Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
Part.117


__ADS_3

Andika dan Adelia sudah sampai di depan kantor. Setelah turun dari atas mobil, Andika menggandeng tangan anaknya. Mereka berjalan memasuki pintu masuk. Adelia hanya menatap kanan kirinya sambil mengikuti langkah ayahnya.


Kini ke duanya sudah berada di dalam lift menuju ke lantai atas.


"Sayang, nanti kamu main sediri ya, jangan gangguin Papah kerja," pinta Andika kepada anaknya.


Adelia hanya menganggukan kepalanya.


Ting


Pintu lift terbuka, mereka berdua melangkah keluar dari lift itu. Andika masih saja menggandeng tangan anaknya.


Sesampainya di ruangan, Andika meminta asistennya untuk datang ke ruangannya. Lalu dia memintanya untuk mengambil karpet dan mainan anaknya yang ada di ruangan sebelah.


"Permisi, Pak. Ini mainan Adel," ucapnya.


"Bantu susun karpet di bawah, lalu mainan itu taruh di atasnya," pinta Andika.


"Baik, Tuan."


Adelia tampak riang main sendirian. Dia juga tiduran di atas karpet sambil bersenandung.


Andika merasa senang melihat anaknya bisa menyanyi lagu anak-anak. Sesekali dia menatap anaknya di sela-sela kesibukannya.


"Huwa .. Papah ... " Adelia menangis.


Andika mendekati anaknya yang sedang menangis.


"Sayang, kamu kenapa?" Andika menggendong anaknya.


"Nen, Pah." rengek Adelia.


"Oh, Adel mau nen. Bentar ya, sayang." Andika mengambil su*su di dalam tas kecil milik Adelia, lalu dia menghubungi sekretarisnya untuk datang ke ruangannya.


Andika menyuruh sekretarisnya untuk membuatkan su*su untuk Adelia.


"Adel, sayang. Nanti tunggu Tante Selfi dulu ya, lagi buatin su*su untuk Adel," Andika memberikan pengertian kepada anaknya agar tidak merengek lagi.


Adelia menenggelamkan kepalanya di dada bidang ayahnya.


"Adel ngantuk yah?"


Adelia hanya diam, Andika tidak pernah menjumpai Adelia semanja itu.


Cup

__ADS_1


Andika mengecup singkat kening anaknya.


Tak lama, Selfi sudah kembali ke ruangan Andika. Selfi memberikan botol su*su kepada Andika. Lalu dia kembali keluar dari ruangan itu.


Andika memberikan botol su*su yang sedang dia pegang kepada Adelia. Andika menimang-nimang Adelia yang ada di gendongannya.


Adelia memberikan botol su*su yang sudah kosong kepada ayahnya.


"Habis? Sekarang Adel tidur ya," pinta Andika.


Adelia menganggukan kepalanya.


Andika membawa Adelia ke kamar pribadinya yang ada di ruangan itu. Lalu merebahkannya ke atas tempat tidur. Andika ikut berbaring, lalu menepuk-nepuk pantat anaknya. Tak lama, Adelia mulai memejamkan ke dua matanya.


Andika beranjak dari atas tempat tidur saat melihat anaknya sudah tidur pulas.


Andika menata bantal di pinggiran kasur. Lalu dia keluar dari kamar itu.


Andika mendengar telphone yang ada di ruangannya berbunyi.


📞"Hallo," ucap Andika.


📞"Hallo, Pak. Maaf, saya hanya mau memberitahu Bapak jika lima belas menit lagi meeting di mulai," ucap Selfi.


Andika hampir melupakan meeting, karena sibuk mengurus anaknya.


Kini panggilan itu sudah berakhir.


Andika meminta Sekretarisnya mencari orang untuk menemani Adelia selama dia meeting.


Tak lama, terlihat seorang office girl memasuki ruangan itu.


"Maaf, Pak. Saya di minta Bu Selfi untuk datang kesini." ucapnya.


"Kamu pergi ke kamar pribadi saya. Kamu jagain anak saya yang sedang tidur," pinta Andika.


"Baik, Pak." ucapnya, lalu melangkah memasuki kamar pribadi yang ada di ruangan itu.


°°°°°°°°°°


Andika baru pulang dari kantor. Dia melangkah memasuki rumah dengan menggendong anaknya.


Bu Sinta menyambut kedatangan anak dan cucunya.


"Dika, anakmu rewel tidak?" Bu Sinta bertanya kepada anaknya.

__ADS_1


"Sedikit, Mah." jawabnya.


"Tapi bagus juga sih kalau tiap hari kamu bawa Adel ke kantor, pekerjaan Mamah di rumah sedikit berkurang," ucap Bu Sinta.


"Tapi aku lelah sekali, Mah." ucap Andika sambil menurunkan Adelia dari gendongannya.


Adelia berjalan mendekati Eva yang sedang bermain sendirian.


"Main?" ucap Adelia, lalu duduk di depan adiknya.


Eva memberikan boneka barbie yang sedang dia pegang kepada Adelia. Mereka berdua asyik bermain.


Bu Sinta mendekati cucunya yang sedang bermain.


"Adel, mandi dulu yuk! Nanti kalau sudah mandi, kamu main lagi sama Eva," ucap Bu Sinta kepada cucunya.


Adelia menggelangkan kepalanya.


"Astaga, baiklah. Nanti sama Kak Ani saja ya mandinya."


Adelia menganggukan kepalanya.


Bu Sinta kembali ke tempat duduk yang semula dia tempati. Sesekali memperhatikan ke dua cucunya yang sedang asyik bermain.


Terlihat Ani yang baru keluar dari kamar Adelia. Kebetulan tadi habis menyiapkan air hangat untuk Adelia mandi.


"Adel, kita mandi yuk!" ajak Ani.


Adelia merentangkan tangannya seolah meminta Ani untuk menggendongnya.


"Uluh uluh, mau di gendong ya," Ani segera menggendong Adelia.


Eva merengek ingin ikut juga bersama Adelia.


Ani melepaskan tangan Eva yang memegang pergelangan kakinya.


"Eva sayang, Kak Ani mau ajak Adel mandi dulu ya, Eva lepas dulu dong kaki Kak Ani," pinta Ani.


Eva terlihat berkaca-kaca.


Bu Sinta menghampiri mereka.


"Biar Eva sama saya, mungkin Eva ingin melihat Adel mandi. Nanti saya ikut ke kamar Adel," Bu Sinta menggendong Eva.


"Baik, Nyonya." Ani melangkah duluan menuju ke kamar Adelia, di ikuti oleh Bu Sinta di belakang mereka.

__ADS_1


°°°°°°°°


__ADS_2