Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_Episode 22


__ADS_3

Reno sudah sampai di hotel dari beberapa jam yang lalu. Saat ini dia sedang tidur karena merasa kelelahan.


Tring tring


Suara ponsel yang ada di atas meja, mengusik Reno sehingga dia terbangun dari tidurnya.


'Siapa sih ganggu orang istirahat saja,' Reno membuka kedua matanya. Dia menoleh ke samping, lalu mengambil ponselnya yang ada di atas meja kecil dekat ranjang.


Reno menatap layar ponselnya. Ternyata yang mengganggu tidur nyenyaknya itu Eva.


📞"Hallo," ucap Reno dengan suara sedikit serak khas bangun tidur.


📞"Hallo, Ren. Kamu kok ke korea tidak ajak-ajak? Aku kan mau ikut," ucap Eva dari balik telfon.


📞"Ngapain ikut? Mau cek in bareng sekalian hooneymoon?"


📞"Ah itu sih maunya kamu. Aku itu ingin liburan, shopping, ah aku pasti senang sekali," ucap Eva sambil membayangkan.


📞"Lagian aku pergi karena mau menghadiri pertemuan bisnis, bukan jalan-jalan seperti yang kamu pikirkan."


📞"Aku susulin kamu ya, aku ingin sekali ke korea," terdengar suara Eva yang sedikit manja.


📞"Tidak usah," setelah mengatakan itu, Reno langsung mematikan panggilan telfonnya begitu saja.


'Mengganggu saja,' gumam Reno, lalu dia kembali meletakan ponselnya ke atas meja.


Reno memilih untuk tidur lagi karena dia masih mengantuk.


Satu jam kemudian, Reno terbangun dari tidurnya. Dia memilih untuk membersihkan diri. Namun sebelum itu dia mengecek ponselnya, siapa tahu ada yang mengirim pesan penting.


Ternyata ada satu pesan dan pesan itu dari Eva.


☆Nona Janda☆

__ADS_1


Ren, nanti kalau mau pulang jangan lupa beliin oleh-oleh.


Sekiranya seperti itu isi pesan yang di kirimkan oleh Eva.


Reno membalas pesan itu,


To: ☆Nona Janda☆


Tenang saja, nanti ku belikan bekini.


Setelah membalas pesan itu, Reno mematikan ponselnya.


Reno melangkahkan kakinya pergi ke kamar mandi. Karena nanti niatnya dia akan pergi keluar.


°°°°°°°°


Saat ini Reno sudah terlihat rapih dengan penampilannya. Dia akan menghadiri pertemuan bisnis di salah satu perusahaan besar, yang kebetulan menjadi tuan rumah acara pertemuan itu.


Saat ini Reno sudah berada di dalam mobil. Sepanjang jalan, dia hanya menatap ke arah luar.


'Pasti Eva senang nih kalau di ajak jalan-jalan kesini,' batin Reno.


Reno tersadar, lalu dia menggeleng-gelengkan kepalanya.


'Isshh apa-apaan sih, bisa-bisanya aku memikirkan dia,' batin Reno.


Hanya dua puluh menit perjalanan, kini Reno sudah sampai di tempat tujuan.


Reno memperlihatkan undangan digital yang ada di ponselnya kepada petugas yang berjaga, sebelum dia masuk ke dalam bangunan menjulang tinggi itu.


Reno mengikuti beberapa orang di depannya yang sedang berjalan menuju ke ruang pertemuan.


Sesampainya di ruang pertemuan, Reno bersalamama dengan beberapa tamu yang sudah hadir. Dia melihat ada beberapa rekan bisnis ayahnya yang juga datang kesana.

__ADS_1


Kini Reno duduk di salah satu kursi yang ada di urutan nomor dua dari depan.


Terlihat seorang lelaki muda maju ke depan untuk memberikan sambutan. Lelaki itu ternyata orang kepercayaan dari pemilik perusahaan. Dia memperkenalkan prodak-prodak dari perusahan itu yang kebetulan akan di pasarkan di pasar internasional.


Reno hanya memperhatikan saja. Dia akui, sumber daya manusia di negara itu sangatlah maju. Bahkan mampu mencipatakan sesuatu yang mampu di jual di pasar internasional.


'Tidak salah nih, Papah kerja sama dengan perusahaan ini,' batin Reno sambil menyunggingkan senyumnya.


Lelaki yang berdiri di depan sudah selesai memperkenalkan bisnisnya. Lalu mempersilahkan pimpinan perusahaan untuk maju ke depan.


Terlihat seorang lelaki tampan yang di dampingi oleh sekretarisnya, maju ke depan.


Semua yang hadir bertepuk tangan. Mereka yang tidak tahu, mengira jika wanita yang bersama lelaki itu adalah istrinya. Karena wanita itu sedang hamil.


Reno beberapa kali mengucek matanya, mencoba untuk menajamkan penglihatannya. Dia takut jika salah lihat, ternyata wanita yang maju ke depan itu Adelia.


'Kenapa Adel bisa ada disini?' batin Reno.


Reno mengambil ponselnya, lalu mengambil foto Adelia yang sedang berdiri berdampingan dengan pria tampan.


Adelia belum menyadari jika Reno ada disana, karena banyaknya orang yang hadir, dan dia tidak memperhatikannya satu persatu.


'Luar biasa, Adel sangat hebat. Dengan perutnya yang sudah buncit, tapi dia bisa berbisnis. Bahkan bisa masuk ke perusahaan ternama yang ada di negara ini,' batin Reno sambil memperhatikan Adelia.


Terlintas di pikirannya untuk mengirimkan foto Adelia kepada Rian.


'Ah, lebih baik aku buat Kak Rian kebakaran jenggot,' Reno mengirimkan foto kebersamaan Adelia dengan lelaki itu kepada Rian.


Setelah mengirim foto, lalu dia mematikan ponselnya. Dia yakin jika Rian akan langsung menelfonnya. Namun, dia sengaja mematikan ponselnya agar Rian kesal.


'Sesekali aku kasih pelajaran,' batin Reno sambil tersenyum senang.


°°°°°°°°

__ADS_1


__ADS_2