Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_episode 30


__ADS_3

Tinggal dua hari lagi Adelia berada di korea. Hari ini hari terakhirnya pergi ke kantor. Walaupun dia baru sebentar disana, rasanya banyak momen yang tidak bisa dia lupakan.


Adelia sudah siap dengan pakaian kerjanya. Hari ini dia pergi ke kantor hanya untuk berpamitan saja dengan rekan kerjanya.


Sebenarnya atasan Adelia merasa keberatan jika dia resign dari kantor itu. Karena Adelia begitu cerdas dan sangat membantu bagi atasannya. Walaupun sedang hamil, namun Adelia selalu semangat dan tidak pernah berputus asa.


Rian melihat Adelia yang baru keluar dari kamar.


"Del, mau berangkat?" tanya Rian.


"Iya," hanya itu yang di ucapkan oleh Adelia.


"Aku antar ya," tawar Rian.


"Tidak usah, aku di jemput oleh supir kok," ucapnya.


"Baiklah," Rian mende*sah pasrah. Adelia selalu menolak saat dia menawarkan untuk mengantar.


Beberapa menit setelah kepergian Adelia. Terlihat Clarissa yang baru keluar dari kamar. Kebetulan jadwal dia ke rumah sakit agak siangan. Jadi masih bisa bersantai-santai.


"Ekhm, sendirian saja nih," Clarissa mendudukan diri di sebelah Rian.


"Ngapain dekat-dekat?" Rian bergeser karena Clarissa terlalu dekat dengannya.

__ADS_1


Ternyata Clarissa tetap bergeser, sehingga kini Rian duduk di ujung sofa.


"Stop!" Rian menghentikan Clarissa saat hendak bergeser lagi.


Rian hendak berdiri karena Clarissa yang tetap bergeser seperti sedang mencari perhatian. Namun Rian kehilangan keseimbangan sehingga dia terjatuh ke lantai. Kebetulan Clarissa hendak memegangi tangan Rian, tapi dia malah ikut terjatuh.


Adelia berniat kembali ke apartemen karena ponselnya tertinggal. Adelia membuka pintu itu dengan pelan. Saat hendak memasuki ruang keluarga, Adelia melihat pemandangan yang tak semestinya. Clarissa terbaring di atas tubuh Rian, dan mereka ada di atas lantai.


Adelia tak jadi masuk, dia memilih untuk pergi. Tidak apa-apa jika dia tidak membawa ponsel, lagian tidak ada hal yang penting dengan ponselnya.


Adelia masih tak percaya dengan apa yang tadi dilihatnya. Rian yang selalu bersikap manis, perhatian, suka menggodanya, namun ternyata tidak lebih dari lelaki yang suka mempermainkan hati wanita. Bisa-bisanya seintim itu dengan wanita yang berstatus istri orang.


Rian sedikit mendorong tubuh Clarissa sehingga Clarissa terjatuh ke lantai.


Rian pergi dengan menaiki taxi online. Kebetulan dia masih hafal hotel tempat Reno berada.


Sesampainya di hotel, Rian pergi menuju kamar hotel yang di tempati oleh Reno.


Tok tok


Rian mengetuk pintu itu. Tak lama, Reno membukakan pintunya.


"Kok kembali kesini? Memangnya tidak asyik berduaan dengan Adel?" tanya Reno yang saat ini sedang berdiri di depan pintu.

__ADS_1


"Ceritanya di dalam saja, pinggangku sakit," Rian menerobos masuk ke dalam.


Reno menutup pintu, lalu menghampiri Rian.


"Kenapa sakit pinggang? Apa habis main kuda-kudaan?"


"Bukan, ini itu karena Clarissa," kata Rian.


"Kakak bertemu Clarissa dimana?"


"Di apartemen Adel, sekarang dia malah menginap disana. Katanya karena dia kesepian, suaminya sedang dinas."


"Wah enak tuh tiap hari bertemu mantan pacar dan calon istri. Lalu, apa Kakak masih ada rasa sama dia?"


"Tidak, Kakak sudah melupakan masa lalu."


"Bagus, aku takut jika Kakak menyakiti Adel. Oh iya, apa Adel sudah tahu jika Clarissa mantan Kakak?"


"Tidak, aku belum memberitahunya."


"Kakak harus memberitahu dia secepatnya. Takutnya ada kesalahpahaman, apalagi kalian tinggal bertiga."


"Iya, nanti akan Kakak pikirkan," ucap Rian

__ADS_1


__ADS_2