Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
Part.74


__ADS_3

Rian sudah sampai di cafe, dia meminta salah satu karyawan cafe untuk memanggil Anara. Namun katanya Anara belum datang. Rian tidak percaya begitu saja. Mana mungkin Anara belum datang, sedangkan kata Bu Sinta, dia sudah pergi dari tadi.


Rian menerobos masuk ke ruangan Anara. Dia tidak melihat keberadaan Anara disana.


"Maaf, Kak. Sebaiknya Kakak pergi atau saya yang panggilkan petugas keamanan. Kakak sudah lancang masuk ke ruangan Bos. Saya bisa tuntut loh, apalagi jika ada barang yang hilang," ucap salah satu karyawan yang melihat Andika keluar dari ruangan Anara.


"Maaf, tapi saya mencari Anara."


"Saya sudah katakan jika Bu Anara belum datang. Sebaiknya anda pergi."


"Baiklah, saya permisi," Andika segera pergi meninggalkan cafe itu.


Dinda mendekati temannya yang tadi berbicara dengan Rian.


"Siapa sih tadi?" tanya Dinda.


"Temannya Bu Anara, sepertinya sih naksir. Terlihat sekali dari tatapan matanya."


"Memangnya Anara secantik itu yah?"


"Bu Anara memang cantik, sudahlah kita jangan mengobrol. Lebih baik lanjut kerja saja."


Dinda semakin iri dengan Anara yang sekarang menjadi pemikat lelaki.


Tak lama, Anara sampai di cafe. Dia segera pergi ke ruangannya. Namun langkahnya terhenti saat ada salah satu karyawannya yang mendekatinya.


"Bu Anara, tadi ada yang mencari Ibu," ucapnya.


"Siapa?"


"Lelaki yang biasanya datang kesini."


"Kalau datang lagi, bilang saja kalau saya tidak ada. Saya malas menemui dia."


"Siap, Bu." ucapnya.


Anara kembali melanjutkan langkahnya menuju ke ruangannya.


°°°

__ADS_1


Menjelang jam makan siang, Anara hanya duduk bersantai di ruangannya. Dia sudah memesan makan siang lewat go food.


Tok tok


Anara mendengar pintu ruangannya di ketuk dari luar. Dia membuka pintu itu dan ternyata yang datang karyawannya.


"Bu, ini pesanannya sudah datang," ucapnya, sambil memberikan bungkusan makanan kepada Anara.


"Terima kasih," ucap Anara.


"Sama-sama, kalau begitu saya permisi dulu."


Anara menutup kembali pintu ruangannya. Lalu dia menaruh bungkusan makanan itu di atas meja. Baru juga akan duduk, Anara mendengar pintu ruangannya di ketuk dari luar.


'Siapa lagi sih yang datang?' gumam Anara, lalu dia kembali membuka pintu itu.


"Maaf, Bu. Ini ada kiriman Bunga sama coklat."


"Dari siapa?'


"Saya tidak tahu, tadi yang mengantar seorang kurir."


Anara kembali masuk ke dalam. Dia membaca siapa pengirim bunga itu. Namun disana hanya ada kata-kata puitis yang begitu romantis. Tidak ada nama pengirimnya.


'Sepertinya aku punya pengagum rahasia' batin Anara sambil tersenyum.


Anara duduk di sofa lalu membuka kotak makan siangnya. Dia mulai makan siang.


Setelah selesai makan siang, Anara memilih untuk bersantai sejenak karena masih kekenyangan.


Tring


Anara mendengar ponselnya berbunyi. Dia mengambil ponsel miliknya yang tergeletak di atas meja. Ternyata ada pesan masuk dari Bu Sinta.


Bu Sinta menyuruh Anara datang ke acara pesta salah satu pengusaha yang merupakan sahabat Aldi. Anara mengiyakan jika nanti malam dia akan datang.


°°°°


Anara menatap jam di dinding. Ternyata hari sudah sore. Dia membereskan meja kerjanya, lalu bersiap-siap untuk pulang.

__ADS_1


Anara menutup pintu ruang kerjanya. Lalu dia segera pergi.


Anara melihat Andika yang baru keluar dari mobil.


"Hai, sayang. Ayo kita pulang!" ajak Andika.


"Aku pulang sendiri saja," Anara menolak ajakan Andika.


"Tidak boleh menolak! Tadi Mamah loh yang menyuruhku. Sekalian nanti kita ke butik cari gaun untuk kamu."


"Aku punya banyak gaun, tidak usah beli lagi."


"Ayolah, jangan mengecewakan Mamah."


Anara menghembuskan napas kasarnya.


"Baiklah," akhirnya Anara mau pergi bersama Andika.


Kini ke duanya masuk ke mobil. Andika segera mengemudikan mobilnya menuju ke butik langganan Bu Sinta.


Sesampainya di butik, keduanya masuk bersamaan. Anara mau membeli gaun berwarna ungu, namun Andika melarangnya. Andika memilihkan gaun berwarna abu muda. Sengaja dia memilihkan warna itu agar nanti bisa couple dengannya. Karena Andika juga memilih jas warna abu muda.


"Lama-lama Kak Dika suka ngatur yah, masa harus pakai pakaian couple segala," gerutu Anara, yang kini sedang berada di ruang ganti.


Anara menatap penampilannya. Dia terlihat lebih sexy memakai pakaian itu.


"Tidak nyaman sekali," gumam Anara.


Anara keluar dari ruang ganti. Dia menghampiri Andika.


"Nih sudah aku pakai, jelek kan?"


"Bagus kok, kamu cantik," Andika menatap Anara penuh gairah.


"Aku mau ganti dulu, setelah ini kita langsung pulang."


"Baik Tuan putri," ucapnya.


Setelah berganti pakaian, kini keduanya pergi ke kasir untuk membayar pakaian yang sudah mereka beli. Lalu keduanya segera pulang.

__ADS_1


°°°°


__ADS_2