
"Nyonya muda, apakah anda sedang mengandung?" Tanya dokter Rosalie sambil melihat perut Yurina yang terlihàt rata.
"Saya........" Yurina terlihat bingung untuk menjawab.
"Iya isteriku sedang mengandung, kami kan baru saja pulang dari bulan madu." Moranno langsung menjawab pertanyaan dokter Rosalie membuat Yurina mendelikkan matanya melihat suaminya itu. Yang dilihat pura - pura tidak perduli.
Sementara dokter Rosalie menyangsikan akàn ucapan Moranno yang mengada - ada menurutnya demi mencapai keinginan yang ada didalam kepalanya.
"Benarkah?? Selamat ya tuan Moranno dan nyonya muda....." Ucap tuan Hartawan mengulurkan tangan memberi selamat, lalu langsung disambut oleh Moranno dengan antusias.
Yurina menelan salivanya dengan susah payah sambil melihat tangan Moranno yang begitu percaya diri menerima ucapan selamat dari tuan Hartawan.
"Tidak cukup ucapan selamat saja tuan Hartawan, anda harus ceritakan ada apa diantara anda dan dokter Rosalie sahabat saya, karena saya melihat sendiri bagaimana kalian berdua begitu mesra malam ini." Ucap Moranno masih menuntut penjelasan, dan dibalas gelakan dari tuan Hartawan.
"Baiklah tuan Moranno, memang sesuatu hal yang baik harus diberitahukan supaya orang - orang disekitar kita merasa ikut bahagia dengan kita, bukan begitu tuan Moranno??" Ucap tuan Hartawan menyisakan tawanya disudut - sudut bibirnya yang tersenyum lebar.
"Anda benar, saya setuju tuan Hartawan....." Jawab Moranno turut tersenyum lebar.
"Kalau saya telah mendengar berita baik bahwa nyonya muda sudah mengandung. Jadi berita baik dari saya.... bahwa saya dan dokter Rosalie, kami berdua sekarang memang sedang dekat." Moranno mendelikkan matanya memandang tuan Hartawan yang masih tersenyum lebar.
"Nah, insting saya benarkan bahwa anda dan sahabat saya itu memang sedang ada hubungan." Moranno melirik dokter Rosalie yang sedang berdiri bersisian dengan Yurina membuat sahabatnya itu sedikit salah tingkah.
"Dan rencananya, saya akan menikahi dokter Rosalie dalam waktu dekat." Lanjut tuan Hartawan lagi membuat Moranno terkesiap mendengarnya.
"Sungguh?? Ini berita yang sungguh sangat baik tuan Hartawan. Saya ikut bahagia mendengarnya...." Ucap Moranno dengan wajahnya yang berbinar.
"Wahh.... saya juga ikut bahagia mendengarnya dokter. Selamat ya......." Ucap Yurina seraya mengulurkan tangannya dan disambut dokter Rosalie, keduanya lalu berpelukan hangat sejenak. Nampak wajah dokter Rosalie merona.
"Kapan hari bahagia itu tiba tuan Hartawan?" Tanya Moranno yang tidak bisa menyembunyikan rasa ingin tahunya.
"Kami sedang mempersiapkan segala sesuatunya. Kurang lebih dalam tempo dua bulan lagi." Jelas tuan Hartawan.
__ADS_1
"Berarti waktu pernikahan anda dan dokter Rosalie tidak berjauhan dengan waktu pernikahan adik saya Margareth." Ungkap Moranno.
"Margareth akan menikah juga dalam waktu dekat? Dengan siapa?" Rosalie nampak kaget.
"Tuan Harry...." Jawab Moranno singkat.
"Tuan Harry sepupu nyonya muda??" dokter Rosalie kembali bertanya seolah tidak percaya.
"Iya benar dokter Rosalie....." Jawab Moranno membenarkan masih dengan wajah gembiranya.
"Aku turut senang mendengar berita baik ini." Ucap doktet Rosalie mentap wajah Yurina dan Moranno secara bergantian.
"Papah.... mamah..... Loca mau ketemu latunya sekalang. Ayo cepetan, buruan mamah.....!!" Rosalia tiba - tiba muncul diantara dokter Rosalie dan tuan Hartawan sambil menarik tangan keduanya dengan tidak sabar.
"Iyaaa sayang..... Rosa pasti bisa ketemu dengan sang ratu, tapi harus sabar menunggu ya, lihat disana, sang ratu dan sang raja masih banyak tamunya." Dokter Rosalie berjongkok, menyamakan tinggi tubuhnya dengan Rosalia, ia membujuk gadis kecil itu lembut, sambil menunjuk kearah sepasang pengantin yang masih menerima ucapan selamat dari para tamu undangan.
"Kita ikut antli aja disana mamah....sepelti om - om sama tante - tante itu." Tunjuk Rosalia pada deretan ujung para tamu yang beriap memberi ucapan selamat pada kedua pengantin.
Rosalia menengadahkan wajahnya keatas, menatap Moranno dan Yurina yang menjulang tinggi didepannya.
"Mommy dan daddy....." Panggil Rosalia menatap Yurina dan Moranno yang masih berdiri menatap kearahnya.
Dokter Rosalie, tuan Hartawan, Yurina dan Moranno, mereka saling berpandangan tidak mengerti mendengar panggilan Rosalia.
"Sayang..... itu tuan Moranno dan nyonya muda Yurina, kau boleh memanggilnya paman dan juga bibi." Jelas tuan Hartawan yang turut berjongkok dekat putrinya itu.
"Paman dan bibi itu 'kan daddy dan mommy nya adik bayi Billy dan adik bayi Willy 'kan pah...??" Ucapnya menatap wajah ayahnya.
"Iya sayang, kau benar.... kau pintar sekali....." Ucap tuan Hartawan sambil menoel hidung Rosalia dengan gemes.
"Itu altinya, Loca halus panggil paman dan bibi itu daddy dan mommy juga.... Kalna adik kembal Billy tama Willy itu adik Loca pah.... Benarkan pah kata Loca ini....??" Jelas Rosalia mengajari sang ayah.
__ADS_1
Tuan Hartawan nampak sungkan pada Yurina dan juga Moranno saat mendengar ucapan putrinya yang terdengar begitu polos.
"Rosa.... Rosa boleh kok, panggil paman dan bibi dengan sebutan daddy dan mommy.... Iya 'kan sayang??" Ucap Moranno pada Yurina sambil ikut berjongkok dihadapan gadis kecil itu.
"Iyaa sayang..... kau boleh panggil bibi dengan sebutan mommy, dan paman dengan sebutan daddy...." Yurina ikut berjongkok didekat Moranno suaminya menatap wajah Rosalia yang memandang kearahnya.
"Nah betulkan pahh..... Telima katih daddy, mommy....." Rosalia mencium pipih Moranno dan Yurina bergantian membuat keduanya tertawa melihat tingkah Rosalia yang terkesan dekat dengan mereka.
"Loca pamit dulu ya, Loca mau ajak papah tama mamah Loca, juga kakak Lala, menghadap laja tama latu di tinggatananya...." Ucap Rosalia dengan wajah imutnya pada Yurina dan Moranno. Membuat mereka semua tertawa mendengarnya.
"Baiklah..... daddy dan juga mommy mau pamit pulang duluan juga yah Rosa. Kami sudah duluan menghadap sang raja dan sang ratu disinggasananya." Ucap Moranno mengikuti gaya bahasa Rosalia.
""Dadahh daddy.... dadahh mommy....." Rosalia melambaikan tangannya sambil menarik tangan dokter Rosalie dan tuan Hartawan.
"Dadah juga Rosaliaa....." Moranno dan Yurina sama - sama melambaikan tangan mereka pada gadis kecil berpipi chubby itu.
"Kami permisi tuan Moranno dan nyonya muda...." Pamit tuan Hartawan mengikuti tarikan tangan putrinya itu.
" Jangan lupa ke praktekku ya, untuk memeriksakan kandungan nyonya muda...." Ucap dokter Rosalie yang sudah beberapa meter menjauh mengikuti Rosalia yang menyeret tangannya.
Moranno dan Yurina hanya bisa saling berpandangan mendengar ucapan dokter Rosalie pada keduanya hingga Rosalia, dokter Rosalie, tuan Hartawan dan Rara pengasuh gadis kecil itu menjauh menuju pengantin yang ada dipelaminan.
"Suamiku..... kau dengar ucapan dokter Rosalie tadi?" Ucap Yurina kembali memandang wajah Moranno.
"Dengar sayang...... Nanti kita akan atur waktu untuk bertemu dengannya...." Sahut Moranno santai.
"Suamiku, kita bertemu dokter Rosalie untuk memeriksakan kehamilanku, sedangkan aku belum mengandung....." Ucap Yurina sedikit tertekan.
"Saat kita periksa, kau pasti mengandung sayang, apa kau tidak percaya dengan kualitas juniorku, hmm? Aku 'kan sudah pernah membuktikannya dengan kehadiran putra kembar kiita...." Ucapnya sambil memeluk pinggang Yurina dengan satu tangannya.
Yurina lalu mencubit lengan suaminya sambil menoleh kesana - kemari takut ada yang mendengaar ucapan Moranno.
__ADS_1