Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_Episode 36


__ADS_3

Akhirnya hari yang sudah di tunggu-tunggu telah tiba. Yaitu hari lahirnya cucu pertama di keluarga Pak Andika.


Adelia yang di temani oleh ibunya dan Rian, sudah pergi ke rumah sakit pukul sebelas malam tadi. Sedangkan keluarga yang lain menyusul sekitar pukul lima pagi.


Saat mereka datang, ternyata anak Adelia sudah lahir. Anak itu berjenis kelamin laki-laki dan terlihat sangat tampan.


"Selamat ya, Kak. Akhirnya sudah menjadi seorang ibu," ucap Eva.


"Iya, Va. Kakak juga tidak menyangka."


Eva melirik Rian yang sedang duduk di kursi.


"Eh mantan, kapan nih nikahin Kak Adel?" tanya Eva.


"Nanti saja tiga bulan lagi, lagian jika nikah sekarang, belum bisa ngapa-ngapain."


"Kalau laki-laki memang maunya yang enaknya doang, giliran yang merasakan sakitnya itu perempuan," ucap Eva.


"Benar, Nak. Nanti saja nikahnya jangan sekarang. Biar tidak puasa panjang," ucap Pak Andika.


"Yang penting ikut ngurusin anak," sahut Adelia.


"Pah, sepertinya ruangan ini sesak jika semuanya masuk," ucap Bu Anara.

__ADS_1


Pak Andika melihat ada Eva, Rian, Reno, Nela, dan Alan ada disana.


"Ah benar juga, ya sudah kita keluar dulu yuk anak-anak, kita cari makan di luar," ajak Pak Andika sambil menatap semuanya.


"Siapa yang Papah panggil anak-anak?" tanya Alan.


"Ya kalian, kamu juga anak Papah kan?"


"Tapi aku kan sudah dewasa, bukan anak-anak lagi?"


"Ayo ah, kasihan tuh Adel dan anaknya kurang pasokan udara," setelah mengatakan itu, Pak Andika pergi keluar dari ruangan itu. Sedangkan yang lain mengikutinya. Di ruangan itu tinggal ada Bu Anara dan Rian yang menemani Anara.


Rian menatap anaknya yang sedang tidur. Begitu teduh saat memandang wajah mungil itu.


Adelia sudah di perbolehkan pulang dari rumah sakit. Rian mendorong kursi roda yang sedang di duduki Anara menuju ke luar rumah sakit. Sedangkan Bu Anara menggendong cucunya.


Rian menggendong Adelia, lalu mendudukannya di mobil. Bu Anara juga ikut duduk di sebelah Adelia. Sedangkan Rian mengendari mobil. Keluarga yang lain tidak ikut menjemput di rumah sakit, karena Bu Anara menyuruh mereka untuk tetap di rumah saja.


Setelah menempuh perjalanan yang tak terlalu lama, kini mobil yang di kendarai Rian sudah sampai di depan rumah. Rian menggendong Adelia dan melangkah masuk ke rumah.


"Selamat datang semuanya," ucap Eva memberikan sambutan.


"Sepertinya enak nih yang bagian gendong-gendong," ucap Alan saat melihat Rian.

__ADS_1


"Enak apanya? Berat tahu," jawab Rian.


Adelia menatap Rian dengan tajam.


"Eh tidak-tidak, tidak berat kok," ucapnya lagi.


Rian membawa Adelia menuju ke kamar yang ada di lantai bawah. Untuk sementara Adelia tidur disana karena baru melahirkan. Karena kalau naik turun tangga menuju ke kamar yang biasa dia tempati, itu tidak memungkinkan.


Bu Anara juga masuk ke kamar itu, lalu menidurkan cucunya di box bayi.


"Tan, sepertinya saya mau menginap disini saja," ucap Rian.


"Ya sudah, kamu tidur di kamar Adel saja," ucap Bu Anara.


"Kok kamarku, Mah?" sahut Adelia yang sedang duduk di atas ranjang sambil menyenderkan kepalanya.


"Iya, sayang. Lagian Rian ini calon suami kamu."


"Terima kasih, Tante. Tapi saya pamit pulang dulu mau mengambil beberapa pakaian."


"Hati-hati, Nak. Sekalian titip salam untuk Pak Dirga."


"Siap, Tante."

__ADS_1


__ADS_2