
Sebenarnya Bu Anara ingin sekali pergi liburan bersama dengan Kiara. Namun karena Kiara baru melahirkan, sehingga tidak mungkin jika dia pergi keluar. Apalagi anaknya masih berusia beberapa hari.
Malam ini mereka sedang menikmati makan malam bersama. Kiara tampak malu-malu berada di antara keluarga Alan. Dia hanya makan sedikit, tidak seperti biasanya.
"Nara, kamu tambah lagi dong makannya. Kamu harus makan banyak loh. Sayur beningnya juga harus nambah," ucap Bu Anara yang melihat piring Kiara sudah kosong.
"Tidak usah, Mah." tolaknya.
"Jangan menolak!" Bu Anara mengambilkan nasi dan sayur bening, lalu menaruhnya ke dalam piring yang ada di depan Kiara.
"Tidak usah malu-malu, Kia. Biasanya kamu kalau makan banyak kok," ucap Eva.
"Itu saat hamil, Kak. Maklum namanya juga ibu hamil," jawab Kiara.
"Walaupun sudah melahirkan, tapi kamu harus tetap makan yang banyak, Nak. Apalagi sayur bening harus setiap hari," ujar Bu Anara mengingatkan.
"Baik, Mah. Aku akan memakan ini, terima kasih sudah di ambilkan," Kiara tampak tersenyum menatap Bu Anara yang duduk di sebelahnya.
"Sama-sama, Nak."
Setelah makan malam, mereka bersantai sambil mengobrol. Bu Anara dan Pak Andika sibuk mencarikan nama yang bagus untuk cucunya. Namun mereka bingung dengan beberapa nama yang mereka pilih.
"Bagusan yang mana, Del? Keandra atau Kenandra?" Bu Anara meminta pendapat anaknya.
"Menurut Adel sih bagusan Keandra," ucapnya.
Bu Anara beralih menatap Kiara.
"Bagaimana, Kia? Apa kamu setuju?" tanya Bu Anara.
__ADS_1
"Setuju, Mah. Bagus juga itu namanya."
"Untuk nama panjangnya, bagaimana kalau Keandra Alka Arjuna," sahut Pak Andika.
"Alka itu apa? Mamah baru dengar kata itu?" tanya Bu Anara.
"Alka itu gabungan dari nama Alan dan Kiara. Kalau di singkat itu jadi Alka."
"Oh, papah pintar juga kasih nama," Bu Anara memuji suaminya.
Semuanya setuju dengan nama itu. Kiara juga tidak keberatan jika bukan dia sendiri yang memberi nama untuk anaknya.
"Pah, apa kita akan adakan syukuran? Harusnya hari ini loh kita syukuran pemberian nama," ucap Bu Anara sambil menatap suaminya.
"Papah sih terserah saja, Mah." jawabnya.
"Ya sudah kalau begitu. Besok Mamah masak yang enak-enak saja di bagiin ke tetangga sekitar sini. Apa kalian setuju?"
"Tidak juga tidak apa-apa, Mah. Kia takut jika malah merepotkan Mamah," kata Kiara.
"Sama sekali tidak merepotkan kok, Nak. Lagian ini untuk cucu Mamah loh. Besok Mamah tetap mau masak-masak. "
Kiara hanya setuju saja dengan apa yang ingin Bu Anara lakukan, selama itu tidak merepotkan.
°°°°°°°
Bu Anara sedang masak di bantu oleh pembantu yang ada di rumah itu. Sengaja Bu Anara memasak masakan indonesia.
Setelah cukup lama berkutat di dapur, akhirnya Bu Anara sudah menyelesaikan masakannya. Sekarang tinggal memasukan masakan itu ke dalam wadah yang sudah di sediakan. Makanan itu akan di bagikan ke tetangga sekitar dalam keadaan masih hangat.
__ADS_1
"Mah, Adel bantu ya," Adelia melihat ibunya yang sedang menatap wadah makanan yang akan diisi, ke atas meja.
"Memangnya anakmu tidak rewel? Tadi sepertinya menangis?"
"Sudah sama Mas Rian kok, jadi aman.
"Baiklah, ini kamu bantu masukin semua masakan ini ke wadah."
"Siap, Mah.
Setelah selesai membungkus makanan, Adelia langsung memanggil suaminya. Sekarang giliran para lelaki yang pergi untuk membagikan makanan itu selagi masih hangat.
Kiara yang baru keluar dari kamar, dia melihat rumah yang cukup berantakan. Dia pergi ke belakang untuk mencari sapu.
"Kia, kamu mau nyapu? Jangan, Nak! Biar Mamah saja," Bu Anara mendekati Kiara yang sedang memegang sapu.
"Tapi Kia tidak bisa diam saja melihat rumah cukup berantakan, Mah. Kia tidak enak jika tidak ngapa-ngapain."
"Nak, kamu ini habis melahirkan loh. Sudahlah, kamu istirahat saja," Bu Anara mengambi sapu yang ada di tangan Kiara.
"Tapi, Mah." Kiara hendak berbicara, namun Bu Sinta memotong perkataannya.
"Stt menurutlah! Lagian mamah yang bikin rumah berantakan, jadi biar mamah saja yang membereskannya."
"Baiklah, maaf ya Mah. Aku jadinya tidak bantu apa-apa."
"Tidak masalah, Nak."
Bu Anara menyuruh Kiara pergi ke kamar, dan dia menurutinya.
__ADS_1