Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
Part.50


__ADS_3

Akhirnya hari yang di tunggu-tunggu telah tiba. Yaitu hari resepsi pernikahan Anara dan Aldi. Kini Anara sudah terlihat cantik dengan balutan gaun pengantin yang warnanya senada dengan pakaian yang di kenakan oleh suaminya.


Saat ini keduanya berada di kamar hotel yang akan menjadi kamar pengantin mereka.


Aldi mengajak istrinya untuk pergi ke ballroom hotel, tempat acara resepsi pernikahan mereka akan berlangsung. Baby Adel juga ikut bersama mereka. Namun ada Ani yang selalu mendampinginya. Baby Adel sudah terlihat cantik dengan gaun warna merah yang sangat indah. Tak lupa di kepalanya di pakaikan bando sehingga terlihat semakin anggun.


Pintu ballroon terbuka lebar. Anara dan Aldi melangkahkan kakinya di atas karpet merah sambil bergandengan tangan. Semua tamu undangan menatap pasangan suami istri yang terlihat sangat serasi itu. Keduanya berjalan menuju ke pelaminan.


Tidak ada acara lain selain foto keluarga dan foto untuk mengabadikan momen romantis keduanya. Sebenarnya Anara ingin sekali jika ada acara seperti sungkeman dan lain-lain, namun karena takut acaranya lama, mereka pasti kecapean, dan anaknya pasti rewel. Jadi hanya foto bersama saja itu sudah cukup.


Satu persatu tamu undangan naik ke pelaminan secara bergantian untuk memberikan selamat.


"Sayang, kamu kanapa?" Aldi menatap istrinya terlihat tak nyaman saat berdiri.


"Kakiku sakit nih pakai high heels," ucap Anara.


"Lepas saja! Tidak akan kelihatan kok kalau kamu tidak pakai alas kaki," pinta Aldi.


Anara menuruti perkataan suaminya untuk melepaskan high heels yang dia pakai dan menaruhnya di bawah kursi pengantin yang ada di belakangnya.


"Non Nara, ini Adel sedikit rewel," ucap Ani yang berdiri tak jauh dari Anara.


"Bawa kesini!" pinta Anara.


Ani mendekati Anara, lalu memberikan Baby Adel yang ada di gendongannya.


"Uluh uluh, sayang mau sama Mamah yah?" Anara bertanya kepada anaknya.

__ADS_1


Baby Adel hanya menatap wajah Ibunya. Baginya Ibunya terlihat asing saat memakai make up seperti itu.


Menjelang sore, semua tamu undangan satu persatu meninggalkan ballroom hotel. Aldi mengajak istrinya pergi ke kamar hotel yang menjadi kamar pengantin mereka.


Aldi mendekati istrinya yang sedang duduk di pinggirang. Baru juga Aldi akan mendekatkah wajahnya, namun Anara menjauhkan wajahnya.


"Maaf, Mas. Lebih baik kita mandi dulu. Nanti kalau Adel rewel ingin sama aku, risih loh kalau masih pakai pakaian seperti ini," ucap Anara.


"Baiklah, kalau begitu aku mandi duluan saja," Aldi beranjak dari duduknya, lalu dia pergi ke kamar mandi yang ada di kamar itu.


Setelah kepergian suaminya, Anara memilih untuk menyiapkan baju ganti yang ada di dalam koper. Dia membuka koper itu dan mengambil pakaian ganti untuk suaminya. Dia juga mengambil pakaian untuknya.


Hanya lima belas menit menunggu, kini Aldi sudah keluar dari kamar mandi. Anara segera beranjak dari duduknya, lalu dia pergi ke kamar mandi.


°°°


Tok tok


Anara mendengar pintu kamar itu di ketuk dari luar. Dia berusaha melepaskan tangan suaminya yang sedang asyik menelusup masuk ke dalam pakaiannya.


"Sayang, kok di lepasin?"


"Ada yang datang tuh, aku mau bukain pintu dulu," ucap Anara sambil mengancing kembali kancing bajunya yang terlepas karena ulah suaminya.


Cklek


Anara membuka pintu kamar itu. Di melihat Anaknya yang sedang menangis di dalam gendongan Ani.

__ADS_1


"Kak Ani, kenapa Adel menangis?" tanya Anara.


"Sepertinya kehausan," ucap Ani.


Anara mengambil Baby Adel dari gendongan Ani.


"Kaka Ani kembali saja ke kamar! Nanti aku antar baby Adel jika dia sudah tidur," ucap Anara.


"Siap, Nona." Ani pergi dari hadapan Anara. Dia pergi ke kamar tepat sebelah kamar itu.


Aldi menatap istrinya yang sedang menggendong Baby Adel.


"Sayang, kok kamu ajak Adel?"


"Dia nangis loh kasihan," ucap Anara.


Anara mulai me*nyusui anaknya. Aldi hanya menatap Baby Adel dengan tatapan iri. Karena baby Adel bisa menikmati bagian yang merupakan candu untuk Aldi.


Setelah Baby Adel kembali tidur, Anara mengantarnya ke kamar sebelah.


Aldi melihat istrinya sudah kembali ke kamar. Dengan tidak sabaran, dia mendekati istrinya yang sedang berdiri di dekat pintu masuk.


"Sayang, aku mau ini," ucap Aldi sambil menunjuk dada istrinya.


"Silahkan!" ucap Anara.


Saat mendapat lampu hijau dari istrinya, Aldi langsung menggendongnya dan merebahkan istrinya di atas ranjang. Dengan tidak sabaran dia langsung melancarkan aksinya.

__ADS_1


°°°°


__ADS_2