Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_Episode.74


__ADS_3

Sudah satu bulan Kiara tinggal di rumah Rian dan Adelia. Bu Anara dan Pak Andika juga sudah tahu jika Kiara tinggal disana. Namun mereka pura-pura tidak tahu. Jika mereka datang berkunjung, takutnya Kiara menghindar lagi dan malah pergi. Padahal mereka ingin sekali untuk datang mengunjungi Kiara.


Adelia menghampiri Kiara yang sedang bermain bersama Raffa.


"Kia, ada yang ingin Kakak bicarakan," ucap Adelia.


"Kakak mau bicara apa?" Kiara menatap Adelia yang baru mendudukkan diri di atas karpet.


"Besok Kakak mau ke rumah Mamah. Kebetulan ada acara makan-makan keluarga. Karena sebentar lagi Eva dan Reno akan pergi ke luar negeri. Kamu mau ikut tidak?"


"Sepertinnya saya tidak bisa ikut, Kak."


"Sudah aku duga, aku mengerti kok kenapa kamu tidak mau ikut."


"Maaf ya, Kak." sebenarnya Kiara merasa tak enak karena terpaksa harus menolak ajakan Adelia. Namun dia benar-benar tidak bisa pergi.


"Tidak apa-apa, Kia."


Setelah selesai mengobrol dengan Kiara, kini Adelia pergi ke dapur. Karena dia ingin memasak untuk makan malam. Padahal ada pembantu disana, namun Rian lebih suka memakan masakan istrinya.


Kiara kembali fokus mengawasi Raffa yang sedang aktif-aktifnya.


"Raffa, jangan main kesana, Nak. Nanti jatuh loh," Kiara menatap Raffa yang merangkak hingga ke ruang depan.


Kiara hendak berdiri dari duduknya. Namun karena perutnya yang buncit, dia sedikit kesusahan. Namun akhirnya dia bisa berdiri juga. Kiara menghampiri Raffa yang ada di ruang depan.

__ADS_1


"Sayang, jangan main disini, Nak. Kita kembali ke karpet yuk, disini dingin."


Raffa hanya mendongkakkan kepalanya menatap Kiara. Dia hanya tersenyum tanpa mengerti apa yang di katakan oleh Kiara.


Terlihat pintu rumah terbuka. Ternyata Rian baru pulang dari kantornya. Rian melihat anaknya yang sedang asyik merangkak di lantai.


"Sayang, kamu lagi ngapain disini? Kamu jangan nyusahin Tante Kia dong," Rian menghampiri anaknya, lalu menggendongnya.


"Raffa tidak menyusahkan kok, Kak. Dia cuma suka muter-muter seperti ini. Tapi tidak rewel kok," ujar Kiara.


"Tapi tetap saja nanti kamu yang cape loh."


"Tidak kok, Kak."


"Terima kasih ya karena sudah mau jagain anak saya. Saya bawa dia ke kamar dulu.


°°°°°°


Pagi ini Rian dan Adelia sudah bersiap untuk pergi. Kebetulan hari ini hari libur, jadi Rian tidak pergi ke kantor.


Keduanya keluar dari kamar. Mereka melihat Kiara yang sedang duduk sendirian di ruang depan.


"Kia, kami pergi dulu ya. Kamu di rumah saja jangan kemana-mana," pinta Adelia.


"Baik, Kak."

__ADS_1


"Sayang, memangnya Kia tidak ikut?" Rian bertanya kepada istrinya.


"Tidak, Mas. Kemarin Nara sudah ajak dia, tapi katanya tidak mau ikut," ucap Kinara.


"Baiklah," kini keduanya melangkah berdampingan keluar dari rumah. Kebetulan Rian yang menggendong anaknya.


Sesampainya di mobil, Rian langsung saja mengemudikan mobilnya menuju ke alamat rumah Pak Andika.


"Sayang, kita beli buah atau kue tidak untuk kita bawa?" tanya Rian sambil sesekali menatap istrinya yang duduk di sebelahnya.


"Tidak usah, Mas. Lagian disana pasti banyak makanan," jawabnya.


"Baiklah, kalau begitu kita tidak akan singgah dulu," Rian kembali fokus mengemudi.


Setelah cukup lama mengemudi, kini mereka telah sampai di kediaman Pak Andika.


Kebetulan Bu Anara sudah berdiri sejak tadi di depan rumah untuk menunggu kedatangan mereka. Bu Anara tersenyum saat melihat anak dan menantunya berjalan ke arahnya.


"Akhirnya kalian datang juga," ucap Bu Anara, lalu dia mengambil Raffa yang ada di gendongan Rian.


"Cucu nenek tampan sekali," Bu Anara menciumi kedua pipi Raffa.


"Mah, aku sudah ajak Kia ikut, tapi dia tidak mau," ucap Adelia.


"Tidak apa-apa, Nak. Biar nanti Mamah yang berkunjung ke rumahmu untuk menemuinya. Ayo kita masuk!" ajaknya.

__ADS_1


Adelia dan Rian mengikuti Bu Anara yang sudah melangkah duluan.


Tidak ada acara apa pun hari ini. Hanya kumpul keluarga saja sambil mengobrol dan menikmati makanan ringan buatan Bu Anara.


__ADS_2