Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_Episode.49


__ADS_3

Adelia sudah menceritakan kelakuan Alan kepada orang tuanya. Bu Anara sangat kecewa sekali. Dia tidak menyangka jika Alan akan berbuat seperti itu.


Saat ini di kediaman Pak Andika, semuanya sedang berkumpul. Pak Andika sengaja mengundang orang tua Nela untuk membahas persoalan anak-anak mereka. Bu Vanesa juga ada disana.


Pak Andika melirik Alan yang sedang menunduk. Kebetulan Alan duduk di depan Pak Andika.


"Alan, Papah kecewa sama kamu. Bisa-bisanya kamu merusak anak gadis orang."


"Pah, Alan dan Nela belum sampai tidur bersama kok," ucap Alan menimpali perkataan ayahnya.


"Tapi kalian sudah berani melakukan hal-hal di luar batas. Papah serahkan saja deh kepada Bu Rena selaku orang tua Nela. Bagaimana baiknya anak-anak kita," ucap Pak Andika sambil menatap ke arah Bu Rena yang duduk di samping.


"Lebih baik anak kita langsung di nikahkan saja, Pak. Pak Dika tidak usah terlalu memikirkan biaya. Biar saya yang mengurus semuanya," ucap Bu Rena.


"Tapi anak saya masih belum kerja, Bu. Bahkan kuliah saja belum lulus," ucap Pak Andika.


"Tidak masalah, lagian Alan bisa mulai bantu-bantu di kantor. Mau di kantor saya juga tidak apa-apa," ujar Bu Rena.


"Biar di kantor saya saja, Bu. Lagian nantinya kantor itu juga akan di wariskan untuk Alan," kata Pak Andika.

__ADS_1


"Kapan baiknya anak kita menikah?" sahut Bu Anara di sela-sela pembicaraan mereka.


"Mungkin dua atau tiga bulan lagi. Itu juga jika semuanya setuju," ucap Bu Rena.


"Saya setuju," ucap Pak Andika.


"Mamah juga setuju, tapi sebaiknya Alan dan Nela jangan sering bertemu dulu. Takutnya mereka berbuat macam-macam," ucap Bu Anara.


Sekarang semuanya sudah merasa lega, karena masalah Alan dan Nela sudah selesai. Sebenarnya Pak Andika belum ingin jika anak laki-lakinya harus menikah muda. Namun jika sudah begini mau bagaimana lagi. Menikah adalah satu-satunya jalan keluar. Karena tidak mungkin jika Pak Andika melarang anaknya berpacaran dengan Nela. Karena Nela merupakan anak dari rekan bisnisnya.


°°°°°°


Sejak tadi Kiara merasa gelisah. Entah kenapa dia merasa tak tenang.


Pyar


Tangan Kiara sedikit gemetar


"Ada apa ini? Kenapa perasaanku tak enak?"" gumam Kiara.

__ADS_1


Kiara mengingat keluarganya yang ada di kampung. Dia takut jika orang tua atau adiknya kenapa-napa.


Setelah memunguti pecahan gelas, Kiara langsung saja menghubungi orang tuanya.


Saat ini Kiara sudah kembali lagi ke kamar. Dia mengambil ponselnya yang ada di atas meja. Kiata mencari kontak nomor ibunya, lalu dia menghubunginya.


📞"Hallo, Mah."" ucap Kiara.


📞"Hallo, Nak. Kenapa baru menelpon? Akhir-akhir ini kamu jarang menghubungi Mamah loh."


📞"Maaf, Mah. Aku sibuk kuliah." ucap Kiara berbohong. Sebenarnya Kiara jarang menghubungi orang tuanya karena dia tidak mau jika orang tuanya tahu kalau dia hamil di luar nikah.


📞"Jangan telat makan, Nak. Dan rajinlah belajar, karena Mamah ingin jika kamu menjadi anak yang sukses. Mamah dan Papah disini selalu mendoakan yang terbaik untukmu."


📞"Terima kasih, Mah. Aku janji agar menjadi anak yang sukses, biar bisa membantu merenovasi rumah kita yang sudah reot. Oh iya, bagaimana keadaan Mamah dan yang lain?"


📞"Mamah dan yang lain baik-baik saja kok, Nak. Bagaimana uang jajanmu? Apakah sudah habis? Jika habis, nanti Mamah kirirmkan. Kebetulan Mamah habis menang arisan."


Kiara bernapas lega saat tahu jika keluarganya baik-baik saja.

__ADS_1


📞"Tidak usah, Mah. Aku masih punya uang kok."


Hanya sebentar Kinara dan Ibunya bertelponan. Dia tidak pernah mau menjadi anak pembohong. Namun saat ini hanya berbohonglah yang menjadi pilihan. Dia berbohong agar orang tuanya tidak mengetahui kenyataan pahit yang dia alami.


__ADS_2