JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 149 "Aku janji, tidak akan menangis bila tanganku terlanggar olehmu nanti"


__ADS_3

"Kau sudah kembali sayang?" Tanya Moranno saat melihat Yurina masuk kekamar mereka. Ditutupnya laptop kerjanya dan membereskannya diatas meja.


"Apakah bayi pintar itu sudah tertidur?" Tanya Moranno lagi.


"Sudah suamiku, bibi Nur dan juga bibi Salu yang menemani mereka. Bagaimana tanganmu apakah sudah diobati? Bila belum aku akan mengobatinya sekarang." Kata Yurina sambil memeriksa pergelangan tangan Moranno yang terlihat agak membiru, sambil duduk disofa disamping suaminya itu.


"Aku sudah membersihkannya menggunakan anti septik, juga salep dari kotak obat itu. Sepertinya bakat menggigitnya menurun darimu sayang, apakah kau ingat kau pernah menggigit bibirku dua kali." Kata Moranno tersenyum, dirinya mengingat masa dimana ia baru mengenal isterinya itu.


Yurina tertawa kecil mendengar ucapan Moranno suaminya. Ia memang pernah menggigit suaminya hingga dua kali.


"Mungkin saja, bayi Billy kan putraku.... Dan setahuku, bayi - bayi seusia mereka yang baru tumbuh giginya, akan menggunakan gigi mereka untuk menyerang siapa saja yang mengganggu diri mereka. Dan kau sudah merasakannya bukan suamiku.....?" Ucap Yurina masih dengan tawa kecilnya.


"Hmmm..... Iya kau ada benarnya juga sayang....." Ucap Moranno sambil meringis, saat tangan Yurina menyentuh luka gigitan Billy dipergelangan tangannya.


"Apakah masih sangat sakit?" Tanya Yurina memandang wajah Moranno yang masih meringis.


"Rasanya berdenyut, seakan gigi bayi Billy memiliki bisanya....." Sahut Moranno mengungkapkan apa yang ia rasakan. Yurina hanya bisa tertawa mendengar ucapan Moranno yang dirasanya berlebihan.


"Ayoo kita tidur, sudah mulai larut malam suamiku...." Yurina menggandeng dan membawa Moranno menuju tempat tidur.


Moranno hanya mengikuti, dan membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur. Yurina segera membentangkan selimut diatas tubuh Moranno dan merapikannya lalu ikut masuk kedalam selimut dan berbaring disisi Moranno.


"Sayang..... anggap saja liburan kita ini.... adalah bulan madu kita yang sempat tertunda diawal pernikahan kita." Kata Moranno memiringkan tubuhnya kearah Yurina.


"Lalu.....?" Tanya Yurina melihat wajah Moranno yang mendekat ke wajahnya.


"Kita program membuat adik bayi lagi untuk Billy dan Willy......" Tangan Moranno mulai memeluk tubuh isterinya itu.


"Terus tanganmu bagaimana, kan masih sakit suamiku?" Kata Yurina mengingatkan.


"Kan.... hanya tanganku saja yang sakit, bagian tubuhku yang lainnya tidak sayang....." Kata Moranno sambil mengerlingkan matanya.


Tangan Yurina langsung menahan tangan nakal Moranno yang sudah menelusup kedalam pakaiannya dan meraba - raba kesana - kemari.


"Hentikan tangan jahilmu itu suamiku.... Atau kau ingin menambah rasa sakit pada pergelangan tangan mu itu...." Kata Yurina sambil tetap memegang dan menahan tangan Moranno yang tidak mau diam.


"Sayang..... Ayoo lah.... Aku janji, tidak akan menangis bila tanganku terlanggar olehmu nanti...." Rayu Moranno dengan wajah jenakanya.

__ADS_1


Yurina tertawa mendengar rayuan Moranno yang sangat menggelikan ditelinganya.


"Sayang..... beritahu aku bagaimana caranya supaya aku bisa mendapatkan dirimu? Hmmm? Atau.... haruskah aku bersujud seperti ini isteriku?" Kata Moranno langsung memposisikan dirinya berjongkok dan bersujud disisi Yurina yang sedang berbaring disebelahnya.


Yurina semakin tertawa lepas melihat apa yang sedang dilakukan Moranno. Ia tidak menyangka seorang CEO seperti Moranno sanggup bertingkah polah konyol seperti itu untuk mendapatkan perhatiannya.


Ia segera duduk dari berbaringnya, dan menegakkan tubuh Moranno untuk duduk berhadapan dengan dirinya.


Moranno merasa bahagia bisa membuat Yurina tertawa lepas, ia memandang dan menatap lekat wajah Yurina yang masih menyisakan tawanya.


"Sayang..... aku sangat mencintaimu......" Ucap Moranno lirih dan tiba - tiba.


Yurina segera menyudahi sisa tawanya. Ia turut menatap lekat wajah Moranno yang sedang duduk berhadapan dengannya. Ia mengatur napasnya yang tersengal - sengal akibat tertawa.


"Suamiku.... aku juga sangat mencintaimu. Aku begitu menyayangi dirimu seperti aku menyayangi diriku sendiri. Kau tidak perlu bersujud seperti tadi untuk mendapatkan diriku." Ucap Yurina sambil mencium lembut jari - jemari Moranno yang digenggamnya.


Yurina mendekatkan wajahnya ke wajah Moranno dihadapannya hingga keduanya bisa saling merasakan hembusan napas masing - masing.


Moranno menyambut bibir Yurina yang mencium bibirnya. Kedua tangannya membawa Yurina masuk dalam pelukan hangatnya.


Hawa perbukitan yang begitu dingin dimalam itu seakan turut mendukung akan cinta yang mereka bina bersama.


***


Suhu yang dingin menggigit membuat Moranno terbangun dipagi buta itu. Ia segera menormalkan suhu kamar mereka lalu mengambil selimut yang ada dilantai kamar itu dan segera menyelimuti tubuh Yurina dan dirinya.


Tubuhnya yang masih terasa begitu lelah membuat Moranno kembali tertidur disisi Yurina isterinya hingga pagi tiba.


Yurina terbangun, ia melihat kearah jam dinding yang sudah menunjukkan jam delapan pagi. Tubuhnya terasa remuk. Ia ingat semalam dirinya dan suaminya tertidur begitu saja karena kelelahan. Ia memaksakan dirinya untuk segera bangkit dan membersihkan diri dikamar mandi.


Setelah mengenakan pakaiannya, Yurina memungut pakaian tidur dirinya dan suaminya yang berhamburan dilantai kamar dekat ranjang mereka. Ia tersenyum mengingat pergulatan dirinya dan suaminya semalam hingga menjelang pagi.


Yurina bergegas keluar kamar dan turun menuju dapur.


"Selamat pagi nyonya muda?" Sapa kepala pelayan villa itu sambil membungkuk hormat saat Yurina tiba didapur.


"Selamat pagi bibi....."Yurina membalas sapaan sang kepala pelayan sambil tersenyum hangat.

__ADS_1


"Sarapan sudah tersedia nyonya muda....." Kata sang kepala pelayan lagi.


"Iya bibi, terima kasih." Sahut Yurina sambil menuju lemari pendingin. Ia mengeluarkan beberapa bahan dari dalam lemari pendingin itu, ada jahe, kunyit, kencur, dan madu.


"Bibi tolong buatkan jamu dua gelas ya dengan menggunakan bahan - bahan ini, dan tambahkan juga telur ayam kampung ke masing - masing gelas, dan khusus untuk suamiku telurnya dua ya bi..... Nanti tolong antarkan kekamar bila sudah siap." Pinta Yurina sambil menunjukkan bahan - bahan yang sudah ia siapkan dimeja dekat lemari pendingin.


"Baik nyonya muda....." Sahut kepala pelayan dan langsung mengerjakan apa yang telah diminta majikannya itu.


Yurina mengambil dua potong roti diatas meja dan tidak lupa mengoleskannya dengan selai, lalu meletakannya kedalam piring saji beserta pisau dan garpu.


Ia menuangkan teh herbal hangat kedalam dua cangkir teh yang telah tersedia.


"Bibi......?" Panggil Yurina lagi.


"Iya, ada apa nyonya muda......?" Sahut kepala pelayan sambil menghentikan sejenak pekerjaannya.


"Apakah bibi Nur dan juga bibi Salu sudah sarapan bi?" Tanya Yurina.


"Belum nyonya muda..... Mereka belum datang kemari...." Sahut kepala pelayan itu.


"Tolong panggil mereka kemari nanti ya bi..... Supaya mereka tidak terlambat sarapan pagi.... Saya dan tuan akan sarapan pagi dikamar......." Kata Yurina pada sang kepala pelayan.


"Baik nyonya muda......" Sahut kepala pelayan lagi.


Yurina lalu membawa sarapan untuk dirinya dan juga Moranno didalam nampan menuju kekamarnya.


Yurina meletakkan sarapan yang ia bawa diatas nakas lalu menghampiri Moranno yang masih tertidur didalam selimut tebalnya.


"Suamiku..... bangunlah......" Panggil Yurina sambil menggerak - gerakkan tubuh Moranno.


****


♡♡♡Pemberitahuan untuk para pembaca tersayangku "JAGA HATIMU UNTUKKU", ceritanya sebentar lagi akan tamat. Author sudah membuat kisah kelanjutan untuk para penerus keluarga Agatsa di novel selanjutnya yang berjudul "HANARIA Wanita Sejuta Rasaku". Novel ini berkisah tentang seorang wanita mandiri, penuh perjuangan, yang akhirnya bersatu dengan salah satu penerus keluarga Agatsa. Yukz.... ikuti ceritanya....


Terima kasih untuk semua Pembaca tersayangku, kalian memberiku semangat untuk terus menulis karyaku. Doaku, semoga semua Pembaca tersayangku selalu diberikan kesehatan, umur yang panjang, kebahagiaan dalam keluarga, dan rejeki yang berlimpah - limpah.


Selamat menunaikan ibadah puasanya bagi yang menjalankan.

__ADS_1


Salam sehat, dan tetap semangat. 👍👍🙏🙏👍👍 God Bless♡♡♡



__ADS_2