
Alan yang sedang duduk bersama orang tuanya, melihat Adelia yang sedang menuruni tangga.
"Kak Adel, cepat sini!" ucap Alan sedikit mengeraskan suaranya agar terdengar oleh Adelia.
"Orang hamil mana bisa jalan cepat-cepat, Al." sahut Bu Anara yang sedang duduk di depan anaknya.
"Aku yang samperin deh," Alan beranjak dari duduknya. Dia mendekati Adelia yang sedang berjalan ke arahnya.
Alan menghentikan langkah Adelia, lalu dia memeluknya.
"Kak Adel, aku kangen banget sama Kakak."
Adelia heran kenapa adiknya mendadak bersikap seperti itu. Biasanya Alan sediit cuek.
Adelia memegang kening Alan bermaksud untuk mengecek suhu badannya.
"Tidak panas kok, tapi aneh yah," gumam Adelia, namun masih terdengar oleh mereka.
"Dia lagi caper, Del." ujar Bu Anara.
"Kalian apaan sih? Aku itu hanya ingin memegang perut Kakak saja," ucapnya sambil mendaratkan tangannya di perut buncit Adelia.
"Apaan sih, Al. Bikin sanah, entar juga punya yang seperti ini," kata Adelia.
"Ah, nanti di marahin Mamah dan Papah," ujar Alan.
Adelia dan Alan mendudukan diri di sofa.
"Kalau Alan jangan dulu, biar Eva dulu yang di halalkan," sahut Pak Andika yang ikut bicara.
Mereka berempat masih saja mengobrol. Namun obrolan mereka terhenti saat Nela datang kesana.
"Selamat pagi Om, Tante." ucap Nela ramah.
"Pagi juga, Nel. Silakan duduk!" ucap Bu Anara mempersilahkan Nela untuk duduk.
Nela mendudukan dirinya di sebelah Alan. Lalu tatapannya berakih ke Adelia yang sesang duduk sambil mengusap perutnya.
"Kak Adel, pulang kapan?" tanya Nela.
"Pulang kemarin, Nel." ucap Adelia sambil tersenyum menatap Nela.
__ADS_1
"Semoga saja kandungan Kakak tetap sehat," ujar Nela.
"Amin," ucap Adelia.
Alan menatap keluarganya, lalu dia berpamitan untuk berangkat ke kampus.
"Alan berangkat kuliah dulu ya," pamit Alan
"Hati-hati, Al. Jaga Nela loh." ujar Bu Anara.
"Siap, Mah." jawab Alan.
Setelah berpamitan dengan orang tuanya, kini mereka segera pergi.
Tak butuh waktu lama untuk mereka sampai di kampus.
Alan menahan tangan Nela, yang hendak membuka pintu mobil. Kebetulan saat ini mereka ada di parkiran kampus.
Alan memperhatikan ke arah luar, ternyata parkiran cukup sepi.
Alan mendekatkan diri ke Nela, lalu menciumnya.
Dari luar, Kiara menyaksikan semuanya. Alan dan Nela saling bermain lidah. Ada rasa sakit di dalam hatinya saat menyaksikan itu.
Alan tahu jika ada yang sedang memperhatikannya. Dia tersenyum menyeringai. Lalu Alan melepaskan ciuman*nya. Dia memegang dada Nela, yang baru pertama kali dia pegang. Hingga tak sengaja Nela mengeluarkan desa*han.
Kiara segera pergi dari sana. Dia tak kuat menyaksikan semua itu.
Alan menjauhkan diri dari Nela.
"Maaf tadi refleks," kata Alan.
"Tidak apa-apa kok," ucap Nela.
Kini keduanya keluar dari mobil.
°°°°°°°
Rian baru sampai di rumah Adelia. Dia sengaja datang karena memang berniat untuk berkunjung.
Tok tok
__ADS_1
Adelia yang sedang menonton televisi, mendengar ketukan pintu dari luar rumah. Dia beranjak dari duduknya, lalu pergi ke depan.
Adelia sudah membuka pintu. Ternyata yang datang itu Rian.
"Ada apa datang kesini?" tanya Adelia.
"Apa harus meminta ijin dulu jika calon suami sendiri datang."
Adelia tak menjawab, di kembali masuk ke rumah.
Rian melihat Adelia sedikit pincang saat berjalan.
"Kamu kenapa? Kok jalannya seperti itu?" tanya Rian.
"Kakiku hanya pegal-pegal saja," ucap Adelia.
Rian mendekati Adelia lalu memegang kakinya.
"Ngapain pegang-pegang?" Adelia menepis tangan Rian yang sedang memegang kakinya.
"Hanya ingin membantu."
"Tidak usah," ucap Adelia.
"Ayolah menurut saja," Rian menaruh kedua kaki Adelia di atas pahanya. Kebetulan mereka duduk bersebelahan.
Rian mulai memijat kaki Adelia dari bawah ke atas.
Adelia merasakan tangan Rian menelusup ke dalam daster yang dia pakai. Rian memegang pahanya dan mulai memijat disana. Lama-lama Rian memijat dengan sedikit mere*mas. Beberapa kali Adelia menyingkirkan tangan itu, namun Rian kembali mendaratkan tangannya disana.
Adelia memukul tangan Rian, barulah Rian menjauhkan tangannya.
Untung saja semua penghuni rumah sedang keluar. Jadi tidak ada yang melihat aksi mereka berdua.
°°°°°°°°°
Untuk kisah Adelia, mungkin bulan depan bisa up efektif lagi.
Yuk sambil menunggu up, jangan lupa mampir ke novel di bawah ini
__ADS_1