JAGA HATIMU UNTUKKU

JAGA HATIMU UNTUKKU
BAB 209 "TAMAT"


__ADS_3

Akhir pekan itu, seluruh keluarga besar berkumpul dikediaman keluarga Agatsa. Margareth baru saja pulang dari rumah sakit bersama Harry dan kedua bayi kembar mereka.


Suara tangisan bayi - bayi memenuhi ruangan keluarga menambah riuh suasana.


Sesuai janji ibunya, dokter Rosalie, Rosalia kembali mengunjungi rumah keluarga Agatsa. Gadia kecil itu begitu bahagia berada ditengah - tengah para bayi. Dengan riangnya ia berpindah dari satu kereta kekereta lainnya. Tidak bosan - bosannya, dirinya memperhatikan tingkah para bayi - bayi itu. Semakin ramai bayi - bayi itu menangis, semakin bahagia dirinya melihatnya.


Billy dan Willy berkejar - kejaran disekitar kereta para bayi, sesekali mereka menarik - narik ujung rok Rosalia yang tengah asik dengan bayi - bayi mungil, untuk mengajak gadis kecil itu bermain bersama mereka.


Selepas makan siang, Moranno, Harry, dan tuan Hartawan membentuk teamnya sendiri ditaman samping dalam membicarakan bisnis dan beberapa hal tentang pria.


Nyonya Agatsa, nyonya Naomi, tuan dan nyonya Morgan juga turut memisahkan diri, tampak ada sesuatu yang serius yang sedang para orang tua itu perbincangkan. Dilihat dari wajah mereka yang sering terlihat menegang saat berbicara satu sama lain, tentulah itu bukan pembahasan yang biasa - biasa saja.


"Kapan kalian akan kembali ke Singapura Margareth?" Tanya dokter Rosalie pada sahabatnya itu dalam suasana santai.


"Dua atau tiga hari lagi Rosalie. Papanya Edward dan Edrine sudah terlalu lama menemaniku disini, ada banyak pekerjaan yang akhirnya harus ia tinggalkan. Untung masih bisa diurus oleh para pegawainya. Dan masa cutiku juga tinggal beberapa hari lagi akan berakhir." Sahut Margareth sambil menyusui putrinya Edrine.


"Kudengar paman dan bibi Morgan akan ikut serta ke Singapura bersama kalian, apakah mereka juga akan menetap bersama kalian disana Margareth?" Tanya dokter Rosalie lagi.


"Iya, paman dan bibi juga akan ikut berangkat bersama kami, tapi tidak menetap, sekedar mengantarkan saja. Sepertinya, ada sesuatu yang penting juga, yang akan diurus disana. Hanya nenek Naomi yang akan tetap menetap bersama kami, maklum, dari kecil suamiku selalu bersamanya, jadi nenek tetap ingin bersama cucunya itu dimasa tuanya. Tapi bukan berarti nenek Naomi tidak menyayangi dirimu ya kakak ipar, kalau kau diajak ke Singapura juga..... kak Moranno pasti tidak akan setuju bukan?" Ucap Margareth sambil tertawa kecil agar Yurina tidak berpikir dirinya tidak diistimewakan oleh neneknya.


"Tentu saja adik ipar..... kakakmu itu pasti tidak akan sanggup merawat anak - anaknya seorang diri, yang sudah hampir setengah lusin itu....." Sahut Yurina turut tertawa kecil membuat dokter Rosalie pun ikut tertawa bersama kedua ibu menyusui itu.


"Apa yang akan diurus papa dan mama di Singapura adik ipar?" Tanya Yurina penasaran.

__ADS_1


"Entahlah kakak ipar..... tapi sepertinya ada kaitannya dengan bebasnya Gandis dari LP beberapa bulan lagi." Jelas Margareth dengan wajah sedikit was - was.


"Gandis akan bebas??" Tanya Rosalie memastikan sambil melihat wajah Margareth dan Yurina secara bergantian.


"Iya Rosalie, sebentar lagi Gandis akan bebas, masa tahanannya sudah banyak mendapat remisi karena dirinya menunjukan sikap baik selama berada di LP." Jelas Margareth.


"Semoga saja Gandis benar - benar berubah. Dan semoga saja dirinya dapat mengambil hikmah selama ada didalam LP." Ucap dokter Rosalie yang sangat mengenal karakter dari Gandis.


"Iya semoga saja begitu......" Ungkap Margareth yang juga sangat mengenal pribadi Gandis.


"Yang penting dirinya tidak mengganggu hubungan kak Moranno dan kakak ipar." Margareth menatap wajah Yurina dengan mimik khawatir. Bukan rahasia lagi, masuknya Gandis kedalam penjara akibat ulah jahatnya pada Yurina karena rasa cemburunya yang tidak dapat mendapatkan Moranno.


"Ya kita berdoa saja adik ipar.... semua orang 'kan bisa berubah berjalannya waktu. Apalagi Gandis sekarang adalah kakakku, anak dari papa dan mama. Semoga saja dia menyadari hubungan keluarga yang terjalin diantara kami ini harus dijaga dengan baik. Aku sudah memaafkannya." Tutur Yurina yang lebih tepat seperti sebuah harapan. Dirinya juga ingat, saat terakhir bertemu Gandis di LP, wanita itu terlihat sangat membenci dirinya.


"Semoga saja kakak ipar...... kita semua berharap seperti itu, namun kakak ipar harus tetap waspada, karena aku dan juga Rosalie sangat mengenal Gandis sejak kami sama - sama dibangku SMU hingga perguruan tinggi diluar negeri." Ucap Margareth mengingatkan.


"Terima kasih banyak..... aku pasti lebih berhati - hati dan waspada..... aku bersyukur memiliki adik ipar dan anda juga dokter Rosalie......" Ucap Yurina terharu, ia lalu memeluk kedua wanita itu dengan hangat.


Ya begitulah, obrolan mereka terus berlanjut, seputar anak, rumah tangga, keluarga, dan pekerjaan.


Pada titik ini, Yurina merasa sangat bahagia, dikelilingi orang - orang yang ia cintai dan mencintai dirinya.


Sekilas saat dirinya mengingat masa lalunya yang kelabu. Berpikir dirinya hidup sebatang kara. Mendapat belas kasihan dari para bunda yang ada dipanti asuhan Benih Kasih yang merawat dan membesarkannya disana. Para bunda yang sangat berjasa itu, telah membekali dirinya dengan pendidikan dan nilai - nilai etika yang berguna dalam dirinya menjalani kehidupan dimasyarakat, sehingga, walau awalnya tidak diterima dan diperlakukan tidak baik oleh ibu mertuanya, diawal pernikahan dirinya dan Moranno, Yurina yang pada dasarnya memiliki hati yang baik, yang tidak memiliki rasa dendam, yang selalu percaya, bahwa suatu saat nanti, dimasa depannya, bila ia tidak menjadi lemah, maka dirinya pasti akan menemukan kebahagiannya. Ya seperti yang ia rasakan sekarang. Dikelilingi orang - orang yang menyayangi dan mencintai dirinya sebagai satu keluarga.

__ADS_1


Memiliki anak - anak yang manis, lucu dan menggemaskan dari buah pernikahan yang awalnya dianggap suatu malapetaka menurutnya. Tetapi saat dirinya berusaha menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada, hal yang dianggapnya buruk waktu itu kini berbalik menjadi suatu kebaikan.


Bahkan, lewat pernikahanya. Dirinya akhirnya dipertemukan dengan semua keluarganya yang selama ini tidak ia ketahui keberadaannya. Bagi Yurina, itulah suatu keajaiban dari Tuhan.


Tetap menjaga kebaikan hati kita untuk semua orang tidaklah membuat diri kita menjadi rugi.


Bila kita tetap mempertahankannya, suatu saat nanti, kita akan menuainya diwaktu yang tepat tanpa kita duga.


Lika - liku kehidupan setiap orang tidaklah sama, hanya banyak kemiripan saja. Itu semua terjadi adalah hasil keputusan setiap langkah yang kita ambil.


Keputusan langkah dimasa lalu, akan mempengaruhi kehidupan kita dimasa kini. Dan keputusan langkah yang kita ambil dimasa kini akan sangat berpengaruh untuk kehidupan kita dimasa depan.


Bijaklah mengambil keputusan dalam hidupmu. Jangan memutuskan suatu langkah bila hatimu sedang marah dan kecewa, itu akan membuat kita menyesal. Saat engkau sudah tenang, engkau pasti akan bisa menimbang - nimbang tentang baik dan buruknya dari apa yang akan engkau putuskan. Karena sesal kemudian, tiadalah berguna.


Semoga kita selalu bisa menjaga hati kita untuk semua orang, apa lagi orang - orang terkasih kita.


...**TAMAT...


Terima kasih untuk kesabaran dan kesetiaan semua pembaca hingga nopel ini TAMAT.


Terima kasih untuk semua like dan komennya juga 😁🙏


Maafkan jika ada hal yang kurang berkenan dari author selama menuliskan nopel ini. 🙏🙏

__ADS_1


Yuks mampir ke nopel author berikutnya 👇👇**



__ADS_2