Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_Episode.55


__ADS_3

Saat ini Adelia dan Rian sudah menempati rumah baru mereka. Niatnya dua hari lagi mereka akan mengadakan syukuran penempatan rumah baru.


Walaupun sebelumnya sudah di lakukan doa bersama dia rumah itu, namun syukuran kali ini beda. Rian akan mengundang rekan kerja serta karyawan kantornya. Begitu juga dengan Pak Andika yang akan mengundang beberapa karyawan kantornya.


Halaman rumah Rian dan Adelia sangat luas, sehingga mereka bisa mengundang cukup banyak orang. Kebetulan acara syukuran dilakukan di luar rumah. Nanti akan di dekorasi biar tempatnya terlihat lebih indah.


Saat ini Adelia dan Rian sedang bersantai sambil menemani anak mereka.


Ting tong


Mereka mendengar ada yang memencet bel dari depan rumah.


"Sayang, sepertinya ada yang datang," ucap Rian kepada istrinya.


"Iya, mungkin saja Mamah yang datang. Ya sudah, aku bukain pintu dulu, Mas." Adelia beranjak dari duduknya, lalu dia pergi ke depan untuk membukakan pintu rumahnya.


Cklek


Adelia melihat Clarissa yang sedang berdiri di depan rumahnya, dengan membawa rantang kecil.


"Hai, ternyata kamu yang pindah kesini," ucap Clarissa.


"Kak Clarissa kok bisa tahu rumahku?"


"Sebenarnya aku tidak tahu jika yang menempati rumah ini itu ternyata kamu. Aku hanya dengar dari tetangga jika di depan rumahku ada penghuni rumah baru. Jadi aku datang untuk menyapa," ucapnya.


"Jadi Kak Clarissa tinggal disini juga?"


"Iya, tuh di depan sana rumahku."


"Oh kebetulan sekali ya. Ayo masuk, Kak!" ajak Adelia.


Clarissa mengikuti Adelia masuk ke dalam rumah. Keduanya pergi ke ruang keluarga. Adelia mengajak Clarissa untuk duduk disana.


Rian sedikit tak suka melihat kedatangan Clarissa. Padahal dia tidak memberitahu kepada Clarissa dimana tempat tinggalnya, namun Clarissa tiba-tiba datang kesana.


"Mas, aku ke dapur dulu ambil minum. Kalian mengobrol saja dulu," ucap Adelia sambil menatap suaminya dan Clarisaa secara bergantian.


"Iya, sayang."


Clarissa menatap Rian yang sedang duduk di kasur lantai menemani anaknya.

__ADS_1


"Ekhm, suami siaga," ucap Clarissa sambil menatap Rian.


"Kamu bicara sama saya?" tanya Rian sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Bukan, tapi aku bicara sama mantan," ucap Clarissa.


"Jangan bahas mantan di rumah ini. Jangan sampai Adel mendengarnya."


"Oh jadi Adelia belum tahu jika aku itu mantanmu?"


"Diam, atau keluar!"


"Sadis amat, aku diam deh," Clarissa langsung tutup mulut.


Adelia sudah kembali dengan membawa nampan berisi tiga gelas air minum untuk mereka.


"Silakan di minum, Kak!" ucapnya ramah.


"Terima kasih," Clarissa langsung saja mengambil gelas itu, lalu menyeruput minuman buatan Adelia.


"Mas, minum dulu nih," ucap Adelia sambil menatap suaminya.


Adelia mengambil gelas itu lalu memberikannya kepada Rian. Setelah itu Adelia kembali duduk bersama Clarissa. Mereka saling mengobrol.


Rian hanya cuek saja, tanpa ikut mengobrol bersama mereka.


°°°°°°°°


Saat ini Kiara sedang bercermin sambil menatap penampilannya. Sungguh tidak nyaman dia memakai dres yang terlihat sexy. Apalagi penjangnya hanya sampai di atas lutut.


Tok tok


"Kia, kamu sudah ganti bajunya?" teriak Eva dari luar pintu.


"Sudah, Kak." Kiara mendekati pintu kamarnya, lalu membuka pintu itu.


Eva terlihat senang melihat penampilan Kiara. Setidaknya sekarang Kiara sudah tidak terlihat kampungan. Eva akan menyuruh Kiara memakai pakaian sexy selama mereka tinggal disana.


"Kamu cantik, Kia." puji Eva.


"Tapi aku tidak nyaman kak."

__ADS_1


"Nanti juga terbiasa. Ayo kita ke bawah!" ajak Eva.


Kiara mengikuti Eva yang kini sudah melangkah duluan. Eva mengajak Kiara bersantai sambil menonton televisi.


"Kak, Kakak," terdengar suara Alan yang berteriak-teriak.


"Ada apa si?" sahut Eva yang juga berteriak.


"Jam tanganku mana? Kok di kamar tidak ada?"


Eva melirik jam tangan yang ada di atas sofa.


"Ada nih, sebentar Kakak antar," ucap Eva.


Eva menatap Kiara yang duduk di sebelahnya.


"Kia, kamu kasihkan nih jam tangan ke Alan," Eva memberikan jam tangan itu kepada Kiara.


"Tapi kenapa aku?"


"Ayolah! Biar kamu dan Alan sering berinteraksi."


"Baiklah," Kiara beranjak dari duduknya, lalu pergi ke kamar Alan.


Tok tok


Kiara mengetuk pintu kamar Alan.


Kebetulan Alan juga hendak keluar, dia langaung saja membuka pintu kamarnya.


"Mana jam ta---" Alan menatap Kiara tak berkedip. Bahkan dia sampai meneguk ludahnya sendiri menatap penampilan Kiara yang terlihat sexy.


"Ngapain lihatin aku? Kamu terpesona?" tanya Kiara penuh percaya diri.


"Tidak, ngapain kamu yang datang? Dimana Kak Eva?"


"Nih," Kiara memberikan jam tangan yang dia bawa kepada Alan.


"Aku pergi dulu," ucap Kiara, lalu segera pergi dari hadapan Alan.


"So banget dia," gumam Alan sambil menatap langkah Kiara.

__ADS_1


__ADS_2