Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
Part.78


__ADS_3

Anara sudah mengoleskan kembali foundation ke lehernya. Sekarang bekas kiss mark itu sudah tidak terlihat lagi. Setelah itu dia bersiap-siap pergi karena akan makan siang di luar.


Anara merasa jika beberapa karyawannya menatapnya dengan berlebihan. Namun dia hanya tersenyum saja menatap mereka.


Saat sudah sampai di depan restoran, Anara melihat Rian yang baru turun dari mobil.


'Astaga ada dia,' gumam Anara.


Anara bisa saja balik lagi masuk ke dalam. Namun sudah kepalang tanggung karena Rian sudah melihatnya.


"Hai cantik, mau kemana nih?" tanya Rian, yang saat ini sudah ada di dekat Anara.


"Mau pergi," ucapnya cuek.


"Wah kebetulan sekali aku datang untuk mengantarmu kemana pun kamu pergi."


"Aku bisa sendiri kok," ucapnya.


Rian menarik tangan Anara menuju ke mobilnya. Percuma Anara memberontak juga karena Rian terus memaksa. Akhirnya dia mau pergi bersama Rian.


"Kita kemana nih?" Rian yang hendak mengemudikan mobilnya, bertanya tempat yang akan Anara tuju.


"Ke restoran saja, terserah dimana," ucapnya.


"Siap," Rian segera tancap gas dan mengemudikan mobilnya menuju ke restoran yang biasa dia kunjungi.


Sesampainya di depan restoran, Anara turun dari mobil, lalu melangkah duluan memasuki restoran itu.


"Woy tungguin," teriak Rian dari balik kaca mobil yang terbuka. Baru juga dia akan memarkirkan mobilnya, namun Anara sudah pergi begitu saja.


Saat ini Anara dan Rian sudah duduk di salah satu kursi di sisi depan. Karena kebetulan kursi yang lain penuh. Rian memanggil waiters dan ke duanya segera memesan.


Di meja lain, Andika sedang bertemu dengan rekan bisnisnya. Dia tidak sengaja melihat keberadaan Anara di sisi depan.


"Tuan Andika, sedang menatap apa?" tanya Stela yang merupakan rekan bisnisnya.


"Tidak kok, mari kita lanjut makan," ucapnya.


Stela menatap Andika yang sedang fokus makan, dan dia melihat ada sisa makanan di sudut bibirnya. Stela mengambil tisu dan mengusap sudut bibir Andika.


Anara tak sengaja menoleh dan melihat Andika bersama seorang wanita. Dan wanita itu terlihat begitu perhatian.


'Tebar pesona saja Kak Dika, katanya suka sama aku, tapi malah dekat sama wanita lain,' batin Anara.


"Kamu lihatin apa?" Rian menatap ke arah pandang Anara. Dia tersenyum saat tahu jika Andika sedang bersama wanita lain.

__ADS_1


"Jika dia bisa romantis, kita juga bisa lebih romantis," ucap Rian sambil menatap Anara.


Mendengar perkataan Rian, dia jadi punya ide untuk memanas-manasi Andika.


"Permisi, ini pesanannya," dua orang waiters menaruh pesanan Anara dan Andika.


"Terima kasih," ucap Anara.


"Sama-sama, Kak." ucapnya.


Anara dan Rian mulai melahap makan siang mereka.


"Nih, aaa ..... " Rian menyuruh Anara membuka mulutnya, karena dia akan menyuapinya.


Anara menurut, karena itu bisa menjadi salah satu cara dia memanas-manasi Andika.


Tak sengaja Andika melihat Anara dan Rian yang terlihat romantis. Dia mengepalkan tangannya di bawah meja.


'Sialan, beraninya mereka bermesraan seperti itu,' batin Andika.


"Tuan Andika, kenapa makanannya tidak di makan?" tanya Stela.


"Saya sudah kenyang," ucapnya.


"Apa kita akan langsung pulang?"


Kini ke duanya beranjak dari duduknya. Mereka keluar dari restoran itu. Sesekali Andika menatap Anara yang terlihat asyik dengan Rian.


"Sepertinya sudah tidak ada saingan lagi," ucap Rian.


"Saingan apa?"


"Saingan untuk memilikimu," ucapnya.


Anara hanya tersenyum kecil kepada Rian. Sebenarnya dia bukannya mau memberikan harapan kepada Rian, tapi dia tadi berniat hanya memanas-manasi Andika.


°°°


Sore ini, Anara sedang duduk bersantai sambil mengobrol dengan Bu Sinta. Kebetulan dia baru pulang kerja beberapa menit yang lalu.


Obrolan mereka terhenti saat


ke duanya mendengar ketukan pintu dari luar rumah.


"Biar Mamah yang membuka pintu," Bu Sinta beranjak dari duduknya, lalu melangkah mendekati pintu masuk.

__ADS_1


Cklek


Bu Sinta melihat Andika yang sedang berdiri sambil membawa koper besar.


"Kamu kok bawa koper besar segala?"


"Iya, Mah. Mulai sekarang Andika akan menginap disini."


"Ayo masuk!" ajak Bu Sinta.


Anara heran saat melihat Andika datang dengan membawa koper besar.


"Kak Dika mau pindahan?"


"Iya, aku akan tinggal disini," ucapnya.


"Memangnya aku mengijinkan?"


"Kalau pun tidak, aku tetap akan memaksa," ucapnya.


"Tapi kok mendadak sekali sih, kenapa tidak dari kemarin- kemarin?" tanya Anara.


"Maunya baru sekarang."


"Apa ini karena cemburu?"


"Apa maksudmu, Nak?" tanya Bu Sinta, yang merasa penasaran.


"Tadi siang Nara dan Kak Rian makan siang di restoran. Terus Nara lihat Kak Dika juga sedang makan siang bersama seorang wanita. Ya sudah aku panas-panasin saja, aku suap-suapan sama Rian." ucap Anara.


"Oh, jadi kamu sengaja? Nakal juga yah ternyata," Andika mendekati Anara lalu menggelitik pinggangnya.


"Ah geli stop!" Anara mencoba untuk menjauhkan tangan Andika dari pinggangnya.


Tiba-tiba Andika menarik Anara dan memeluknya.


"Seperti ini saja, lebih nyaman," ucap Andika yang kini sedang memeluk Anara.


Kebetulan Pak Indra baru masuk ke rumah, karena habis berjalan santai di sekitar komplek. Dia melihat Anara dan Andika yang sedang berpelukan.


"Kalian ... " Pak Indra menggantung perkataannya.


Anara, Andika, dan Bu Sinta menoleh ke sumber suara. Anara buru-buru menjauhkan badannya dari Andika.


°°°°

__ADS_1


Kasih like + komen setiap episode dong, biar semangat UP banyak🤣


__ADS_2