Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_Episode.50


__ADS_3

Sudah dua minggu Kiara tinggal di kontrakan. Dia juga sudah bekerja walaupun hanya sebagai tukang setrika baju.


Entah kenapa siang ini Kiara ingin sekali berjalan-jalan ke mall. Padahal siang ini begitu terik.


Terlihat Kiara yang keluar dari kontrakannya. Dia memutuskan untuk tetap pergi ke mall. Kiara hanya berpakaian sederhana saja. Karena pakaian-pakaian yang sebelumnya di kasih oleh Bu Vanesa sudah kekecilan semua.


'Semoga saja nanti kamu tidak minta yang macam-macam, Nak. Mamah tidak punya uang,' Kiara mengusap perut buncitnya.


Kiara berjalan keluar dari area kontrakan. Dia menunggu angkot di pinggir jalan.


Tak lama, ada angkot yang lewat di hadapannya. Kiara menyetop angkot itu, lalu dia masuk ke dalam angkot.


Sepanjang jalan, Kiara hanya menatap kendaraan yang berlalu lalang.


Kiara melihat mall sudah terlihat di depan. Dia menyetop angkot itu saat sudah sampai di depan mall.


Kiara melangkahkan kakinya memasuki mall. Dia hanya berjalan-jalan saja tanpa membeli apa pun. Kiara menghentikan langkahnya saat melihat seseorang yang dia kenal ada di salah satu cafe yang ada di mall itu.


Karena penasaran, Kiara masuk ke cafe itu. Kebetulan cafe sedang sepi. Kiara sengaja duduk saling membelakangi di belakang Alan.


"Sayang, aku senang sekali karena akhirnya kita akan menikah," ucap Nela kepada Alan.


Alan menaruh kembali gelas berisi lemon tea ke atas meja, setelah dia menyeruputnya.

__ADS_1


"Aku juga sudah tidak sabar untuk tinggal satu atap denganmu," ucap Alan.


"Nanti mau tinggal di rumahmu atau di rumahku dulu?"


"Di apartemen saja, lagian partemen Kak Adel dekat dengan kampus kita," kata Alan.


"Baiklah, itu lebih baik. Kita bisa berdua-duaan sepuasnya."


Sejak tadi Kiara menyimak pembicaraan mereka. Dia tidak menyangka jika Alan dan Nela akan menikah secepat itu. Lalu bagaimana anaknya? Akankah dia bisa membesarkan anak itu sendiri tanpa sosok seorang ayah? Kiara mendadak lesu, ada perasaan tak rela saat tahu jika Alan dan Nela akan menikah.


Terlihat seorang pelayan cafe menghampiri Kiara. Karena sejak tadi Kiara hanya duduk saja, tanpa memesan.


"Permiai, Nona. Apakah Nona mau memesan?"tanya pelayan itu yang kini sudah berada di hadapan Kiara.


"Tidak, saya hanya numpang duduk saja. Saya permisi," setelah mengatakan itu Kiara pergi keluar dari cafe.


Kiara akan segera pulang. Dia sudah tidak mau berada disana. Lagian dia sudah tidak ingin berjalan-jalan di mall itu.


Sambil menunggu angkot lewat, Kiara mengirim pesan kepada Bu Vanesa. Dia menanyakan kapan acara pernikahan Alan. Karena dia akan datang ke acara pernikahan itu. Namun Kiara melarang Bu Vanesa untuk mengatakan kepada keluarganya jika dia akan datang. Biarlah nantinya menjadi kejutan, dan Bu Vanesa menyanggupinya.


Saat Bu Vanesa bertanya dimana keberadaannya, Kiara hanya menjawab jika dia berada di tempat yang aman, dan meminta Bu Vanesa agar tidak usah khawatir.


°°°°°°°

__ADS_1


Adelia menyambut suaminya yang baru pulang kerja. Dia mengantar suaminya hingga ke kamar.


"Sayang, aku sudah menemukan rumah baru loh. Niatnya aku ingin membeli rumah itu untuk kita tinggali," ucap Rian.


"Memangnya tidak terlalu cepat kalau kita beli rumah?" Adel masih betah tinggal disini," ucap Adelia yang kini sedang melepaskan dasi suaminya.


"Tidak, sayang. Aku ingin kita hidup mandiri. Lagian sebentar lagi Alan menikah, takutnya dia juga ingin tinggal disini."


"Iya sih, baiklah. Kalau begitu Adel menurut saja sama Mas Rian."


"Istri pintar," Rian mencubit gemas pipi istrinya.


"Jangan cubit-cubit ih, nanti pipiku jadi mengembang," Adelia menyingkirkan tangan suaminya dari pipinya.


"Tidak apa-apa, sayang. Biarpun kamu mengembang seperti adonan, tapi aku tetap sayang."


"Modus, muji-muji seperti itu pasti ada maunya."


"Iya dong, biar jatah Mas lancar terus."


"Malam ini tidak ada jatah, aku sedang datang bulan."


"Astaga, berapa hari, sayang?"

__ADS_1


"Satu minggu," jawabnya.


Rian hanya menunduk lesu, itu berarti untuk satu minggu ke depan dia harus berpuasa.


__ADS_2