan bunda Marissa dan para bunda lainnya yang begitu tulus pada kami semua anak - anak panti.....? Dan aku juga rindu dekapan seorang ayah, apakah sama hangatnya dengan dekapanmu suamiku?" Suara Yurina sedikit bergetar menahan rasa yang begitu besar mengganjal didadanya.


"Sayang.... aku mengenal tuan dan nyonya Morgan sejak aku masih kecil. Mereka adalah sahabat keluarga kami. Gandis, sangat disayang bahkan dimanjakan oleh mereka seperti anak kandung mereka sendiri. Bila nyonya Naomi tidak mengatakan siapa Gandis waktu itu, mungkin sampai saat ini aku akan tetap mengira bahwa Gandis adalah putri kandung dari keluarga tuan dan nyonya Morgan."


"Aku percaya, baik nyonya Naomi, tuan dan nyonya Morgan, mereka pasti sangat menyayangi dan merindukanmu sayang. Kau dengar sendirikan, selama ini mereka mencarimu. Bahkan untuk lebih menguatkan, mereka meminta mommy membawamu untuk test DNA waktu itu."


"Jadi.... jangan bersedih lagi sayang.... mereka adalah keluargamu. Kau masih memiliki keluarga yang menyayangimu. Waktu kau pingsan saat mendengar kisah nyonya Naomi, mereka sangat mengkhawatirkan dirimu sayang, bahkan tuan Morgan menelponku menanyakan kabarmu dan ingin menemuimu, tapi aku meminta waktu supaya kau bisa menenangkan dirimu, karena aku tahu bahwa ini tidak mudah bagimu sayang."


Moranno melepaskan pelukannya dari tubuh Yurina. Diusapnya lagi air mata Yurina yang membasahi pipinya.


"Sudah.... jangan menangis lagi....." Kata Moranno lalu meraih tubuh Yurina dan menggendongnya dengan kedua tangan kokohnya.


"Apa yang kau lakukan suamiku.....?" Kata Yurina dengan wajah terkejut.


"Menggendongmu......" Sahut Moranno sambil membawa tubuh Yurina masuk.


"Iyaaa, aku tahu....... maksudku apakah kau sudah cukup kuat menggendongku, kau kan belum terlalu pulih.... turunkan aku sekarang....."Pinta Yurina.


Yurina menatap mata Moranno tanpa berkedip. Tidak dialihkan pandangannya dari mata Moranno yang sedang mengungkung tubuhnya.


"Kenapa kau menatapku seperri itu sayang...." Tanya Moranno yang berada diatasnya.


"Dua hari belakangan ini..... mengapa kau mengacuhkanku.... kau tahu..... hatiku terasa begitu hampa..... dan sekarang.... kau perduli padaku..... seakan tidak terjadi sesuatu apapun.... apa maksud semuanya ini? " Tanya Yurina meluapkan isi hatinya yang ia pendam beberapa hari ini. Matanya masih tidak berkedip menatap lurus kedalam mata suaminya itu.


"Maafkan aku sayang..... aku memang sengaja melakukannya. Aku berusaha segera menyelesaikan pekerjaanku supaya bisa berlibur sesuai permintaanmu. Dan aku juga harus memperhatikan hak para pegawaiku supaya saat kita berlibur seperti ini gaji mereka tetap dapat mereka terima tepat pada waktunya. Bukankah hal itu sempat membuat kekacauan diperusahaan, dan kau harus turun tangan membantu mommy mengatasinya sayang?"


"Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Yurina sambil mengerjap - ngerjapkan kedua kelopak matanya.


"Hal sebesar itu..... bagaimana mungkin aku tidak tahu sayang....Apalagi sampai menjadi berita utama ditelevisi dan surat - surat kabar."


"Selama beberapa bulan ini, aku begitu merindukanmu sayang, namun karena sakitku.... aku terpaksa harus menahannya. Bila dekat denganmu, bawaannya pengen mesum saja..... " Ucap Moranno mulai nakal.

__ADS_1


Yurina hanya terdiam menunggu kelanjutan kalimat Moranno. Namun matanya tetap menatap mata Moranno tanpa berkedip untuk mencari kejujuran akan apa yang dikatakan suaminya itu.


"Itu sebabnya aku mengacuhkanmu untuk sementara waktu.... kau tahu....., dikamar bayi kita waktu itu, aku sudah tidak tahan lagi, tapi kau benar tentang aturan yang kau katakan itu..... "


"Tapi kita kan masih bisa melakukannya dikamar kita waktu itu suamiku....." Protes Yurina.


"Waktu itu kita harus menjaga bayi - bayi kita karena bibi Nur bersama mas Arta saat ia berkunjung." Sela Moranno.


"Setelah mas Arta pulang, kan kita ada waktu sehari berikutnya....." Kejar Yurina.


"Setelah mas Arta pulang, aku harus menyelesaikan pekerjaanku seperti penjelasanku tadi, supaya kita bisa berlibur bersama sebelum Margareth kembali beberapa hari lagi kekota tempat ia berkerja." Jelas Moranno. Yurina yang mendengarnya akhirnya dapat memahami apa yang dilakukan Moranno suaminya.


"Maafkan aku suamiku..... aku sudah salah paham padamu..... semua yang kau lakukan adalah untuk kebaikan semua orang." Ucap Yurina lirih.


"Tapi..... jangan lakukan itu lagi padaku....aku tidak sanggup kau acuhkan, aku sudah terbiasa dengan sikap manismu padaku.... kumohon....." Ucap Yurina dengan nada menghiba.


"Iyaaaa..... maafkan aku sayang......" Moranno sudah tidak dapat menahan hasratnya lagi.


Moranno menurunkan wajahnya kearah wajah Yurina yang ada dibawah kungkungannya.


Sentuhan bibirnya langsung disambar buas oleh Yurina yang sudah menahan hasratnya juga sekian lamanya.


***


♡♡♡Pemberitahuan untuk para pembaca tersayangku "JAGA HATIMU UNTUKKU", ceritanya sebentar lagi akan tamat. Author sudah membuat kisah kelanjutan untuk para penerus keluarga Agasa di novel selanjutnya yang berjudul "HANARIA Wanita Sejuta Rasaku". Novel ini berkisah tentang seorang wanita mandiri, penuh perjuangan, yang akhirnya bersatu dengan salah satu penerus keluarga Agatsa. Yukz.... ikuti ceritanya....


Terima kasih untuk semua Pembaca tersayangku, kalian memberiku semangat untuk terus menulis karyaku. Doaku, semoga semua Pembaca tersayangku selalu diberikan kesehatan, umur yang panjang, kebahagiaan dalam keluarga, dan rejeki yang berlimpah - limpah.


Selamat menunaikan ibadah puasanya bagi yang menjalankan.


Salam sehat, dan tetap semangat. 👍👍🙏🙏👍👍 God Bless♡♡♡

__ADS_1



__ADS_2