
Tiga bulan kemudian
Pernikahan Aldi dan Anara selalu harmonis. Pagi ini Anara terlihat manja. Dia ingin ikut pergi ke cafe bersama dengan suaminya.
Anara menghampiri suaminya yang sedang merapihkan kemejanya di depan cermin.
"Kak, aku ikut ke cafe yah," rengek Anara.
"Kok tumben?" Aldi merasa heran karena tidak biasanya Anara ingin ikut pergi ke cafe.
"Entahlah, lagi ingin saja," kata Anara.
"Baiklah, kamu siap-siap dulu!" pinta Aldi.
Anara segera berganti pakaian. Lalu dia pergi ke kamar Baby Adel. Dia akan mengajak Baby Adel pergi bersamanya.
Saat ini mereka sudah ada di mobil. Aldi segera mengemudikan mobilnya menuju ke cafe miliknya.
Semua karyawan menunduk hormat saat melihat kedatangan atasannya. Aldi dan Anara terus melangkah menuju ke ruangannya.
"Sayang, kamu mau apa? Kalau mau makan apa pun tinggal bilang saja," ucap Aldi.
"Aku mau rujak," ucap Anara.
Aldi mengerutkan keningnya saat mendengar permintaan istrinya. Tidak biasanya istrinya itu makan rujak. Apalagi di pagi hari seperti ini.
"Ini masih pagi loh, mau beli rujak dimana? Lagian tidak baik makan rujak pagi-pagi seperti ini, nanti bisa sakit perut loh," ucap Aldi kepada istrinya.
"Tapi aku ingin," ucap Anara.
"Baiklah, aku akan meminta karyawanku untuk membelikan rujak," Aldi beranjak dari duduknya lalu pergi dari ruangannya.
Aldi sudah menyuruh salah satu karyawannya untuk membelikan rujak. Sekarang dia sudah kembali ke ruangannya.
Aldi melihat istrinya yang sedang bermain bersama Baby Adel. Aldi ikut main bersmaa mereka, namun hanya sebentar. Dia memilih untuk memulai pekerjaannya.
Lima belas menit kemudian, terdengar ketukam pintu dari luar ruangan Aldi. Kebetulan Anara yang membuka pintunya.
__ADS_1
"Masuk!" kata Anara.
"Tidak usah, Bu. Saya hanya mau mengantar rujak saja," ucapnya, sambil memberikan rujak yang ada di dalam plastik putih.
"Terima kasih," ucap Anara.
"Sama-sama, kalau begitu saya permisi."
Anara menutup kembali pintunya. Lalu dia duduk di sofa dan menaruh rujak itu di atas meja.
"Kak, tolong jagain Adel bentar dong! Aku mau fokus makan rujak, tidak mau di ganggu," Anara menatap suaminya yang sedang fokus menatap layar laptopnya.
"Siap, sayang." Aldi beranjak dari duduknya, lalu mendekati istrinya. Dia mengambil Baby Adel yang ada di pangkuan istrinya.
Anara mulai membuka plastik itu dan mengambil rujak yang ada di dalamnya. Dia asyik menikmati rujak miliknya tapa menawarkan kepada suaminya.
"Aku tidak di kasih nih," Aldi mantap istrinya yang begitu lahap saat memakan rujak.
"Beli saja sendiri," ucap Anara.
Seenak itukah rujak, sehingga Nara tidak mau berbagi,' batin Aldi.
°°°
Aldi dan Anara baru pulang dari cafe. Mereka singgah di sebuah Mall, karena Anara yang merengek ingin singgah. Anara mengajak suaminya untuk bersantai di salah satu cafe yang ada di Mall itu.
"Sayang, kita pulang yuk! Lagian makanan kita sudah habis loh," ajak Aldi.
"Nanti dulu, aku lagi lihat lelaki itu tuh. Pintar sekali main gitarnya, jadi ingin punya suami yang seperti itu," ucap Anara, sambil senyum-senyum sendiri.
Aldi tak habis pikir dengan istrinya yang bicara seperti itu di depan suaminya sendiri. Aldi menatap lelaki yang sedang main gitar sambil menyanyi untuk menghibur tamu yang datang di cafe.
"Ya sudah, nikahin saja!" ucap Aldi.
"Boleh," Anara mengedip-ngedipkan kedua matanya.
"Enak saja, sudah mengambil keperjakaanku malah pergi begitu saja," ucap Aldi.
__ADS_1
"Ya sudah, kalau tidak boleh. Tapi Kak Aldi harus main gitar juga seperti lelaki itu," ucap Anara, sambil menunjuk lelaki yang sejak tadi dia pandang.
"Tapi aku tidak bisa main gitar."
"Belajar dulu," pinta Anara.
"Baiklah, nanti aku akan belajar gitar dan nyanyi di keramaian. Biar para wanita sexy datang mendekat."
Anara menekuk wajahnya saat mendengar perkataan suaminya.
"Kamu kenapa?" tanya Aldi.
Plak
Anara memukul langan suaminya dengan keras.
"Awas saja kalau berani macam-macam!"
"Aduh ... Sakit tahu," Aldi meringis karena merasa sedikit sakit.
"Makannya jangan macam-macam sama istri!" Anara menatap tajam suaminya.
Aneh sekali tingkah Nara,' batin Aldi.
Ternyata di cafe sebelah, ada Andika dan Vanesa yang sedang bersantai sambil menikmati secangkir kopi. Karena dinding pembatasnya hanya menggunakan kaca, keduanya melihat keberadaan Anara dan Aldi. Vanesa menatap suaminya yang sejak tadi memandang Anara dan Aldi.
"Mas, kamu lihatin apa sih?" tanya Vanesa, yang pura-pura tidak tahu.
"Ini loh, tadi aku lihat artis lewat," ucap Andika.
"Cantik tidak?" Vanesa kembali bertanya kepada suaminya.
"Cantik sekali," ucap Andika, tanpa mengalihkan arah pandangnya.
Vanesa menatap tak suka kepada Anara yang terlihat sedang bercanda tawa dengan Aldi. Apalagi Andika yang juga menatapnya.
°°°
__ADS_1