Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_Episode.35


__ADS_3

Saat ini Rian sedang berkunjung ke rumah Adelia. Bahkan hampir setiap hari dia datang kesana.


Terlihat Rian dan Bu Anara sedang mengobrol. Sedangkan Adelia hanya diam saja sambil memainkan ponselnya. Adelia mendadak menelan ludahnya sendiri saat melihat ada menu makanan baru di cafe yang biasa dia kunjungi.


Adelia menatap Rian yang sedang mengobrol dengan Ibunya.


"Kak Rian," Adelia memanggil Rian.


"Apa, sayang?" Rian menatap Adelia yang juga sedang menatapnya.


"Aku mau ini, cepat belikan!" pinta Adelia.


"Siap, sayang. Aku langsung otw nih," Rian menatap ke arah Bu Anara yang sedang duduk di depannya. "Bu, saya mau pamit dulu ya."


"Hati-hati, Nak."


"Siap, Tante." Rian beranjak dari duduknya, lalu segera pergi keluar dari rumah itu.


Adelia terlihat senyum-senyum sendiri. Dia sudah menantikan akan melahap makanan itu.


"Adel, kamu kenapa?" tanya Bu Anara sambil memperhatikan raut wajah anaknya.


"Tidak apa-apa kok, Mah."


"Jangan-jangan kamu sudah jatuh cinta nih sama Rian. Dari tadi Mamah lihat-lihat kok kamu senyum-senyum terus."


"Tidak kok, aku hanya sedang menantikan makanan yang sedang dia beli."


"Astaga, ternyata kamu cuma nungguin makanan saja, yang beliin tidak di tungguin."


Adelia hanya memperlihatkan deretan gigi putihnya.


Setelah dua puluh menit menunggu, Rian baru sampai. Dia sudah membelikan apa yang Adelia minta.


Adelia melipat kedua tangannya di dadanya sambil melihat Rian yang sedang berjalan ke arahnya.

__ADS_1


"Kok lama sekali sih?"


"Maaf, sayang. Tadi banyak yang mengantre, jadinya lama. Nih pesanan kamu," Rian memberikan bungkusan makanan yang dia bawa kepada Adelia.


"Terima kasih," ucap Adelia yang merasa girang.


"Sama-sama, sayang."


Rian merasa senang jika melihat Adelia senang. Rian mengikuti langkah Adelia, masuk ke rumah.


Rian hanya menatap Adelia yang tampak lahap memakan makanan yang dia beli.


Bu Anara menghampiri Adelia dan Rian. Namun Adelia sedang sibuk makan sendiri.


"Del, Rian di tawarin dong? Dia sudah beliin loh," ucap Bu Anara.


"Tidak mau, nanti aku kurang."


"Tidak apa-apa kok, Tante. Lagian aku tidak ingin," ucap Rian.


Setelah menghabiskan semua makanannya, Adelia kembali menatap Rian.


"Kamu mau minta sesuatu lagi, sayang?" tanya Rian.


"Apakah boleh?"


"Boleh, apa pun yang kamu mau akan aku turuti," ucap Rian.


°°°°°°°°°


Keluarga Pak Andika sedang berkumpul bersama di taman belakang rumah. Kebetulan Bu Vanesa juga ada disana. Eva senang karena Tantenya itu mau datang. Karena selama ini Bu Vanesa selalu menolak jika di ajak untuk berkumpul bersama.


Terlihat Rian yang datang bersama dengan Reno.


"Selamat sore semuanya," ucap Rian ramah.

__ADS_1


"Sore juga, kalian baru datang?" Bu Anara menyambut kedatangan mereka.


"Iya nih, apakah kami telat?" tanya Rian.


"Tidak kok, Nak. Ayo bergabung sama kita!" ajak Bu Anara.


Rian dan Reno mengikuti Bu Anara. Mereka ikut duduk melingkar di atas karpet. Di tengah-tengahnya ada makanan ringan dan orange jus.


"Sepertinya sudah lengkap nih, ada Rian sama Reno," ucap Pak Andika.


"Belum lengkap, Pah. Nela belum datang," sahut Bu Anara.


Tak lama, orang yang sedang di bicarakan pun datang. Nela terlihat cantik dengan memakai dres pendek warna merah maroon. Dia menghampiri Alan dan keluarganya yang sedang berkumpul.


"Hai semuanya, maaf saya telat," ucap Nela, lalu mendudukan diri di sebelah Alan.


"Tidak apa-apa, Nak. Yang penting kamu bisa hadir, Tante senang," ucap Bu Anara.


Adelia menatap Reno yang duduk di depannya.


"Kak Reno, aku boleh minta tolong gk?"


"Boleh, minta tolong apa?"


"Suapin aku dong," pinta Adelia.


Semua yang ada disana menatap Adelia.


"Del, Rian juga ada loh, kenapa harus Reno?" tanya Bu Anara.


"Aku maunya di suapin Kak Reno, Mah."


"Dengan senang hati," ucap Reno sambil melirik Rian yang duduk di sebelah Adelia.


Rian terpaksa menahan cemburu, asalkan keinginan Adelia terpenuhi. Mungkin itu juga kemauan bayinya, bukan kemauan dia.

__ADS_1


°°°°°°


__ADS_2