
"Dimana yang lainnya?" Tanya Yurina saat tidak melihat siapapun selain mereka berdua saja dimeja makan itu.
"Memangnya siapa yang kau cari sayang?" Tanya Moranno menyelidik sambil menatap wajah Yurina yang duduk disebelahnya.
"Kata kak Harry..... Ia kemari mengantarkan tuan dan nyonya Morgan, juga nyonya Naomi..... Kabarnya nyonya besar dan juga adik ipar sudah tiba siang ini disini. Lalu dimana mereka, kenapa tidak makan siang bersama - sama kita?" Sahut Yurina melihat kearah suaminya itu. Moranno sedikit lega mendengar ucapan isterinya itu. Ia tersenyum seorang diri karena sempat memiliki pikiran yang tidak sewajarnya pada isterinya itu.
"Mereka..... ada di bangunan villa yang lain. Disini khusus kita berdua sayang." Kata Moranno sambil menunjuk beberapa menu makanan yang ia inginkan pada Yurina yang mengambilkannya untuk dimasukkan kepiringnya.
"Bila kita liburan bersama, kenapa harus memisahkan diri?" Tanya Yurina meletakkan piring yang sudah terisi menu makan siang dihadapan Moranno.
"Bukan memisahkan diri sayang, tapi aku ingin menikmati kebersamaan kita tanpa ada gangguan yang lainnya. Nanti ada waktunya kita berkunjung ke villa tempat mereka menginap, aku akan menemanimu untuk menemui mereka. Biarkan mereka beristirahat dulu, karena mereka pasti lelah menempuh perjalanan kemari." Kata Moranno sambil menyuapkan makanan kemulutnya. Yurina menganggukkan kepalanya, ia juga turut menyuapkan makanan kemulutnya.
Moranno dan Yurina menikmati makan siang mereka dengan tenang.
"Tambah lagi suamiku.....?" Tanya Yurina saat melihat piring Moranno yang sudah kosong.
"Cukup sayang...... aku sudah kenyang....." Sahut Moranno disertai isyarat tangannya.
"Ini gelas jusmu suamiku......" Kata Yurina menyodorkan gelas jus pada Moranno.
"Terima kasih sayang......" Moranno meraih gelas jus nya lalu segera meminumnya hingga habis. Ia mengambil tissue dan membersihkan sudut - sudut bibirnya.
"Kau sudah selesai sayang?" Tanya Moranno saat melihat Yurina menatap wajahnya.
"Hmmm....." Yurina mengangguk.
"Kita kekamar bayi, aku ingin melihat mereka." Ajak Moranno. Ia berdiri dan menggandeng tangan Yurina menuju kekamar bayi mereka.
Moranno mengetuk pintu. Terdengar suara dari dalam, tak lama pintu dibukakan.
"Selamat siang tuan dan nyonya muda..... Silahkan masuk......." Sapa bibi Salu mempersilahkan saat melihat kedua majikannya itu didepan pintu.
" Terima kasih bibi......" Sahut Moranno dan Yurina bersamaan. Keduanya masuk kedalam kamar bayi itu. Seperti biasanya, kamar bayi itu nampak seperti kapal pecah. Moranno dan Yurina harus memilih lantai yang harus mereka pijak supaya tidak terinjak mainan kedua bayi kembar mereka.
"Maafkanlah kami tuan dan nyonya muda...... keadaan kamar ini terlihat begitu kacau....." Ucap bibi Nur pada kedua majikannya yang datang berkunjung kekamar itu.
"Tidak apa - apa bibi.... kami maklum, apa lagi ini semua dilakukan oleh bayi - bayi gembul itu." Kata Yurina sambil tersenyum lebar melihat dua bayi yang sedang asik merangkak kesana kemari untuk melemparkan mainan - mainan mereka. Tawa mereka terdengar riuh dan saling bersahut - sahutan satu sama lain.
__ADS_1
"Mereka belum tidur bibi?" Tanya Moranno turut melihat kearah dua bayi kembarnya yang merangkak dengan membawa tubuh bulatnya yang terlihat begitu berat.
"Belum tuan.... memang akhir - akhir ini mereka hanya tertidur sekali saja disiang hari, itu pun bila mereka sudah sangat lelah bermain." Jelas bibi Nur, ia pun turut tersenyum memandang kearah bayi - bayi itu.
"Bibi Nur dan bibi Salu sudah makan siang?" Tanya Yurina disela - sela keasikan mereka memperhatikan tingkah para bayi yang terus merangkak kesana - kemari sambil tertawa riang tanpa lelah.
"Belum nyonya muda...... Tapi nanti kami akan melakukannya secara bergantian." Sahut bibi Nur.
"Kalau begitu, bibi Nur dan bibi Salu makan siang sekarang saja sekalian beristirahat sejenak. Biarkan kami yang akan menemani bayi Billy dan bayi Willy disini." Ucap Yurina.
"Tapi nyonya muda......." Kata bibi Nur nampak ragu.
"Tidak apa - apa bibi, lagi pula aku dan suamiku ingin bermain dengan mereka juga....." Kata Yurina meyakinkan.
"Baiklah nyonya...... Kalau begitu kami berdua permisi dulu...." Kata Bibi Nur lalu berdiri dan membungkuk hormat diikuti bibi Salu, lalu keduanya meninggalkan kamar bayi itu.
Moranno mendekati bayi Billy yang merangkak tidak jauh darinya. Bayi Billy yang melihat keberadaan daddy nya yang mendekat segera pergi menjauh kesudut.
"Sayang, sepertinya bayi Billy dendam padaku, ia masih ingat apa yang kulakukan padanya semalam, lihat ia menjauhiku...." Ujar Moranno yang masih mengawasi bayi Billy yang merangkak kearah sudut ruangan.
Yurina yang mendengarkan perkataan Moranno ikut memperhatikan apa yang dilakukan bayi sulungnya itu.
Yurina mendekati bayi Billy, ia tersenyum lebar saat berada didekat bayinya itu.
"Suamiku..... Kemarilah, aku akan memberi tahu mu kenapa ia menjauhimu suamiku...." Panggil Yurina pada Moranno masih dengan senyum lebarnya.
Moranno segera mendekati Yurina dan bayi Billy yang masih bediam diri disudut ruangan sambil menyembunyikan wajahnya menghadap dinding.
"Aroma apa ini sayang, sangat menyengat sekali." Kata Moranno sambil mengibas - ngibaskan satu tangannya didepan hidungnya.
"Itulah alasannya bayi Billy menjauhimu suamiku..... dia sedang buang air besar......" Kata Yurina tertawa kecil. Ia lalu meraih tubuh bulat Billy untuk menggendongnya dan membawa bayinya itu menuju kamar mandi.
Tak lama kemudian Yurina sudah keluar lagi dengan bayi Billy yang dibalut dengan handuknya.
Yurina membaringkan bayi Billy dikasur busa, lalu segera mempersiapkan popok baru, minyak telon, bedak tabur dan juga pakaian gantinya.
Moranno duduk didekat Yurina dan memperhatikan apa yang dilakukan isterinya itu hingga bayi Billy selesai mengenakan bajunya.
__ADS_1
"Nah..... anak mommy sudah wangi lagi sekarang...." Kata Yurina sambil menggendong bayi Billy tinggi - tinggi diatas wajahnya, lalu mencium bayi itu bertubi - tubi membuat bayi Billy tertawa - tawa geli.
"Tapi kok masih bau asem sayang....." Kata Moranno yang masih mencium aroma tidak sedap dari bayinya itu.
"Ahh.... masa sih.... tidak kok.... kau pasti salah penciuman suamiku, bayi Billy sudah wangi, ini coba kau gendong....." Kata Yurina sambil menyerahkan bayi Billy untuk digendong Moranno.
"Iya, kau benar sayang...." Kata Moranno sambil mencium bayi Billy yang ada dalam gendongannya.
"Tapi kenapa tadi bau ya....." Kata Moranno lagi.
"Suamiku..... lihat....."Tunjuk Yurina kearah belakang Moranno yang sedang duduk. Nampak bayi Willy dengan posisi masih merangkak menatap kepada kedua orang tuanya dengan wajahnya yang meringis.
"Sepertinya dia yang mengeluarkan aroma yang kau katakan itu suamiku....." Kata Yurina sambil mendekati bayi Willy yang terlihat sedang berkonsentrasi mengeluarkan sesuatu.
Digendongnya bayinya itu lalu segera dibawa masuk kekamar mandi. Terdengar suara kran air dihidupkan.
Tak lama kemudian, Yurina sudah keluar membawa bayi Willy yang sudah terbalut dengan handuk bayinya. Bayi itu mengemut ibu jarinya saat ibunya membaringkannya diatas kasur busa.
Yurina segera membalur minyak telon ketubuh bayinya, dan memberi bedak tabur. Setelahnya bayi itu telah mengenakan pakaian ganti yang telah Yurina siapkan.
"Nah..... sekarang anak mommy yang ini juga sudah wangi......".Kata Yurina sambil mencium wajah bayinya itu bertubi - tubi membuat bayi Willy tertawa - tawa geli.
"Sekarang waktunya minum ASI......"Yurina meraih tubuh bayi Willy kepangkuannya dan memberikan pucuk dadanya. Bayi Wlly dengan cepat menyambar pucuk dada ibunya dan menyesapnya dengan lahap.
"Terus bayi Billy gimana sayang..... dia pasti ingin menyusui juga..... " Kata Moranno sambil menggendong bayi Billy yang sedang melihat adik kembarnya itu menyusu pada ibunya.
"Berikan dia botol dot ASI yang ada diatas nakas itu suamiku....." Kata Yurina menunjuk kearah nakas.
Moranno segera berdiri dan membawa bayi Billy dalam gendongannya menuju nakas, setelahnya ia kembali mendekati Yurina yang sedang menyusui bayi Willy.
"Sekarang daddy akan menyusuimu juga ya sayangnya daddy......" Kata Moranno memberikan botol dot berisi ASI pada bayi Billy. Yurina yang mendengarnya langsung tertawa.
****
♡♡♡Pemberitahuan untuk para pembaca tersayangku "JAGA HATIMU UNTUKKU", ceritanya sebentar lagi akan tamat. Author sudah membuat kisah kelanjutan untuk para penerus keluarga Agatsa di novel selanjutnya yang berjudul "HANARIA Wanita Sejuta Rasaku". Novel ini berkisah tentang seorang wanita mandiri, penuh perjuangan, yang akhirnya bersatu dengan salah satu penerus keluarga Agatsa. Yukz.... ikuti ceritanya....
Terima kasih untuk semua Pembaca tersayangku, kalian memberiku semangat untuk terus menulis karyaku. Doaku, semoga semua Pembaca tersayangku selalu diberikan kesehatan, umur yang panjang, kebahagiaan dalam keluarga, dan rejeki yang berlimpah - limpah.
__ADS_1
Selamat menunaikan ibadah puasanya bagi yang menjalankan.
Salam sehat, dan tetap semangat. 👍👍🙏🙏👍👍 God Bless♡♡♡