Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_Episode.91


__ADS_3

Dua hari kemudian.


Akhirnya Eva mendapat kabar jika saat ini Alan sudah di temukan. Orang tuanya yang mengabarinya. Tapi anehnya dia tidak melihat berita di televisi. Mungkin saja tidak semua korban dari kecelakaan itu di beritakan di televisi.


Setelah selesai berteleponan dengan orang tuanya, Eva langsung menghampiri Kiara yang kini sedang berada di kamar bersama anaknya.


"Kia," Eva langsung saja masuk ke kamar Kiara. Kebetulan pintunya tidak di tutup.


"Ada apa, Kak?"


"Tadi Mamah menelepon, katanya Alan sudah di temukan. Ayo kita bersiap! Nanti kita akan langsung pergi untuk melihat Alan."


"Tapi bagaimana keadaannya?"


"Kata Mamah kondisi Alan saat ini memprihatinkan. Kita doakan saja yang terbaik untuknya."


"Iya, Kak. Aku selalu mendoakan yang terbaik."


Setelah berbicara kepada Kiara, kini Eva kembali keluar dari kamar itu.


Kiara segera mengambil beberapa pakaiannya dan pakaian anaknya, lalu memasukannya ke dalam koper. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Alan.


Eva juga sudah menghubungi suaminya dan memintanya untuk segera pulang dari kantor. Padahal baru satu jam yang lalu suaminya itu pergi.


Akhirnya yang di tunggu-tunggu datang juga. Eva melihat suaminya yang baru pulang.

__ADS_1


"Mas, bagaimana? Apa Mas Reno sudah mendapatkan tiket yang aku minta?"


"Sudah, sayang. Kita naik penerbangan siang. Sepertinya kita harus segera bersiap."


"Aku sudah mengemasi semua keperluan kita, Mas. Sekarang kita tinggal bersantai saja sambil menunggu jam keberangkatan."


"Baiklah, sekarang kamu antar aku ke kamar," Reno menggandeng tangan istrinya, lalu segera mengajaknya pergi ke kamar.


Beberapa jam kemudian, kini Kiara dan yang lainnya sudah bersiap untuk pergi.


"Kia, apa barang-barangmu tidak ada yang tertinggal?" tanya Eva memastikan.


"Tidak ada, Kak." jawabnya.


"Ayo kita masuk!" ucap Reno sambil menutup bagasi mobilnya.


Sepanjang perjalanan Kiara terus berdoa, agar mereka semua selamat sampai tujuan.


°°°°°


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama, akhirnya Kiara dan yang lainnya telah sampai di bandara. Mereka di jemput oleh sopir pribadi Pak Andika.


"Pak, antar kita ke rumah sakit! Aku ingin cepat-cepat melihat keadaan Alan," ucap Kiara kepada Pak sopir yang sedang mengemudi.


"Jangan, Pak! Antar kita pulang saja. Saya cape sekali mau istirahat," sahut Eva.

__ADS_1


"Tapi aku khawatir sama Alan, Kak." ucap Kiara.


"Iya Kakak tahu, tapi apa kamu tidak kasihan sama anakmu? Sebaiknya kita pulang dulu."


Yang di katakan oleh Eva ada benarnya juga. Lagian Kiara juga tidak ingin jika terjadi sesuatu dengan anaknya. Apalagi mereka habis pergi dari perjalanan jauh.


"Baiklah, kita langsung pulang saja," ucap Kiara.


Tak lama, mereka sampai juga di kediaman Pak Andika. Dengan langkah lelah, mereka mendekati rumah itu.


Setelah beberapa kali mengetuk pintu, akhirnya ada yang membuka pintu juga.


"Bi, Mamah sama Papah dimana?" tanya Eva.


"Tuan sama nyonya sedang tidur," jawabnya.


'Aneh sekali Mamah sama Papah kok tidak di rumah sakit,' batin Eva.


Eva mengajak suaminya untuk pergi ke kamarnya. Sedangkan Kiara pergi ke kamar tamu, karena dia akan menempati kamar itu.


Kiara sudah menidurkan anaknya yang tadi rewel. Dia juga sudah membersihkan diri. Sekarang saatnya dia beristirahat dan tidur. Namun dia tidak bisa memejamkan mata begitu saja. Kiara sangat khawatir dengan keadaan Alan. Kiara memutuskan untuk keluar dari kamar. Dia ke dapur untuk mengambil minum. Ternyata disana ada Bu Anara yang juga sedang mengambil minum.


"Kia, kamu sudah sampai? Maaf ya Mamah tidak menyambutmu. Tadi Mamah sedang tidur."


"Tidak apa-apa, Mah. Oh iya, siapa yang jagain Alan di rumah sakit?"

__ADS_1


"Ada suster kok yang menjaganya," ucap Bu Anara.


Kiara tidak bertanya lebih, dia hanya heran saja kenapa Bu Anara tidak berada di rumah sakit.


__ADS_2