Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_Episode 16


__ADS_3

Sejak kemarin, Eva pulang ke rumahnya. Karena Rian mengatakan jika dirinya akan pulang.


Terlihat Eva yang sedang menonton televisi di ruang keluarga.


Tring


Eva mendengar ponselnya berbunyi menandakan ada pesan masuk. Eva mengambil ponselnya yang tergeletak di atas meja. Ternyata dia mendapat pesan dari Reno.


☆Reno☆


Beberapa hari ini aku mengikuti kemana Rian pergi. Ternyata dia pergi ke london. Namun dari hasil penyelidikanku, dia pergi bukan karena untuk mengurus bisnis. Sepertinya dia sedang mencari seseorang. Namun aku tak melihat dia menemui seseorang yang mencurigakan.


Sekiranya seperti itu isi pesan yang di kirimkan oleh Reno.


Sejenak Eva menerka-nerka, namun dia tidak bisa menebak suaminya itu menemui siapa. Namun, terlintas nama Adelia di pikirannya. Karena Adelia saat ini juga sedang berada di london.


'Tidak mungkin jika Mas Rian menemui Kak Adel. Jika memang iya, untuk apa coba dia menemuinya sampai rela pergi jauh ke london segala,' batin Eva.


Eva membalas pesan yang di kirimkan oleh Reno.


To : ☆Reno☆


Apa salah satu orang yang di temui oleh suamiku itu Kak Adel?


Setelah membalas pesan dari Reno, Eva kembali menaruh ponselnya di atas meja. Eva kembali menonton acara televisi.


Tok tok


Eva mendengar ada yang mengetuk pintu dari luar. Dia beranjak dari duduknya, lalu membukakan pintu rumahnya.


Ternyata yang datang itu suaminya.


"Tahu rumah juga ternyata," Eva menyindir suaminya.


"Ini aku bawakan oleh-oleh. Ini barang branded semua loh," Rian memberikan beberapa paper bag kepada istrinya.


"Terima kasih, tapi lain kali tidak usah membelikan barang sebanyak ini, pemborosan saja," ucap Eva sambil mengambil paper bag dari tangan suaminya.

__ADS_1


"Aku gerah, mau mandi dulu," Rian kembali melanjutkan langkahnya menuju ke kamar. Namun saat melewati ruang keluarga, Rian mencium bau yang sangat menyengat.


Hoek hoek


Rian berlari menuju ke kamar mandi terdekat. Dia memuntahkan semua isi perutnya. Padahal beberapa menit yang lalu dia baru saja makan saat singgah di restoran.


Eva memicingkan matanya. Dia heran kenapa suaminya tiba-tiba mual seperti itu. Karena yang dia tahu, suaminya itu jarang sakit.


Eva menghampiri suaminya di kamar mandi yang ada di kamar tamu.


"Mas, kamu sakit?" tanya Eva.


"Tidak, aku hanya mual saat mencium bau durian di ruang keluarga," jawabnya.


"Bukankah durian itu makanan kesukaanmu? Lalu, kenapa bisa mual seperti itu?"


"Aku juga tidak tahu," ucap Rian sambil mengelap sudut bibirnya dengan tisu.


"Aneh sekali," gumam Eva. Lalu dia pergi dari sana.


••••••


Eva merasa jika suaminya itu terlihat aneh. Rian sering memakan makanan yang memang sebelumnya tidak di sukainya. Apalagi kalau pagi, dia selalu mual-mual.


Eva yang sedang tidur terusik karena mendengar suaminya yang sedang mual-mual. Dia beranjak dari atas tempat tidur, lalu menghampiri suaminya yang ada di kamar mandi.


"Mas, kamu kok mual-muak terus, seperti ibu hamil saja," ucap Eva sambil menyilangkan kedua tangannya di dadanya. dia merasa terganggu, karena setiap pagi pasti bangun lebih awal karena mendengar suaminya yang sedang mual-mual.


Mendengar kata hamil, tentu membuat Rian terkejut. Dia menatap ke depan cermin sambil bergelut dengan pikirannya.


'Hamil? Atau jangan-jangan Adel hamil anakku?' batin Rian.


"Tidak mungkin," ucap Rian sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Apanya yang tidak mungkin?" Eva menatap suaminya dengan tatapan aneh.


"Tidak kok, tadi aku hanya mengingat jika pagi ini ada meeting penting di kantor," ucap Rian yang terpaksa berbohong.

__ADS_1


"Oh," hanya itu yang terucap dari mulut Eva.


Eva kembali keluar dari kamar mandi.


Setelah kepergian Eva, Rian langsung mengunci pintu kamar mandi, karena dia berniat untuk mandi lebih awal.


Rian sudah selesai mandi. Dia membuka pintu kamar mandi, dan melangkahkan kakinya menuju ke kamar. Ternyata istrinya tidak ada disana. Rian segera mengunci pintu kamar karena dia akan berganti pakaian.


Rian menatap penampilannya yang sudah rapih di depan cermin. Dia mengambil tas kerjanya, lalu keluar dari kamar.


Rian melihat Eva yang sedang duduk di sofa sambil membaca majalah.


"Aku mau berangkat dulu," ucap Rian berpamitan.


"Tidak sarapan dulu?"


"Nanti saja di luar," jawab Rian.


Rian merogoh saku celananya, ternyata ponselnya tidak ada di saku.


"Astaga ponselku ketinggalan," Rian menaruh tas kerjanya di atas sofa. Lalu dia kembali ke kamar untuk mengambil ponselnya.


Beberapa menit setelah kepergian Rian, Eva juga pergi ke kamar karena dia akan mandi.


Saat ini Eva sudah berdiri di depan pintu.


Cklek


"Cepat kalian cari dia! Aku yakin jika saat ini dia sedang hamil anakku," ucap Rian yang saat ini sedang bertelfonan dengan orang suruhannya.


Tadi saat Rian pergi ke kamar untuk mengambil ponsel, ternyata orang suruhannya menelfon untuk memberikan laporan jika mereka belum menemukan keberadaan Adelia. Bahkan tidak ada jejaknya sama sekali.


"Siapa yang hamil anakmu?" tanya Eva dengan menahan sesak di dadanya.


Rian menoleh ke sumber suara. Dia membelalakan kedua matanya saat melihat istrinya sedang berdiri di depan pintu.


°°°°°°°°°°°

__ADS_1


__ADS_2