Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_Pengenalan Tokoh+ Episode.1


__ADS_3

Adelia Anastasya, wanita cantik bermata biru yang saat ini usianya 24 tahun. Kebetulan Adelia sudah mengurus perusahaan warisan dari Neneknya semenjak satu tahun yang lalu. Adelia sendiri wanita yang lembut dan baik hati. Namun sampai saat ini dia belum juga mempunyai pendamping.


Bagi Adelia, karier nomor satu dan pendamping nomor dua. Namun akhir-akhir ini dia sedikit pusing, karena ke dua orang tuanya selalu mempertanyakan pasangan. Kebetulan Alan dan Eva juga sudah mempunyai kekasih. Bu Anara tidak mau jika anak sulungnya itu ke duluan menikah oleh adiknya.



Rian Kusuma Wijaya, lelaki tampan berusia 28 tahun, yang merupakan blasteran indo korea. Ketampanannya bisa membuat kaum hawa bertekuk lutut. Bahkan banyak wanita di luar sana yang ingin menjadi kekasihnya. Namun sampai sekarang belum ada wanita yang mampu mengisi hatinya. Semenjak putus dengan cinta pertamanya, membuat dia tidak bisa move on. Bahkan hingga dia terjerumus ke dalam dunia yang kelam, yang membuatnya menjadi seorang player, tetap saja belum ada satu wanita pun yang mampu menggoyahkan hatinya.



Eva Calista, wanita cantik yang saat ini masih kuliah semester akhir. Di usia yang 23 tahun, dia suka sekali bergonta-ganti pasangan. Bahkan ke dua orang tuanya khawatir jika dia terjerumus ke dalam pergaulan yang tak semestinya.



Alan Prawira Atmaja, Lelaki tampan yang menjadi incaran para mahasiswi di kampusnya. Namun dengan sikapnya yang sedikit arrogan, banyak wanita yang merasa tersakiti. Saat di antara mereka ingin berkenalan dengannya, Alan selalu menolaknya. Saat ini Alan berpacaran dengan primadona di kampusnya. Alan hanya tertarik dengan wanita cantik saja.


°°°°°°°°°°°°°°°


Saat ini Adelia dan keluarganya sedang berkumpul di ruang keluarga. Seperti biasa, setelah sarapan, mereka selalu memakan hidangan penutup sambil mengobrol.


Tok tok


Terdengar ketukan pintu dari luar rumah. Bu Anara beranjak dari duduknya, lalu membukakan pintu.


Cklek


“Silahkan masuk, Nak.” Ucap Bu Anara.


“Terima kasih, Tan.” Ucap Nela, yang merupakan pacarnya Alan.


Nela ikut duduk bersama keluarga Bu Anara.


“Wah, Alan di jemput pacarnya tuh. Bentar lagi pasti pacarnya Eva juga datang,” ucap Pak Andika.


“Tidak, Pah. Aku sudah putus. Sekarang aku lagi dekat dengan lelaki yang kenal dari sosmed,” ucap Eva.

__ADS_1


“Astaga, kamu itu anak gadis loh. Jangan gonta-ganti pasangan, Nak. Itu tidak baik,” tegur Bu Anara memberikan nasihat.


“Tapi aku tidak macam-macam, Mah. Aku hanya pacaran biasa, pegangan tangan, cipika cipiki,” ucapnya.


“Astaga, pakai di jelaskan segala,” Andika menepuk keningnya sambil tersenyum.


Lalu Pak Andika menatap Adelia yang sedang memainkan ponselnya.


“Kamu kapan bawa pasanganmu, Nak?” tanya Pak Andika.


“Entah, Adel belum memikirkan,” ucapnya.


“Mamah harap secepatnya kamu bawa pasangan untuk di kenalkan ke kita, Nak.” Pinta Bu Anara penuh harap.


“Nanti akan aku pikirkan, baiklah kalau begitu aku pergi dulu,” Anara pergi dari sana untuk menghindari perkataan lain mengenai pasangan.


“Lihatlah Kakak kalian, kalau sudah bahas urusan pasangan, pasti dia langsung pergi,” ucap Pak Andika sambil menatap kepergian Adelia.


“Nanti deh Eva coba carikan pasangan untuk Kak Adel,” sahut Eva ikut berbicara.


“Hati-hati, Nak.” Ucap Bu Anara.


“Siap,” Alan mengacungkan jempolnya, lalu dia melanjutkan langkahnya.


Terlihat Adelia yang baru keluar dari kamar dengan membawa tas kerjanya. Dia menghampiri ke dua orang tuanya untuk berpamitan. Setelah berpamitan, Adelia juga pergi.


Bu Anara melihat Eva yang masih duduk disana.


“Eva, apa kamu tidak akan berangkat kuliah?” tanya Bu Anara.


“Nanti deh, lima belas menit lagi,” ucapnya.


“Nanti telat loh, Eva.” Sekarang giliran Pak Andika yang angkat bicara.


“Tidak kok, aku biasa masuk kelas jam segitu.”

__ADS_1


“Baiklah, Mamah sama Papah mau jalan santai dulu ya,” Pak Andika beranjak dari duduknya, begitu juga dengan Bu Anara.


“Oke,” ucap Eva.


°°°°°°°


Adelia baru sampai di kantor. Semua karyawan yang berpapasan dengannya, menyambutnya dengan ramah.


Adelia melangkahkan kakinya menuju ke ruangannya yang ada di lantai atas.


Baru juga dia duduk di kursi kebesarannya, namun pintu ruangannya ada yang mengetuk dari luar.


“Masuk!” kata Adelia.


Terlihat Sekretarisnya yang bernama Rena masuk ke dalam ruangan itu.


“Permisi, Kak Adel. Ini ada undangan untuk menghadiri pesta dari rekan bisnis kita,” Rena menaruh undangan itu ke atas meja.


“Oke, terima kasih.”


“Kalau begitu saya permisi dulu,” Rena berlalu pergi keluar dari ruangan itu.


Adelia mengambil undangan yang tergeletak di atas meja, lalu dia membukanya.


‘Sepertinya aku harus mencari gaun baru,’ batin Adelia.


Adelia meletakan kembali kartu undangan yang sedang dia pegang, lalu langsung fokus mengerjakan pekerjaannya.


♡♡♡♡♡♡


Selamat membaca ....


Minggu-minggu ini cuma update 1 episode/hari karena sedikit malas nulis, mulai bulan depan double update sekalian kejar kata.


Mohon maaf jika kurang suka saat membaca narasi di novel ini. Karena saya hanya baru mampu menuliskan kisah dengan bahasa sehari-hari. Jujur saja menulis bukan hobi saya. Tapi karena sudah di niati, saya berusaha dan ikut belajar bersama penulis-penulis lain biar saya bisa menuliskan novel dengan kata-kata indah seperti mereka. Siapa tahu ke depannya bisa menjadi penulis sukses seperti mereka. Saya juga awalnya pembaca, tapi karena bosan saya coba-coba menulis🤣

__ADS_1


__ADS_2