Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_Episode 76


__ADS_3

Kiara memutuskan untuk ikut bersama Eva. Walaupun dia sedang hamil besar, namun dia akan berusaha untuk menjaga kehamilannya itu. Karena banyak cita-cita yang harus dia capai setelah dia lahiran nanti. Semoga saja dengan dia ikut ke luar negeri, bisa membuatnya menjadi orang yang sukses. Keinginan yang besar, dan kepintarannya itu pasti bisa merubah hal yang tidak mungkin menjadi mungkin.


Kiara berangkat bersama Adelia dan Rian. Sesampainya di bandara, Kiara tidak bergabung dengan Eva dan Reno. Namun dia duduk di tempat yang berjarak beberapa meter dari mereka. Tapi semua barang-barang miliknya, Adelia yang membawa dan menaruhnya di dekat barang bawaan Eva dan Reno.


"Kak Adel sama Kak Rian Kok bawa koper juga? Kalian juga mau pergi?" tanya Alan saat melihat mereka berdua yang baru sampai disana.


"Tidak, ini untuk Eva," jawab Adelia.


"Masa sih? Coba aku lihat?" Alan hendak memegang koper itu. Dia berniat untuk membuka isinya.


"Eh jangan! Kamu apa-apaan sih? Di dalam sini itu banyak lingeria sexy, ada dalaman wanita juga. Kamu yakin mau melihatnya di tempat umum seperti ini?" Adelia terpaksa berbohong demi kebaikan semuanya. Padahal di dalam itu isinya pakaian milik Kiara dan pakaian bayi.


"Tidak jadi deh," ucap Alan.


Sejak tadi Bu Anara menatap Kiara dari jarak jauh. Saat ini Kiara mengenakan topi di kepalanya, agar Alan tidak mengenalinya jika saja melihat ke arahnya. Karena jarak dia dan keluarga Alan cukup dekat.


"Alan, tolong kamu belikan minum untuk Mamah. Mamah haus nih," ucap Bu Anara.


"Kok Alan sih?"


"Jadi kamu tidak mau menuruti kemauan orang tua?"


"Iya deh," Alan menghela napasnya. Dia menuruti keinginan ibunya.


Setelah Alan pergi dari sana, Bu Anara dan suaminya langsung menghampiri Kiara. Saat sudah sampai di dekat Kiara, Bu Anara langsung saja memeluknya.


"Nak, kamu baik-baik ya disana. Jika ada apa-apa nanti kamu hubungi Mamah," pinta Bu Anara.


"Baik, Mah." jawabnya.

__ADS_1


Kini mereka sudah tidak saling berpelukan.


Hanya sebentar mereka mengobrol. Kini mereka sudah kembali bergabung bersama anak-anaknya. Karena Alan sudah terlihat dari jarak jauh jika dia sudah kembali.


Alan yang baru sampai, langsung saja memberikan minuman dingin untuk ibunya.


"Ini, Mah." Alan menyodorkan minuman itu kepada ibunya.


"Terima kasih, Nak."


"Sama-sama," jawabnya.


Tak lama terdengar pengumuman jika penumpang pesawat dengan tujuan London di harapkan untuk naik ke pesawat. Kiara menatap sekilas Eva yang sedang berpamitan dengan keluarganya, sedangkan dia langsung saja pergi menuju ke pesawat.


Kini Eva dan Reno juga pergi menuju ke pesawat. Keluarganya masih disana, menunggu sampai pesawat yang di naikinya take off.


Selama perjalanan, Eva terus memperhatikan Kiara yang terlihat gelisah.


"Kia, kamu kenapa?" tanya Eva.


"Kepalaku pusing, Kak." jawabnya.


"Kamu mual?"


"Tidak, hanya pusing kepala saja," jawabnya.


"Biar aku pijitin ya," tawar Eva.


"Tidak usah, Kak."

__ADS_1


"Jangan menolak!" Eva langsung memijat kening Kiara. Walaupun Kiara menolak, namun Eva memaksanya.


Lama-kelamaan Kiara tertidur.


°°°°°°


Setelah menempuh perjalanan yang cukup lama dan singgah di beberapa tempat, kini pesawat yang di naiki oleh Kiara dan yang lainnya telah sampai di kota London.


Eva menyuruh suaminya untuk membantu Kiara menuruni pesawat. Kini ketiganya segera pergi keluar dari bandara. Kebetulan sopir pribadi Reno sudah datang, dan menunggu mereka di depan bandara.


Mereka akan tinggal di rumah milik Reno. Karena Reno sudah memiliki rumah sendiri di kota itu.


Sepanjang jalan, Kiara menatap ke luar memandang bangunan menjulang tinggi dengan desain yang baru dia lihat. Karena di ibukota tidak ada bangunan seperti itu.


Hanya dua puluh menit perjalanan, mereka sampai di rumah milik Reno. Kini ketiganya keluar dari mobil. Reno mengajak mereka untuk masuk ke rumahnya. Sedangkan barang-barang mereka akan di bawa masuk oleh sopir.


Kebetulan Reno sudah menyiapkan suster khusus untuk menjaga Kiara. Agar Eva tidak terlalu cape menjaga Kiara.


Walaupun baru pertama kali ke luar negeri, namun Kiara bisa langsung berinteraksi dengan suster yang menjaganya. Karena dia yang pintar, tentu lancar dalam berbahasa inggris.


"Mari, saya antar ke kamar!" ucap suster Stevani kepada Kiara dengan menggunakan bahasa inggris.


Kiara menatap Eva dan Reno yang duduk di depannya.


"Ikut saja, Kia. Lagian kamu harus istirahat. Nanti suster Stevani juga mengantar makanan untuk kamu ke kamar," ucap Eva.


"Baik, Kak." jawabnya.


Kini keduanya pergi menuju ke salah satu kamar yang ada di lantai bawah. Kamar itu sengaja di siapkan untuk Kiara.

__ADS_1


__ADS_2