JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 27 " Oh... Kalian adalah pasangan yang luar biasa"


__ADS_3

"Naiklah kepembaringan, aku akan memeriksa kandunganmu nyonya Moranno." Kata dokter Rosalie mempersilahkan pada Yurina untuk naik ke ranjang pasien.


"Bisakah doker memanggil namaku saja?" Pinta Yurina pada sang dokter.


"Tidak nyonya, nanti suami anda akan memarahiku, bukankah dia sudah mengumumkannya didepan media?" Kata dokter Rosalie sambil tersenyum melihat kearah Moranno sahabatnya itu.


Moranno yang berdiri dekat dengan isterinya itu mendekatkan wajahnya ketelinga isterinya.


"Apa kau tidak tau banyak wanita yang menginginkan posisimu? Atau kau memang sengaja meminta hukuman lagi dengan mengatakan hal itu, hmmm?" Bisik Moranno dibelakang telinga Yurina.


Wajah Yurima tiba-tiba menegang dan tengkuknya sedikit bergidik mendengar ucapan suaminya yang setengah berbisik ditelinganya.


"Ehemm... Kalian sudah terlihat lebih romantis sekarang. Cukup berbisik-berbisiknya, masih ada diriku disini." Goda dokter Rosalie dengan senyumnya yang mengembang melihat sahabatnya dan isterinya.


"Tidak dokter, anda salah paham." Kata Yurina berusaha menjelaskan pada dokter Rosalie.


"Ayo naiklah, dokter Rosalie akan memeriksamu dengan segera." Kata Moranno sambil membantu isterinya naik keranjang pasien dengan hati-hati.


Yurina hanya menurut, lalu berbaring diatas ranjang pasien.


"Permisi nyonya, saya akan mengoles gel ini diperut bawahmu, silahkan singkapkan sedikit pakaianmu." Kata dokter Rosalie yang siap mengoles gel pada bagian perut Yurina.


Yurina agak ragu menaikkan pakaiannya, manik matanya menatap kearah Moranno sejenak yang berdiri tepat disampingnya.


"Dokter apa bisa kita hanya berdua saja di ruang pemeriksaan ini? Tanya Yurina dengan memelankan sedikit suaranya.


"Apa anda masih malu pada suami anda nyonya? Sebenarnya pemeriksaan seperti ini ibu hamil harus didampingi suaminya, supaya sang suami juga bisa mengetahui perkembangan janin dan kesehatan ibunya, diharapkan sang suami akan menjadi suami yang siaga. Kata dokter memberi pemahaman pada Yurina.


Dokter Rosalie pun sebenarnya memahami apa yang dipikirkan oleh Yurina pasiennya itu, karena dia sangat mengetahui latar belakang dari pernikahan Moranno sahabatnya. Namun sebagai seorang dokter dia harus memberi dukungan supaya pasangan suami isteri itu bisa saling membuka diri, karena sejak awal dialah yang meminta Moranno untuk bertanggung jawab pada Yurina. Karena kedekatan kedua orang tua akan membuat tumbuh kembang bayi semakin baik.

__ADS_1


"Dokter, sepertinya isteriku ini ingin agar suaminya yang membantunya menyingkapkan pakaiannya." Kata Moranno yang sengaja mengoda Yurina isterinya.


Dokter Rosalie hanya tertawa kecil mendengar canda sahabatnya Moranno, ia dapat melihat bahwa Moranno sangat memperhatikan isterinya itu.


"Tidak, aku dapat melakukannya sendiri..." Kata Yurina cepat lalu menyingkapkan pakaiannya dengan perlahan. Perut putihnya kini terlihat sedikit lebih menonjol, tidak rata lagi.


Dokter Rosalie lalu mengoleskan gel pada bagian perut bawah Yurina secara merata. Jakun Moranno tiba-tiba naik turun saat tak sengaja melihat perut putih Yurina yang mulai mengembung itu.


Dokter Rosalie mulai menggeser-geser tranduser diatas perut Yurina sambil memperhatikan layar monitor.


"Kandungan nyonya Moranno sudah memasuki usia dua belas minggu. Lihatlah, mereka benar-benar bayi kembar. Selamat ya buat kalian berdua."Kata dokter Rosalie mulai menjelaskan dengan wajah berbinar.


Moranno dan Yurina hanya terpaku diposisi mereka masing-masing dengan mulut ternganga. Layar monitor memperlihatkan dua bayi yang bergerak meregangkan tubuh mereka dan berusaha saling menyentuh. Pasangan suami isteri itu menatap layar monitor tanpa berkedip sedikit pun sambil memperhatikan setiap penjelasan yang disampaikan oleh dokter Rosalie.


"Bayi-bayi kalian ini memerlukan sentuhan kedua orang tua mereka sejak dalam kandungan. Dan nyonya harus mengijinkan suami nyonya menyentuh perut anda nyonya, supaya bayi-bayi anda itu bahagia sehingga mereka dapat bertumbuh dan berkembang dengan baik. Saya yakin nyonya sudah tahu hal itu, karena Moranno mengatakan telah membelikan banyak buku tentang ibu hamil untuk anda. Dan bayi-bayi itupun dapat merasakan apa yang terjadi pada orang tua mereka." Kata dokter Rosalie lagi setelah menyelesaikan pemeriksaannya.


Moranno lalu membantu Yurina turun dari ranjang pasien dan membawanya duduk di kursi depan meja dokter Rosalie untuk mendengar penjelasan lebih lanjut.


"Mudah terasa lelah dari biasanya dok, dan bagian punggung tulang belakang hingga pinggang sering terasa sakit, sering terasa bila saat ingin bangkit dari berbaring dok." Kata Yurina menjelaskan apa yang ia rasakan.


"Ya itu adalah hal yang sering terjadi dan masih normal dialami oleh seorang ibu yang sedang mengandung, karena terjadinya pembesaran rahim yang diakibatkan perkembangan janin. Rahim yang membesar akan menekan kekandung kemih, dan ini membuat ibu yang hamil mudah sekali ingin buang air kecil, sedangkan pembesaran rahim ini tentu saja akan menekan otot-otot sekitar rahim sehingga memicu adanya sakit pada pinggang ibu yang sedang mengandung. Untuk menghindari sakit pinggang ini disarankan jangan terlalu lama berdiri atau duduk, ya seimbang saja. Jelas dokter Rosalie dengan gamblang.


"Mual dan muntah apakah ada?" Tanya dokter Rosalie lagi.


"Tidak ada dok, tapi dia...." Kata Yurina sambil menoleh kearah Moranno dengan hati-hati.


"Oh... Kalian adalah pasangan yang luar biasa. ini memang sangat jarang sekali terjadi, seorang suami bisa turut merasakan gejala-gejala dari isterinya yang mengandung. Itu artinya ada hubungan jiwa yang kuat antara pasangan suami isteri. Anda sangat beruntung nyonya Moranno." Kata dokter Rosalie sambil tersenyum.


"Tapi tidak kah itu mengganggunya, karena ia sangat sibuk berkerja, dan apa penyebabnya?" Tanya Yurina yang agak mengkhawatirkan suaminya itu.

__ADS_1


"Mual dan muntah atau morning sickness yang dialami suami nyonya itu sering disebut sindrom couvade atau kehamilan simpatik, itu bisa terjadi pada suami karena adanya perubahan hormon prolaktin dan kartisol pada pria. Bisa jadi ada kekhawatiran atau stress berlebih menjadi seorang ayah, rasa ketertarikan pada isterinya yang sedang hamil, dan banyak hal lainnya. Pada fase ini juga biasanya nafsu makan pria atau wanita juga meningkat atau berkurang.


"Ya memang agak mengganggu apalagi mual dan muntah itu bisa muncul kapan saja dan diwaktu yang tidak tepat, apalagi seperti kata nyonya, suami nyonya seorang yang sibuk berkerja. Pada masa seperti ini dibutuhkan adanya saling memperhatikan antara pasangan suami dan isteri."


"Tapi tak perlu khawatir, morning sickness biasa terjadi di trisemester pertama. Suami isteri bisa saling mendukung untuk mengatasinya, misalnya berolahraga bersama, dapat mengelola stress, dan berusaha tetap bahagia." Tutur sang dokter panjang lebar.


Dokter Rosalie lalu menulis disecarik kertas lalu menyerahkan pada Yurina.


"Ini resep vitamin yang masih ďiminum, bisa ambil diapotik nanti. Dan ingat harus makan dengan gizi yang cukup karena dalam kandunganmu ada dua bayi yang memerlukan asupan nutrisi setiap harinya."


"Baik dok, terima kasih banyak kami permisi dulu." Kata Yurina sambil berdiri diikuti oleh Moranno.


Dokter Rosalie mengantarkan pasangan suami isteri itu hingga didepan pintu ruang prakteknya. Yurina langsung menuju apotik yang berada berseberangan dengan ruang praktek dokter Rosalie


"Aku melihat sikapmu berbeda pada Yurina." Kata dokter Rosalie pada Moranno setengah berbisik supaya tidak terdengar oleh Yurina.


"Berbeda bagaimana maksudmu?" Tanya Moranno pura-pura tak mengerti pertanyaan sahabatnya itu.


"Kau sekarang terlihat lebih perhatian padanya?" Kata dokter Rosalie yang mengarahkan pandangannya pada Yurina yang sedang berdiri didepan apotik.


"Ya karena dia isteriku, siapa lagi yang memperhatikannya kalau bukan aku." Katanya berusaha menyembunyikan perasaannya.


"Bukan hanya karena dia isterimu, tapi kau sudah jatuh cinta kan padanya, aku bisa melihatnya dimatamu?" Goda dokter Rosalie sambil tersenyum lebar.


Wajah Moranno lalu bersemu merah, tak bisa menyanggah lagi apa yang dikatakan dokter Rosalie padanya.


Yurina yang baru saja selesai mengambil vitamin diapotik kembali menghampiri mereka yang masih berbincang didepan pintu praktek dokter Rosalie.


"Nyonya Moranno, ingat ya, bayi-bayimu memerlukan sentuhan daddy nya." Kata dokter Rosalie pada Yurina sambil tersenyum penuh arti.

__ADS_1


***


__ADS_2