Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_Episode.85


__ADS_3

Kiara sudah sampai di kamar hotel yang dia sewa. Dia melepas topeng yang dia kenakan.


"Nona Kia, kok cepat sekali? Memangnya pesta dansanya sudah selesai?" tanya Stevani yang merupakan suster yang menjaga anaknya.


"Belum, aku sengaja pergi karena aku khawatir sama Keandra. Apa Keandra tidak rewel?"


"Tidak, dia anak tampan yang menurut."


Sebenarnya selain khawatir dengan anaknya, Kiara kembali lebih cepat karena dia tak bisa mengontrol hatinya. Sejak tadi hatinya terus berdebar saat dia berdansa dengan Alan. Apalagi saat Alan memintanya membuka topeng, itu membuatnya semakin berharap kepada Alan. Namun dia takut jika Alan mengusirnya, jadi dia pergi lebih dulu dari sana.


Tok tok


Kiara mendengar ada yang mengetuk pintu dari luar kamar.


"Siapa yang datang?"


"Mungkin ada yang mau ketemu Non Kia. Kalau begitu saya saja yang membuka pintu," ucap Stevani.


Stevani sudah membuka pintu. Ternyata yang datang itu Bu anara dan suaminya. Kebetulan Bu Anara juga menggendong Raffa.


"Kiaranya ada?" tanya Bu Anara.


"Ada, Bu. Silakan masuk!" ucapnya ramah.


Bu Anara dan suaminya segera masuk ke dalam. Mereka mendekati Kiara yang sedang duduk di pinggir ranjang.


"Kia, tadi Alan mau mengejar kamu loh saat kamu pergi begitu saja dari pesta," ucap Bu Anara.

__ADS_1


"Itu karena Alan tidak tahu jika itu aku, Mah. Jika tahu, mana mungkin dia mau mengejarku," ucap Kiara.


"Jangan seperti itu, Kia. Siapa tahu Alan sudah luluh sama kamu. Lagian dia itu sudah tidak punya kekasih loh. Papah selalu meminta pacar-pacarnya untuk memutuskan Alan. Jadi sampai sekarang dia jomblo terus," ucap Pak Andika.


"Papah kok tega sekali, kasihan Alan kalau seperti itu," ucap Kiara.


"Untuk apa di kasihani, dia juga tidak baik sama kamu, Kia."


Kiara hanya tersenyum kecil setelah mendengar perkataan Pak Andika.


"Kia, apa kamu sudah mendaftar kuliah?" tanya Bu Anara di sela-sela obrolannya.


"Sudah, Mah. Kia di terima di universitas terkenal di London. Alhamdulillah Kia dapat beasiswa."


"Mamah senang mendengarnya. Mamah doakan semoga kamu jadi wanita sukses, Nak."


"Amin, Mah."


°°°°°°°


Saat ini Kiara sedang membereskan semua barang bawaannya. Karena siang nanti dia akan kembali ke London.


Adelia yang lewat depan kamar Kiara, tak sengaja melihat Kiara yang sedang berkemas. Kebetulan pintunya tidak tertutup, sehingga dia bisa melihatnya.


"Kia, aku sudah siapkan oleh-oleh untuk kamu. Nanti kamu bawa ya," Adelia melangkah masuk ke kamar itu.


"Tidak usah repot-repot, Kak."

__ADS_1


"Kakak sama sekali tidak merasa di repotkan kok. Lagian pasti sulit disana mencari makanan khas indonesia."


"Iya, Kak. Terkadang jika aku ingin makan jajanan pasar, aku bikin sendiri. Kalau disana tidak ada jajanan pasar yang biasa di jual di pasar sini."


"Pintar sekali sih kamu. Ya sudah, kakak keluar dulu ya."


"Iya, Kak."


Setelah selesai berkemas, Kiara memilih untuk bersantai. Dia menemani anaknya yang sedang tidur. Namun lama-kelamaan dia tertidur di samping anaknya.


°°°°°


Sejak tadi Bu Anara tak mau melepaskan pelukannya dari Kiara. Rasanya berat untuk berpisah lagi dengan Kiara dan cucunya.


Bu Anara melepaskan pelukannya, lalu berbicara kepada Kiara.


"Kia, kamu baik-baik ya disana. Sering-sering telpon Mamah. Ah pasti Mamah bakalan kangen nih sama kamu dan cucu Mamah."


"Kia juga pasti akan rindu sama kalian. Apalagi Kia akan lama disana."


"Nanti kalau kamu lulus, kamu kerja di perusahaan keluarga kita saja, Nak." ujar Pak Andika memberikan saran.


"Lagin baru mulai kuliah, Pah. Kia belum memikirkan pekerjaan," ucapnya sambil tersenyum menatap Pak Andika.


Terdengar ada pengumuman jika penumpang pesawat dengan tujuan London, harap ntuk segera masuk ke pesawat, karena pesawat sebentar lagi akan take off.


Kiara, Eva, dan Reno berpamitan kepada mereka. Lalu ketiganya pergi menuju ke pesawat.

__ADS_1


Alan tidak ikut dengan keluarganya ke bandara. Karena tadi pagi dia menolak ajakan ibunya. Katanya ada urusan penting di kantor.


°°°°°°°


__ADS_2