JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 173 "Resepnya hanya CINTA"


__ADS_3

Dokter Rosalie membalur jeli pada perut bagian bawah Yurina hingga merata.


Setelahnya ia meletakan tranduser pada perut Yurina yang telah dibalur, lalu mulai menggesernya sambil menatap kearah layar monitor.


Nyonya Agatsa ikut menatap kearah layar monitor yang dilihat dokter Rosalie tanpa berkedip, hatinya begitu berdebar - debar menanti hasil yang bisa terlihat pada layar monitor.


"Dokter Rosalie, saya belum melihat apa - apa." Ucap nyonya Agatsa masih menatap pada layar dengan penuh perhatian.


"Nyonya besar.......perhatikan titik hitam itu dengan baik." Dokter Rosalie menunjuk dengan menggunakan sinar infra red pada layar monitor.


"Iya, saya melihat titik hitam itu dokter..... Apa itu?" Tanya nyonya Agatsa.


"Titik hitam itu adalah janin yang sedang dikandung nyonya muda, nyonya besar. Sekarang perhatikan suara detak jantungnya." Dokter Rosalie mengeraskan volumenya.


Yurina dan nyonya Agatsa terkesiap, suara detak jantung itu terdengar begitu jelas pada indera pendengaran mereka.


Bulir air mata keluar dari sudut mata Yurina tanpa ia mampu menahannya, rasa haru, saat melihat janinnya yang masih berupa titik hitam, hatinya terasa sangat bahagia.


Nyonya Agatsa tak kalah terharu, matanya tak berkedip hingga mulutnya sedikit terbuka menyaksikan titik hitam dilayar monitor yang memiliki detak jantung yang sangat jelas terdengar lewat pengeras suara.


"Apakah nyonya besar dan nyonya muda mendengar suara detak jantungnya??"


"Iya dokter.... kami mendengarnya."Sahut nyonya Agatsa antusias.


"Janin nyonya muda baru berusia dua minggu, itu sebabnya terlihat sangat kecil, serupa titik hitam." Jelas dokter Rosalie sambil melihat layar monitor dan masih menunjuknya menggunakan sinar infra red.


"Selamat nyonya muda, ternyata memang benar apa yang dikatakan tuan Moranno semalam, bahwa anda sedang mengandung." Ucap dokter Rosalie mengulurkan tangannya lalu disambut Yurina sambil tersenyum.


"Apa Moranno sudah tahu kalau dirimu sedang hamil Yurina? " Tanya nyonya Agatsa penasaran. Seingatnya, wajah putranya itu nampak kusut tadi pagi karena kurang tidur gara - gara permintaan Yurina yang aneh dan tidak jelas semalam.


"Belum tahu mom..... aku juga baru mengetahuinya sekarang kalau aku sedang hamil." Jelas Yurina melihat kearah ibu mertuanya.


"Jadi..... itu artinya tuan Moranno mengatakan bahwa nyonya muda semalam mengandung hanya akal - akalannya saja supaya dapat informasi tentang diriku dan tuan Hartawan." Tebak dokter Rosalie.


"Hmm..." Yurina mengangguk membenarkan.

__ADS_1


"Huhh.... benar - benar ya tuan Moranno itu, bisa - bisanya dia berkata seperti itu....." Dokter Rosalie nampak kesal pada sahabatnya itu.


"Tapi itu kan doa putraku dokter, nyatanya pagi ini kau sendiri yang memeriksa dan membuktikan bahwa menantuku hamil bukan??" Ucap nyonya Agatsa membela putra kesayangannya.


"Iya, anda benar nyonya besar......" Dokter Rosalie yang sempat kesal kini terkekeh.


"Dokter Rosalie, apakah anda benar akan menikah dalam waktu satu bulan lagi dengan tuan Hartawan." Tanya Yurina yang baru saja bangkit dari berbaringnya diatas ranjang pasien.


"Iya itu benar nyonya muda.... Semalam, sepulang pesta pernikahan sahabat......" Dokter Rosalie tiba - tiba menghentikan ucapannya, ia langsung tersadar, bila ia melanjutkan perkataannya menyebut nama 'Randiasa', tentu saja nyonya besar yang sangat membenci nama itu pasti akan marah besar.


"Sahabat saya dokter......" Yurina langsung melanjutkan perkataan dokter Rosalie. Ia dengan cepat mengerti kekhawatiran dokter Rosalie karena sudah mendengar penjelasan dari Moranno semalam.


"Iya.... sahabat anda nyonya muda. Tuan Hartawan langsung membahas hal itu saat dimobil. Padahal sebelumnya kami belum pernah membahas sampai sejauh itu nyonya muda." Jelas dokter Rosalie sambil tersengum - senyum sendiri.


"Jadi, pernikahan kalian itu juga berkat putraku Moranno......??" Tanya nyonya Agatsa memastikan.


"Iya nyonya besar. Kami membicarakan soal pernikahan, karena tuan Hartawan yang kebablasan mengatakan hal itu pada tuan Moranno diacara pernikahan sahabat nyonya muda semalam." Ucap dokter Rosalie nampak sedikit ragu, karena takut ketahuan pada nyonya Agatsa.


"Baguslah kalau begitu......" Nyonya Agatsa tersenyum lebar.


"Terima kasih nyonya besar." Dokter Rosalie mengulas senyum diwajahnya yang terlihat bahagia.


"Oh, ya..... untuk nyonya muda..... usahakan harus banyak istirahat dan dijaga emosinya supaya tidak tertekan.....Saya melihat wajahnya terlihat pucat dipagi ini." Ucap dokter Rosalie menatap wajah Yurina lalu beralih pada nyonya Agatsa kembali.


"Juga asupan makanan yang bergizi pada nyonya muda sangat penting diusia kandungan pada trisemester pertama. Bila masih sering muntah - muntah, tetap diusahakan makan dan minum setelahnya, karena pertumbuhan janin dalam kandungan sangat bergantung pada asupan yang diterimanya." Jelas dokter Rosalie sambil mengambil kertas dan pulpen diatas mejanya.


"Saya akan membuatkan resep untuk mengatasi rasa mual pada nyonya muda juga vitamin penambah nafsu makannya." Dokter Rosalie menulis dengan cepat dan memberikan kertas yang ia tulis pada nyonya Agatsa.


"Resep dapat ditebus pada apotik yang berseberangan dengan ruangan saya ini nyonya besar."


"Baiklah..... kalau begitu, kami permisi dulu dokter Rosalie....." Pamit nyonya Agatsa.


"Iya sama - sama nyonya besar." Sahut dokter Rosalie sambil melemparkan senyumnya pada nyonya Agatsa.


"Pelan - pelan nyonya muda....." Dokter Rosalie membantu Yurina turun dari ranjang pasiennya.

__ADS_1


"Terima kasih dokter......" Ucap Yurina sambil berdiri tegak setelah turun dari ranjang pasien.


"Yurina, kau tunggu disini sebentar, mommy akan menebus resep obat dulu diapotik depan." Ucap nyonya Agatsa melihat kearah menantunya.


"Iya mom......." Nyonya Agatsa segera menuju apotik dan menemui beberapa petugas yang berjaga.


"Dokter..... bagaimana cara mengatasi mual akibat bau dari tubuh suami??" Tanya Yurina, sesaat setelah kepergian mertuanya.


Dokter Rosalie mèngerutkan keningnya, ia menatap wajah Yurina heran karena pertanyaannya.


"Apa nyonya muda merasa mual bila mencium aroma tubuh tuan Moranno?" Tanyanya untuk memperjelas pendengarannya.


" Hmm...."Gumam Yurina sambil menganggukan kepalanya.


"Aneh sekali......" Ucap dokter Rosalie masih dengan mimik wajah keheranan.


"Aneh kenapa dok.....??" Yurina ganti bertanya heran.


"Setahu saya, tuan Moranno itu selalu ekstra menjaga penampilannya, juga kebersihan dirinya. Jadi tidak heran dia selalu wangi dalam setiap penampilannya, apalagi dimuka umum."


"Seingat saya, waktu nyonya muda sedang mengandung tuan muda Billy dan juga tuan muda Willy, itu pertama kali saya melihat tuan Moranno mempertahankan dirinya tidak mandi, dengan alasan nyonya muda sangat menyukai aroma tubuhnya yang belum mandi waktu itu. Saya pikir itu hanya omong kosong belaka. Ternyata, setelah nyonya ditemukan, saya melihat sendiri saat nyonya mengendus - endus tubuh tuan Moranno waktu itu." Dokter Rosalie tidak bisa menahan senyumnya saat menceritakan ulang apa yang disaksikannya dulu, membuat Yurina tersenyum malu mendengarnya.


"Itulah yang membuat saya merasa aneh, bila sekarang nyonya tidak menyukai bau tubuh tuan Moranno." Ucap dokter Rosalie masih tersenyum.


"Yah, sepanjang saya menjadi dokter kandungan, memang banyak keanehan yang saya jumpai pada ibu - ibu hamil, salah satunya nyonya muda."


"Tapi saya tidak punya resep obat untuk mengatasinya nyonya. Sepertinya resepnya ada pada nyonya muda sendiri."


"Pada saya sendiri dok??" Tanya Yurina memastikan.


"Iya nyonya muda.....resepnya hanya CINTA..... bukankah nyonya muda mencintai tuan?? Jadi seaneh wanita yang sedang mengandung dan banyak maunya, kadang tidak terkendali, seaneh itu juga cinta antara suami dan isteri akan bisa mengatasinya."


Yurina tertegun mendengar ucapan dokter Rosalie. Apa mungkin, karena ia sedang jatuh cinta sekarang pada tuan Hartawan, jadi ia menjadikan kata cinta sebagai solusi dari resep rasa mabuknya pada saat berdekatan dengan Moranno, pikir Yurina didalam hatinya.


Entahlah, hanya dokter Rosalie yang tahu apa maksud perkataannya tadi, pikir Yurina lagi.

__ADS_1


...•••...


__ADS_2