Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_Episode 28


__ADS_3

"Rian, kenapa ada disini?" tanya Clarissa.


"Aku tinggal disini," ucapnya.


"Bukankah ini apartemen yang di tinggali Adel? Apa dia sudah pindah?"


"Dia memang tinggal disini, sekarang sedang bekerja."


"Boleh aku masuk, aku bawa banyak belanjaan untuknya," Clarissa memperlihatkan kresek besar yang dia taruh di atas lantai.


"Mari!" Rian mempersilahkan Clarissa masuk.


Clarissa pergi ke dapur untuk menaruh barang bawaannya. Lalu dia kembali ke depan. Dia melihat Rian yang sedang duduk di ruang tamu.


"Oh iya, mau minum apa? Biar aku buatkan," tawar Rian.


"Tidak usah," ucap Clarissa. Lalu dia duduk di depan Rian.


Rian melihat jika Clarissa pasti sangat dekat dengan Adelia. Itu terlihat saat tadi Clarissa masuk begitu saja ke dapur. Bahkan menaruh barang belanjaan yang dia bawa di tempat penyimpanan makanan.


"Apa hubunganmu dengan Adel?" tanya Clarissa.


"Dia itu ibu dari anakku," jawab Rian.


"Jadi, kamu ini lelaki yang tidak bertanggung jawab itu. Masih sama seperti dulu," ucapnya.


"Apa maksudmu?"


"Ah tidak, aku hanya salah bicara," ucapnya.


'Beruntung sekali Adel, dia mengandung anaknya Rian. Andai saja dulu kita sampai ke tahap itu, mungkin aku yang sekarang hamil anakmu. Tapi sayang, dulu aku keburu di jodohkan oleh orang tuaku,' batin Clarissa.


Sebenarnya saat pacaran, Rian dan Clarissa sudah sempat melakukan making out. Hanya saja Rian menolak melakukan lebih, karena dia tidak mau merusak Clarissa. Apalagi saat itu keduanya masih pelajar.


Rian merasa tidak nyaman karena Clarissa terus menatapnya.

__ADS_1


"Kamu masih ada keperluan lagi? Kalau tidak ada, lebih baik pulang," Rian mengusir Clarissa.


"Aku mau ke kamar mandi dulu," Clarissa beranjak dari duduknya, lalu dia pergi ke kamar mandi terdekat.


Ternyata Clarissa masuk ke kamar mandi yang ada di kamar Adelia.


"Aww aduh ... " pekik Clarissa dari dalam kamar mandi.


Kebetulan Rian mendengar teriakan Clarissa. Dia menghampiri ke sumber suara.


"Cla, kamu tidak apa-apa?" Kini Rian berdiri di depan kamar mandi.


"Aku terjatuh," ucapnya.


"Aku tunggu disini, cepat keluar!"


"Aku tidak bisa keluar," ucap Clarissa.


Rian mencoba untuk membuka pintu itu. Ternyata pintunya tidak terkunci.


Dia melihat Clarissa yang saat ini sedang duduk di lantai. Rian masuk ke dalam dan membantu Clarissa untuk berdiri.


"Sepertinya tidak," ucapnya.


Rian menggendong Clarissa keluar dari kamar mandi. Dia merebahkan Clarissa ke atas tempat tidur.


"Aww aduh, sepertinya kakiku terkilir," ucap Clarissa dengan sedikit meringis.


"Kamu obatin sendiri dong, kamu kan dokter," kata Rian.


"Tapi ini perlu di pijat," ucapnya.


"Biar aku carikan tukang pijat dulu."


"Tidak mau, takutnya yang datang malah tukang pijat plus plus. Ini negara bebas loh," ucap Clarissa.

__ADS_1


"Lalu?"


"Kamu saja yang pijat kakiku. Aku tidak bisa memijat sendiri."


Dengan terpaksa, Rian membantu untuk memijat kaki Clarissa.


"Ah sakit awwhh ... " teriak Clarissa dengan desa*hannya.


'Sttt kenapa pakai mende*sah segala sih dia,' batin Rian.


Setelah merasa cukup, Rian menyudahi untuk memijat kaki Clarissa. Dia menyuruh Clarissa untuk pulang. Karena dia tidak mau jika hanya berdua saja di apartemen itu.


Rian mengantar Clarissa sampai ke depan. Kebetulan Clarissa sudah memesan taxi online.


°°°°°°


Rian melihat Adelia baru pulang dari kantor. Dia mendekatinya dan mengambil tas kerjanya.


"Mau aku bantu jalan? Sepertinya kamu kecapean," tawar Rian.


"Tidak usah, aku bisa sendiri."


Rian mengikuti Adelia hingga sampai ke kamar.


"Taruh saja tasnya disitu, terus keluar dari kamar ini," pinta Adelia.


Rian menaruh tas itu ke atas meja. Namun dia tidak langsung keluar dari kamar itu.


"Ngapain masih disitu? Cepat keluar!"


"Aku mau disini saja lihatin kamu."


"Jangan modus, aku mau ganti baju loh," ucap Adelia.


"Ganti saja, aku penasaran sama yang di dalam."

__ADS_1


Adelia melotot tak percaya saat mendengar perkataan Rian. Ternyata Rian suka sekali menggodanya. Baginya, Rian terlihat bahaya. Dia harus berhati-hati, dan jangan kasih celah untuk Rian yang bisa saja berbuat macam-macam kepadanya.


"Ayo keluar!" Adelia menarik tangan Rian, hingga Rian keluar dari kamar itu.


__ADS_2