Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_Episode.75


__ADS_3

Sesuai janjinya, Bu Anara dan Pak Andika datang ke rumah Adelia untuk menemui Kiara. Kebetulan Eva dan Rian juga ikut bersama mereka. Hanya Alan saja yang tidak ikut. Kebetulan mereka tidak mengajaknya dan juga Alan tidak tahu jika saat ini Kiara tinggal di rumah kakaknya.


Tok Tok


Adelia yang sedang bersantai bersama anaknya, dia mendengar ada yang mengertuk pintu dari luar rumahnya. Adelia segera membukakan pintu rumah itu.


Cklek


Ternyata yang datang itu orang tuanya dan adiknya.


"Ternyata kalian benar datang, kok tidak bilang-bilang dulu kalau mau datang sekarang?"


"Biar jadi kejutan, Del." ucap Bu Anara.


"Kan Adel jadi tidak menyiapkan apa pun di rumah."


"Tidak perlu menyiapkan apa pun, kalau kita mau makan nanti bisa go food," ucap Bu Anara.


"Ya sudah, ayo masuk!"


Mereka melangkah memasuki rumah itu. Adelia mempersilakan mereka untuk duduk di ruang keluarga.


Kiara yang sedang berada di kamarnya, dia keluar karena mendengar suara sedikit rame dari luar. Ternyata yang datang itu Bu Anara dan keluarganya. Kebetulan Bu Anara melihat Kiara yang baru keluar dari kamar.

__ADS_1


"Kia, sini Nak!" ucap Bu Anara dengan sedikit menaikan volume suaranya agar terdengar oleh Kiara.


Kiara langsung menghampiri mereka. Kebetulan semua mata sedang menatapnya. Mereka merasa kangen karena tidak bertemu dengan Kiara selama tiga bulan ini.


Kiara duduk di sebelah Bu Anara. Saat melihat Kiara yang sudah berada di sampingnya, Bu Anara langsung memeluknya.


"Nak, Mamah kangen sama kamu. Kenapa kamu menghindar dari kami?"


"Maaf, bukan maksudku berniat menghindar, tapi aku butuh menenangkan diri."


"Maaf, Nak. Maafkan kami ya jika kami punya salah sama kamu," ucap Bu Anara.


"Ibu dan keluarga sama sekali tidak punya salah sama aku kok."


"Iya, Mah, maaf."


"Apa Kia sudah lama tinggal disini?"tanya Eva yang memang tidak tahu.


"Baru satu bulan kok," jawab Kiara.


"Sebenarnya Mamah juga sudah tahu kok kalau Kiara ada disini. Hanya saja Mamah dan Papah tidak langsung pergi kesini untuk mengunjunginya. Takutnya kalau Kiara menghindar lagi, lalu dia pergi dari sini."


"Sudahlah, Kia. Kamu jangan kabur-kaburan lagi," ucap Eva sambil menatap Kiara yang duduk di depannya.

__ADS_1


"Sekarang Adel tidak akan biarin Kia kabur-kaburan lagi, Mah. Apalagi dia punya cita-cita ingin kuliah setelah melahirkan nanti," ujar Adelia.


"Benarkah?" Bu Anara merasa senang saat tahu jika Kiara berniat untuk melanjutkan kuliahnya lagi.


"Iya, tapi aku mau cari jalur beasiswa saja biar lebih ringan biaya," ucap Kiara.


"Kia, bagaimana jika kamu kuliah di luar negeri saja? Nanti tinggal disana sama aku. Nanti kalau kamu kuliah kamu bisa titipkan anakmu ke aku saja," ujar Eva memberikan saran.


"Kia baru juga pindah kesini loh, kok sudah di suruh pindah lagi?" sahut Adelia.


"Mau disini atau di luar negeri, Papah rasa Kia bisa masuk jalur beasiswa," sahut Pak Andika.


"Iya sih, tapi kalau di luar negeri, statusnya yang hamil tanpa suami pasti tidak di permasalahkan. Karena disana negara bebas. Tapi jika disini, bisa saja itu di permasalahkan," ucap Eva.


"Benar juga sih, kali ini Mamah setuju sama Eva."


"Jadi bagaimana, Kia? Apa kamu mau ikut sama Eva ke luar negeri?" tanya Adelia.


"Kia bingung, Kak." Kiara masih ragu untuk mengambil keputusan.


"Kamu pikirkan lagi saja. Nanti kalau sudah tahu keputusannya, kamu tinggal bicara sama kami," pinta Bu Anara.


"Baik, Mah." jawabnya.

__ADS_1


Terasa kurang lengkap karena Alan tidak ada disana. Namun itu lebih baik, karena jika ada Alan, pasti Kiara tidak mau ikut berkumpul disana. Bukannya Kiara tidak mau menemui Alan, namun dia jadi teringat sikap Alan yang benar-benar acuh dan tidak menginginkannya untuk menjadi bagian dari hidupnya.


__ADS_2