
Reno sudah memberitahu Rian, jika saat ini Adelia ada di korea. Dengan cepat, Rian segera bersiap-siap ke korea. Bahkan dia sudah memesan tiket pesawat untuk penerbangan tercepat ke korea.
Reno yang sedang bersantai di kamar hotel, mendengar ketukan pintu dari luar. Reno menaruh ponselnya yang sedang dia pegang, lalu dia pergi mendekati pintu kamar. Dia membuka pintu itu, dan ternyata Rian yang datang.
Terlihat sekali wajah lelahnya karena dia baru sampai dari perjalanan panjang.
"Kak Rian, baru sampai?" tanya Reno.
"Iya," ucapnya, lalu menerobos masuk ke kamar.
"Eh mau ngapain? Nyari kamar sendiri coba, apa sudah tidak kuat bayar sewa kamar?" Reno menutup pintu kamar itu, lalu dia mengikuti Rian.
"Nanti saja, aku lelah sekali," Rian menaruh kopernya di dekat sofa. Lalu dia mendekati tempat tidur dan segera merebahkan diri disana.
"Ah enaknya," gumam Rian, lalu mulai memejamkan matanya.
Reno kembali bersantai sambil menonton acara televisi.
Diam-diam Reno mengambil gambar Rian dan mengirimkannya kepada Adelia.
'Aku ingin tahu Adel senang atau tidak saat tahu Kak Rian datang,' batin Reno, lalu dia kembali menaruh ponselnya.
Sudah tiga jam lamanya Rian tidur, namun belum bangun juga. Reno mendekatinya dan mulai untuk membangunkannya.
"Kak bangun! Mau ikut tidak? Aku mau keluar nih," Reno menggoyang-goyangkan tubuh Rian.
"Hm," hanya itu yang Reno dengar dari mulut Rian, namun Rian tidak membuka matanya.
"Astaga, ya sudah, kalau begitu aku pergi sendiri saja," Reno segera bersiap. Lalu dia pergi, membiarkan Rian yang masih tidur nyenyak tetap berada di kamarnya.
Reno pergi ke restoran yang ada di seberang jalan. Karena dia sudah bosan makan menu makanan yang ada di restoran hotel.
Reno yang sedang menikmati makanannya, melihat seseorang yang di kenalnya memasuki restoran itu.
"Adel," dia memanggil Adelia.
__ADS_1
Adelia menoleh ke sumber suara. Dia melihat Reno yang sedang duduk sendirian. Adelia mendekati Reno, lalu dia duduk di depannya.
"Kak Reno sama siapa?" Adelia tampak menengok kanan kirinya.
"Aku sendiri, oh iya, kamu mau pesan apa?"
"Nanti saja deh, belum ingin apa pun."
Reno mengeryitkan keningnya saat mendengar perkataan Adelia.
"Jika tidak ingin apa-apa, ngapain kamu datang kesini?" tanya Reno.
'Aduh, aku salah ucap,' batin Adelia.
Sebenarnya perasaan dia yang terus gundah yang membuatnya datang ke restoran itu. Sejak Reno mengirim foto Rian, perasaan Adelia tidak tenang. Memang di depan orang lain dia akan bersikap biasa saja. Namun jika di lubuk hatinya yang paling dalam, entah kenapa ada keinginan untuk melihat Rian.
"Hanya kebetulan lewat," kata Adelia.
"Ah tidak mungkin, bisa saja kamu datang kesini karena kamu ingin ketemu Kak Rian."
"Tidak," ucap Adelia.
"Kenapa pesanku tidak di balas?"
"Pesan yang mana?" tanya Adelia
"Itu loh yang aku kirim foto Kak Rian itu."
"Oh, aku hanya tidak ingin membalasnya saja," ucap Adelia.
Adelia meneguk ludahnya saat melihat ada makanan kesukaannya di atas meja. Dia mengambil makanan itu tanpa persetujuan dari Reno. Lalu dia langsung melahapnya.
"Kenapa punyaku dimakan? Pesan sendiri dong," tegur Reno.
"Aku maunya ini," ucap Adelia sambil mengunyah.
__ADS_1
"Astaga, emang yah cocok sekali sama Kak Rian. Sama-sama asal serobot. jangan-jangan malam pertama juga saling serobot."
Uhuk uhuk
Adelia terbatuk saat mendengar perkataan Reno. Dia mengambil gelas berisi minuman milik Reno, lalu dia meneguknya habis.
"Astaga minumanku," Reno berhenti mengunyah. Dia menatap Adelia yang sedang meneguk minuman miliknya hingga habis.
"Maaf," Adelia memperlihatkan senyum manjanya di depan Reno.
Akhirnya Reno memesan kembali makanan dan minuman yang sudah di habiskan oleh Adelia. Dia juga memesankan untuk Adelia. Karena bumil yang satu itu terlihat kelaparan.
Setelah menghabiskan semua makanannya, mereka segera pergi dari restoran itu.
Adelia merengek ingin ikut dengan Reno. Bahkan dia terus menggandeng tangan Reno dengan manja. Akhirnya Reno mengijinkannya ikut. Beberapa kali Reno melepaskan tangan Adelia dari tangannya, namun Adelia kembali menggandeng tangannya.
Saat ini keduanya sudah ada di depan kamar hotel. Reno membuka pintu kamarnya dan menyuruh Adelia untuk masuk duluan.
"Adel, sepertinya dompetku terjatuh, aku mau mencarinya dulu. Lebih baik kamu masuk saja ke dalam," ucap Reno.
"Yah, ada-ada saja. Ya sudah aku masuk duluan," Adelia melangkahkan kakinya memasuki kamar itu.
Reno segera pergi dari sana. Sebenarnya dia tidak kehilangan dompet. Tapi dia hanya ingin mendekatkan Adelia dan Rian.
Adelia tidak tahu jika Rian ada di kamar itu. Karena Reno tidak bercerita. Tadi dia ingin ikut dengan Reno, karena keinginan bayinya.
Adelia menatap ke semua sudut ruangan. Lalu tatapannya tertuju ke koper besar yang ada di dekat sofa.
'Apa Kak Reno sudah beres-beres, perasaan pulangnya juga beberapa hari lagi,' batin Adelia.
Pintu kamar mandi terbuka. Rian keluar hanya menggunakan handuk saja untuk menutupi tubuhnya.
"Aaa .... " Adelia berteriak sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangannya.
Rian masih berdiri di tempatnya. Dia menepuk pipinya sendiri, untuk menyadarkan dirinya, apakah itu mimpi atau bukan. Mungkin karena terlalu memikirkan Adelia, jadi dia merasa Adelia ada di kamar itu.
__ADS_1
"Aww sakit," Rian mengusap pipinya yang tadi dia tepuk.
Rian melangkah mendekati Adelia. Sedangkan Adelia masih menutupi wajahnya dengan tangan.