
Rian mencoba mengejar Adelia. Namun saat dia keluar dari hotel, ternyata Adelia sudah pergi duluan menggunakan taxi.
Rian menghubungi nomor ponsel supir sewaan Reno. Ternyata supir itu standby di sekitar hotel. Supir itu menemui Rian yang saat ini ada di depan hotel.
"Tuan yang menghubungi saya?" tanya supir itu.
"Benar, saya Kakaknya Reno. Tolong antarkan saya ke alamat ini!" Rian memperlihatkan alamat apartemen Adelia yang ada di ponselnya.
"Baik, Tuan. Sebentar, saya ambil mobil di parkiran."
"Silahkan!" ucap Reno.
Terlihat sebuah mobil hitam berhenti dihadapan Rian. Supir yang tadi, keluar dan menyuruh Rian masuk. Lalu mengambil koper besar yang Rian bawa dan menaruhnya ke bagasi mobil.
Rian memilih untuk duduk di depan, agar lebih jelas melihat jalanan.
Saat ini Rian sudah ada di perjalanan menuju ke apartemen yang di tinggali oleh Adelia. Sepanjang perjalanan, dia hanya bercerita dengan supir yang mengantarnya. Kebetulan bahasa koreanya lancar.
Ternyata jarak dari hotel ke apartemen Adelia cukup dekat. Hanya Lima belas menit perjalanan, kini mereka sudah sampai.
Rian keluar dari mobil itu. Dia mengucapkan terima kasih kepada supir yang telah mengantarnya. Dia juga memberikan uang untuk membayar, namun supir itu menolak. Karena biaya sewa mobil sudah di tanggung semua oleh Reno.
Rian pergi ke pos satpam dan bertanya apartemen yang dia cari. Dia juga mengaku sebagai calon suami Adelia.
Satpam itu menunjukan dimana letak apartemen yang di tempati oleh Adelia.
Saat ini Rian sudah berada di depan apartemen Adelia. Dia memencel bel apartemen itu.
Kebetulan Adelia baru pulang dan baru duduk juga.
__ADS_1
'Siapa sih yang datang?' gumam Adelia. Lalu dia pergi untuk membukakan pintu apartemennya.
Cklek
Adelia menatap Rian yang sedang berdiri di depan pintu.
"Ngapain kamu datang kesini?" tanya Adelia.
"Aku ingin tinggal disini, sayang." jawab Rian.
"Sayang sayang, aku bukan sayangnya kamu," Adelia hendak menutup kembali pintu apartemennya. Namun Rian menahan pintu itu dengan tangannya, sehingga Kinara tidak bisa menutupnya.
"Kamu maunya apa sih?" Adelia menatap Rian dengan tajam.
"Maunya kamu," Rian menerobos masuk ke dalam apartemen itu.
Adelia menganga melihat Rian berbuat sesukanya. Menerobos masuk apartemen orang begitu saja.
Rian tidak menjawab, dia melangkahkan kakinya mendekati Adelia. Perlahan-perlahan dia mendekati wajahnya dan mencium singkat bibir mungil itu.
Cup
"Tidak usah banyak bicara, atau aku cium lebih lama," ucap Rian setelah menjauhkan kepalanya kembali.
"Terserah deh," Adelia pergi dari hadapan Rian. Dia kembali duduk di sofa sambil menonton acara televisi.
Rian yang masih berdiri di tempatnya, dia menghubungi Reno. Mereka melakukan panggilan video call.
"Hallo, Ren. Aku sudah sampai di apartemen nih," Rian memperlihatkan seisi ruangan itu kepada Reno.
__ADS_1
"Wah mantap, bakalan begadang nih jagain bumil."
"Enaknya di atas atau di bawah, Ren?" tanya Rian.
"Di atas saja, Kak. Lebih leluasa," jawab Reno.
"Oke deh, nanti Kakak di atas saja."
Kebetulan Adelia mendengar percakapan mereka. Dia mendekati Rian yang masih mengobrol dengan Reno.
"Eh kalian, jangan me*sum, pakai di atas di bawah segala," ucap Adelia.
Rian mengeryitkan keningnya. Sedangkan Reno yang berada di seberang sana sudah tertawa terbahak-bahak.
"Kamu kira, kita lagi bicara apa?" Rian bertanya kepada Adelia.
"Ya tadi itu atas bawah," ucap Adelia.
"Kak, Adel kayaknya mau di bawahnya Kakak tuh. Sudah dulu ya, aku matiin. Kalian bersenang-senang saja. Ingat Kak, pelan-pelan saja," setelah mengatakan itu, Reno mematikan panggilan Video call itu.
Rian menatap Adelia, lalu dia menyunggingkan senyumannya.
"Jadi kamu mengira kita mau ber*cinta?"
"Apaan? Tidak," Adelia terlihat was-was. Dia takut jika Rian berbuat macam-macam.
"Tadi itu aku lagi nunjukin, kamar atas atau bawah. Sepertinya aku mau tidur di kamar atas saja. Tapi kamu malah salah pengertian. Jangan-jangan kamu memang mau satu kamar denganku," Rian menggoda Adelia.
'Astaga Adel, kamu malu-maluin diri sendiri,' batin Adelia.
__ADS_1
"Bukan begitu, aku mau mandi dulu, gerah." Adelia pergi begitu saja dari hadapan Rian. Dia merasa malu sekali.
Rian menatap sejenak kepergian Adelia. Lalu dia pergi ke lantai atas. Niatnya dia akan menempati kamar yang ada disana.