Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_Episode.79


__ADS_3

Kini Bu Anara dan yang lainnya sudah sampai di luar negeri. Lebih tepatnya di kota London. Mereka baru saja keluar dari bandara. Ternyata bepergian dengan waktu yang lama cukup melelahkan juga. Mereka ingin agar cepat-cepat sampai di rumah Reno.


Ternyata di depan bandara sudah ada Reno yang sedang menunggu kedatangan mereka.


"Ayo langsung masuk saja! Biar aku yang menaruh barang bawaannya ke bagasi," ucap Reno.


"Terima kasih, Ren. Tahu saja nih kalau kami sedang kelelahan," Rian membuka pintu mobil, lalu menyuruh istri dan anaknya masuk duluan.


Setelah memasukkan semua barang bawaan mereka, kini Reno kembali masuk ke mobil, lalu langsung mengemudikan mobilnya.


Tak lama mereka sampai juga di depan rumah milik Reno. Adelia tampak kagum melihat rumah Reno yang tidak terlalu besar, namun desainnya terlihat modern.


Mereka keluar dari mobil, lalu melangkah mendekati rumah itu. Eva membuka pintu, dia menyambut hangat kedatangan keluarganya.


“Selamat datang, Mah, Pah, Kak. Ayo masuk!” ajaknya.


“Baru beberapa bulan tidak bertemu, kamu gendutan, Va. Kamu sedang hamil?” tanya Bu Anara.


“Belum, Mah.”


“Dia banyak makan, Mah. Jadinya gemuk,” sahut Reno.


“Biarin, lagian Mas Reno makin cinta kalau lihat aku gemuk,” ucap Eva.

__ADS_1


Hanya sebentar mereka mengobrol. Kini mereka melangkah masuk ke rumah itu. Eva menyuruh mereka untuk duduk. Namun Bu Anara dan Adelia, langsung saja bertanya dimana kamar Kiara. Eva mengantar mereka ke kamar itu. Lalu dia pergi ke dapur, menyuruh pembantunya untuk menyiapkan minum.


Bu Anara menatap cucunya yang sangat tampan. Mirip sekali seperti Alan saat masih kecil.


“Kia, kamu mau kasih nama siapa anak tampan ini?” tanya Bu Anara, sambil menatap Kiara yang sedang duduk di pinggir ranjang.


“Belum tahu, Mah. Aku bingung.”


“Biar Mamah saja yang kasih nama. Apa kamu tidak keberatan?”


“Tidak, Mah. Lagian ini juga cucu Mamah. Jadi Mamah berhak untuk memberikannya nama,” ucap Kiara.


“Nanti Mamah berunding dulu sama Papah dan yang lainnya.”


“Kia, ini ada banyak perlengkapan bayi, ada baju juga Nanti bisa kamu cuci dulu sebelum di pakai,” ucap Adelia.


“Terima kasih, Kak.”


“Sama-sama,” jawabnya.


Adelia kembali ke luar dari kamar itu karena anaknya rewel. Begitu juga dengan Eva yang ikut keluar. Hanya Bu Anara yang masih disana menemani Kiara.


“Papah mau lihat cucu Papah dulu,” Pak Andika beranjak dari duduknya.

__ADS_1


“Aku ikut, Pah.” Rian mengikuti Pak Andika yang sudah melangkah duluan.


°°°°°°°°


Bu Anara dan keluarganya menginap beberapa hari di rumah anaknya, sekalian mereka pergi berlibur selama masih berada disana. Karena jarang-jarang mereka pergi berlibur.


Alan yang baru pulang dari kantor, melihat postingan kakaknya di instagram. Terlihat kakaknya dan orang tuanya sedang berlibur bersama. Alan tahu jika itu bukan tempat wisata di indonesia. Terlihat sekali jika tempat itu di luar negeri. Alan sedikit kesal karena dia seperti tidak di anggap. Liburan saja dia tidak di ajak.


"Ah biarkan saja mereka bersenang-senang. Nanti kalau mereka sudah pulang, giliran aku yang pergi jalan-jalan," gumam Alan.


Alan kembali menggeser layar ponselnya. Dia melihat foto Nela bersama dengan seorang laki-laki. Mungkin saja itu calon suaminya. Dari yang Nela katakan, jika dirinya di paksa orang tuanya untuk mau menerima perjodohan. Namun saat Alan melihat foto mesra Nela dan kekasihnya, dari raut wajahnya tidak terlihat seperti senyum keterpaksaan.


Alan tersenyum kecut sambil menatap foto itu.


"Kamu sudah bahagia, aku juga bisa berbahagia. Lihat saja nanti, aku pasti akan mendapatkan wanita yang lebih cantik dari kamu," gumam Alan.


Alan menaruh ponselnya ke atas meja. Lalu dia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


Alan memilih untuk berendam di air hangat. Rasanya dia perlu menyegarkan badannya yang sedikit pegal-pegal. Bekerja setelah kuliah, ternyata cukup melelahkan.


Alan menyenderkan kepalanya di pinggir bathtub. Dia memejamkan matanya, dan tertidur. Alan bermimpi melihat seorang perempuan sedang menimang-nimang bayi. Namun perempuan itu berdiri membelakanginya. Saat dia hendak mendekati perempuan itu, tiba-tiba dia terbangun.


"Ah, mimpi apa itu," gumam Alan.

__ADS_1


__ADS_2