JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 208 "Jangan sedih ditinggalin Rosa....."


__ADS_3

Perhatian !!!


Area Dewasa !!!


+ 21 Tahun !!!


"Kalau main dirumah adik Billy dan adik willy tidak boleh nakal ya, harus patuh pada apa yang dikatakan daddy dan mommy kembar ya......?" Pesan tuan Hartawan lagi pada putrinya itu sambil merapikan anak - anak rambut yang menutupi wajah Rosalia.


"Rosa janji tidak akan nakal papah..... jangan buru - buru jèmput Rosa ya, sore saja, supaya Rosa puas mainnya sama adik - adik bayi juga......." Sahut Rosalia balas memberikan pesan.


Tuan Hartawan hanya bisa tertawa mendengar celoteh putrinya itu, diikuti oleh Moranno, Yurina, dan dokter Rosalie.


Moranno masuk kemobilnya diikuti Yurina. Rosalia memeluk ayahnya juga dokter Rosalie ibu sambungnya lalu menyusul dan duduk dipangkuan Yurina.


"Dadah papah...... dadah mamah...... Rosa pamit dulu ya......." Rosalia melambaikan tangannya dengan senyum riangnya. Wajahnya terlihat gembira karena akan bertemu dengan Billy, Willy, dan dua adik perempuan kembar yang sangat dia sukai.


Tuan Hartawan dan dokter Rosalie menatap mobil Moranno yang perlahan menjauhi tempat mereka berdiri dengan membawa putri kesayangan mereka.


Tangan tuan Hartawan menggandeng tangan isterinya itu menuju kemobil mereka yang terparkir tidak jauh dari tempat itu.


"Sayang..... maafkan aku, aku tidak bisa melahirkan anak.... atau adik bayi untuk putri kita....." Ucapan itu lolos begitu saja dari mulut dokter Rosalie, saat keduanya sudah berada didalam mobil.


"Sayang..... bukankah kita sudah selesai membahas masalah itu. Aku bahkan tidak menuntut keturunan darimu. Aku mencintaimu, putri kita juga begitu, dan kelurgaku juga tidak keberatan. Apa lagi yang mengganggu pikiranmu sayang......?" Tuan Hartawan meraih tubuh isterinya itu masuk kedalam pelukannya. Dengan lembut diusapnya buliran air mata yang hampir jatuh dari pelupuk mata sang isteri.


"Aku hanya sedih..... aku tidak bisa seperti wanita - wanita lainnya, bisa melahirkan putra - putri cantik yang meramaikan rumah kita yang sepi sayang....." Dokter Rosalie sesenggukan dalam pelukan suaminya itu.


"Sayang..... sudahlah..... menikah denganmu sudah membuatku sangat bahagia. Kau sangat menyayangi Rosalia, walau dia bukan putri kandungmu. Kita cukup membesarkannya menjadi anak yang baik, beretika, dan tentunya menjadi pribadi yang berguna dalam masyarakat. Bisa menjadi seperti dirimu, mamahnya, atau menjadi seperti diriku papahnya. Walau putri kita hanya satu, tapi bila kita membesarkan dengan baik dan penuh kasih sayang, percayalah dia akan menjadi anak kebanggan kita. Itu yang lebih penting sayang." Ucap tuan Hartawan memberi penghiburan pada isterinya itu.


"Jadi kau tidak perlu memikirkan itu lagi. Aku mencintaimu....dan tetap sangat memcintaimu sayang.... sampai kapanpun." Tuan Hartawan menarik lembut dagu isterinya. Ciuman bibirnya mendarat hangat dibibir wanita yang masih ada dalam pelukannya itu.


Dokter Rosalie menyambut ciuman hangat suaminya, sentuhan sang suami mampu membuat dirinya melupakan kesedihannya pagi itu.

__ADS_1


Tuan Hartawan perlahan melepaskan ciumannya, namun dokter Rosalie semakin memeluk erat suaminya dan menekan tengkuk suaminya itu, seolah tidak rela melepaskan kemesraan yang sudah mereka ciftakan bersama dalam hitungan detik.


"Sayang..... kita masih dimobil dan masih diparkiran rumah sakit tepat mu berkerja." Tuan Hartawan mengingatkan. Dokter Rosalie seakan tidak perduli. Dengan mata terpejam bibirnya terus mencari bibir suaminya, membuat suaminya itu akhirnya mengikuti keinginannya.


Heningnya suasana dalam mobil membuat suara cecapan - cecapan mereka terdengar jelas ditelinga mereka masing - masing, hasrat dokter Rosalie tidak terbendung. Dirinya bertambah liar, membuat suaminya hampir kwalahan dibuatnya.


Untaian - untaian ******* terdengar menggema dari mulut pria itu, entah apa yang dilakukan sang dokter wanita itu padanya, untung saja suasana diparkiran pagi itu sedang sepi karena akhir pekan. Jadi apa yang sedang terjadi pada keduanya tidak menyita perhatian lingkungan sekitarnya.


...•••...


"Nanti, kalau sudah besar...... Rosa hanya mau duduk dikursi kehormatan bersama adik Billy dan adik Willy saja mamah, seperti sekarang ini. Adik Billy disebelah kanannya Rosa dan adik Willy disebelah kirinya Rosa mamah." Ucapnya sambil menunjuk pada kedua pria kecil yang duduk dengan manisnya disamping dirinya.


"Kursi kehormatan itu apa makaudnya sayang?" Tanya dokter Rosalie menatap wajah putrinya yang sedang duduk dikursi mini dan diapit oleh Billy dan Willy disebelah kanan dan kirinya.


"Seperti mamah dan papah dulu, yang buat pesta digedung besar itu nah mah....." Sahut Rosalia berusaha menggambarkan apa yang dimaksudkannya.


"Pengantin maksudnya......??" Tanya dokter Rosalie memperjelas maksud putrinya.


"Rosa sayang..... pengantin itu harus satu pasang. Terdiri dari satu laki - laki dan satu perempuan. Tidak ada dua laki - laki dan satu perempuan." Ucap dokter Rosalie memberi pengajaran sejak dini dengan bahasa yang bisa dipahami putrinya itu.


Rosalia menatap wajah dokter Rosalie sejenak lalu mengalihkan pandangannya pada Billy sejenak. Dilihatnya wajah Billy yang imut sambil mengunyah camilan. Pria kecil itu yang duduk manis dikursinya, menyadari dirinya sedang diperhatikan Rosalia, ia lalu memberikan sisa gigitan camilan yang ada ditangannya kemulut Rosalia. Gadis itu langsung melahapnya sambil tertawa kecil. "Terima kasih adik Billy....."


Rosalia lalu beralih kesisi kirinya dimana Willy duduk sambil memainkan pesawatnya dengan penuh konsentrasi. Ia kembali menatap dokter Rosalie dengan wajah memelas.


"Rosa nggak bisa memilih mamah..... Rosa sayang sama adik Billy.... juga sayang sama adik Willy. Mereka sangat menggemaskan......." Ucapnya menghiba. Para orang tua itu hanya bisa menggeleng - gelengkan kepala mereka melihat sikap Rosalia yang sangat menyayangi kedua anak laki - laki kembar itu, sejak mereka bayi, hati Rosalia sudah begitu terpaut pada keduanya.


"Kalau adik bayi Marina dan Malizha gimana, kakak Rosa sayang juga 'kan?" Tanya Yurina menggoda gadis kecil itu sambil mendekatkan kereta bayi kedua putri kembarya itu pada Rosalia. Rosalia langsung berdiri, dirinya menatap gemas kedua bayi kembar yang juga sedang menatap wajahnya dengan bola mata beningnya sambil tangan kecil itu menggapai - gapai ingin meraih wajah Rosalia yang sengaja ia dekatkan pada kedua bayi itu.


"Iya...... Rosa juga sayang sama adik bayi Marina dan adik bayi Malizha. Mereka sangat cantik dan lucu....." Ujar Rosalia sambil tertawa kecil saat kedua bayi usia tiga bulan itu menggenggam tangannya dengan jari - jari mungil mereka. Rosalia mencium tangan kedua bayi kecil itu dengan bibirnya berulang - ulang secara bergantian.


"Rosa sayang..... kita pulang dulu ya, hari sudah sore....." Bujuk dokter Rosalie akhirnya.

__ADS_1


"Tapi Rosa masih pengen disini mah....." Rosalia masih sibuk mencium bayi - bayi perempuan itu, membunyikan melodi pada mainan berbentuk boneka ikan. Bayi - bayi itupun menatap mainan boneka ikan yang sedang dimainkan oleh tangan Rosalia. Mulut mungil mereka mengeluarkan suara - suara menggemaskan, kaki dan tangan bayi - bayi itu turut bergerak seolah ingin merebut mainan itu dari tangan Rosalia.


"Pekan depan, kita main kesini lagi ya sayang...... mamah janji......." Bujuk dokter Rosalia lagi sambil mengangkat jari kelingkingnya ke dekat wajah putrinya itu.


"Janji.....??" Rosalia memastikan sambil mengaitkan jari kelingkingnya pada jari kelingking ibunya.


"Mamah janji......" Sahut dokter Rosalie sambil tersenyum.


"Ayo, Rosa mau pulang.......Tapi Rosa pamitan dulu sama semua adik - adik Rosa." Rosalia lalu berbalik. Gadis kecil itu menyentuh pipi bayi Marina dengan hidungnya lalu beralih pada adik bayi Malizha. Selanjutnya Rosalia menghampiri Billy yang masih duduk dikursi mininya. ia baru saja menghabiskan camilan dalam mangkuk yang ada dipangkuannya.


"Kakak Rosa pulang dulu ya adik Billy....." Rosa merangkul pria kecil itu dan mencium pipinya lama. Billy hanya berdiam diri. Selanjutnya Rosalia menghampiri Willy yang berlari kesana - kemari membawa pesawatnya untuk terbang.


"Adik Willy......! berhenti......! Kakak Rosa mau pulang dulu bersama papah dan mamah.....!"


Willy berhenti sejenak lalu berlari menghampiri Rosalia, pria kecil itu lalu memeluk Rosalia dan mencium pipinya sekilas dan cepat melepaskan. "Dadah......." Willy melambaikan tangannya pada Rosalia lalu kembali berlari - lari kecil membawa pesawat mainan ditangannya.


Tuan Hartawan tersenyum melihat tingkah putrinya bersama anak - anak Moranno yang terlihat saling menyayangi.


"Tuan Moranno, nyonya muda...... kami pamit dulu..... terima kasih karena sudah mengijinkan Rosalia putri kami untuk bermain disini bersama - sama anak - anak tuan dan nyonya......" Ucap tuan Hartawan sambil tersenyum tipis.


"Justru kami yang berterima kasih tuan Hartawan. Anda dan dokter Rosalie mau mengijinkan anak anda bersama kami disini, anak - anak kami sangat menyukai putri tuan, Rosalia....... dia anak yang sangat menyenangkan. Sesuai janji dokter Rosalie, ajaklah Rosalia kemari diakhir pekan untuk bermain lagi bersama Billy dan Willy......" Sahut Yurina turut tersenyum ramah.


"Tentu saja nyonya muda......" Dokter Rosalie ikut menyahut.


"Ayo, pamitan dulu dengan tuan Moranno dan nyonya muda sayang....." Ucap dokter Rosalie lagi pada putrinya.


"Rosa pulang dulu ya mommy kembar......" Ucap gadis itu sambil mencium pipi Yurina yang berjongkok didekatnya.


Rosalia segera menghampiri Moranno yang juga sudah berjongkok menanti dirinya." Rosa pulang dulu ya daddy kembar..... jangan sedih ditinggalin Rosa..... masih ada adik Billy dan adik Willy, juga adik bayi Marina dan adik bayi Malizha yang akan menemani daddy dan mommy kembar." Moranno terkekeh mendengar celoteh Rosalia, dirinya langsung memeluk tubuh gadis kecil itu dan menciumnya dengan gemas.


...•••...

__ADS_1


__ADS_2