Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_Episode 37


__ADS_3

"Emm ... " terlihat Kiara yang baru mengerjapkan matanya. Dia memegangi kepalanya yang sakit.


Kiara menatap sekitar ruangan, ternyata itu ruangan UKS.


Pintu UKS terbuka, terlihat Dokter kampus masuk ke dalam.


"Dok, saya kenapa ya?" tanya Kiara.


"Tadi kamu pingsan di depan kelas. Setelah saya periksa ternyata kamu hamil," ucapnya.


"Hamil? Bagaimana bisa?" Kiara terkejut saat tahu jika dirinya hamil.


Masih banyak keinginan yang belum dia capai. Masih ada orang tua yang harus dia bahagiakan. Tapi, semuanya sirna begitu saja.


"Iya, kamu hamil. Usianya sekitar enam minggu," ucap Dokter.


"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Kiara dengan suara lirih.


Kiara tidak pernah menyangka jika kesalahan satu malam itu membuatnya hamil. Kiara benci dengan dirinya sendiri. Perjuangannya selama ini sia-sia. Bagaimana cara dia merubah perekonomian keluarganya jika saat ini saja sedang hamil. Padahal dia bercita-cita menjadi pegawai kantoran.


Terlihat ada yang memasuki ruang UKS.


"Permisi, aku mau bicara sama Kiara," ucap seorang siswi perempuan.


"Bicara apa, kak?"


"Kamu di panggil oleh Dekan," ucapnya.


"Baik, Kak. Aku nanti kesana."

__ADS_1


Wanita tadi yang merupakan Kakak kelasnya beda satu tingkat, langsung pergi dari ruangan itu setelah mengatakan semuanya.


"Kamu sudah menikah, Ra?" tanya Dokter itu kepada Kiara.


"Belum," jawab Kiara.


"Harusnya kalau mau melakukan itu main cantik biar tidak langsung jadi, kalau begini berat loh," ucap Dokter itu.


Kiara hanya tersenyum canggung tanpa menimpali perkataan Dokter.


Kiara sudah pergi ke ruang Dekan. Dia sudah ada feeling tidak baik. Ternyata itu benar terjadi kepadanya. Kiara di keluarkan dari kampus karena di ketahui jika dia sedang hamil.


Terlihat Kiara yang akan pulang. Dia di kampus juga sudah tidak ada gunanya. Nama baiknya sudah hancur dalam sekejap mata.


"Aduh," pekik Kinara saat ada yang melempar botol aqua kepadanya.


"Hahahahaha ... " temannya yang lain hanya menertawakan Kiara.


Kiara berjalan cepat dari sana, agar cepat keluar dari area kampus.


Kinara pulang dengan berjalan kaki. Karena kosan yang dia tempati jaraknya dekat. Hanya sepuluh menit berjalan kaki.


Sesampainya di tempat kos, Kiara mengurung dirinya di kamar. Dia masih syok saat mengetahui jika dirinya sedang hamil.


'Sepertinya untuk ke depannya aku harus mencari pekerjaan yang lebih aman,' batin Kiara.


Sebenarnya Kiara sudah bekerja paruh waktu di restoran. Namun karena dia hamil, dia harus mencari pekerjaan lain. Karena jika bekerja di restoran sangat cape. Apalagi berdiri terus, hampir jarang duduk.


°°°°°°

__ADS_1


Alan dan Nela baru pulang kuliah. Kebetulan Alan mengajak Nela pergi ke rumahnya. Karena Nela ingin menengok anak Adelia.


Mobil yang di kendarai Alan sudah sampai di depan rumah. Dia dan Nela keluar dari mobil, lalu melangkah masuk ke rumah dengan saling berdampingan.


Bu Anara menyambut hangat kedatangan mereka.


"Ayo masuk!" ajak Bu Anara.


"Trrima kasih, Tan." Nela berbicara kepada Bu Anara yang sedang berdiri di depan pintu.


"Sama-sama, Nak." jawabnya.


Bu Anara segera menutup pintu, setelah mereka masuk ke rumah.


Alan mengajak Nela untuk duduk bersama di ruang keluarga.


"Sayang, kamu tahu anak culun di kampus tidak? Itu loh yang kuliah lewat jalur beasiswa. Kelihatannya polos tapi tahu-tahunya hamil duluan," ucap Nela.


"Siapa yang hamil duluan?" tanya Bu Anara, yang kebetulan mendengar perkataan Nela.


"Teman kampus, dia kelihatannya polos loh, Tan."


"Masa sih? Jaman sekarang itu jika hanya melihat kepolosan, kadang kita bisa tertipu. Di luarnya terlihat baik, tapi di dalamnya ternyata menyimpan rahasia," ucap Bu Anara. sejenak Bu Anata menghentika perktaannya.


"Tapi Tante beruntung karena punya calon mantu seperti kamu," kata Bu Anara yang kembali berucap.


"Aku juga beruntung karena punya calon mertua seperti Tante,"


Mereka berdua saling berpelukan.

__ADS_1


__ADS_2