Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_Episode 14


__ADS_3

Hari ini Bu Anara dan suaminya berniat untuk mengunjungi anaknya. Karena Eva tidak pernah menengok mereka.


Pak Andika melihat istrinya yang sedang memasukan dua botol minuman aneh ke dalam kantong plastik berwarna putih.


"Mah, itu apaan?" Pak Andika bertanya kepada istrinya.


"Ini jamu untuk Eva dan Rian. Mereka itu sudah menikah selama tiga bulan lebih, namun Eva belum juga hamil. Jadi Mamah mau memintanya untuk meminum jamu ini secara rutin," ujar Bu Anara.


"Harus pakai jamu juga ya, Mah? Kok dulu kita tidak?"


"Kalau dulu kita memang tidak butuh jamu, Pah. Sekali bikin juga langsung jadi."


"Iya juga sih, lagian ogah jika Papah minum jamu seperti ini."


Tak hanya jamu yang akan Bu Anara bawa. Namun Bu Anara juga sudah menyiapkan buah-buahan segar dan sayuran yang baik di konsumsi untuk wanita yang sedang program hamil.


"Sudah siap nih, ayo berangkat!" Bu Anara mengajak suaminya.


"Ayo, Mah." Pak Andika membawa semua bahan makanan dan jamu yang sudah di siapkan oleh istrinya.


Mereka berjalan keluar rumah.


Sesampainya di mobil, Pak Andika menaruh semua barang bawaannya di jok belakang.


Cukup lama mengemudi, kini Pak Andika dan istrinya sudah sampai di depan rumah yang sudah lama tidak mereka tempati. Rumah itu sedikit berubah, karena sedang tahap renovasi.


Pak Andika dan istrinya keluar dari mobil. Lalu mereka melangkah masuk ke dalam rumah itu.

__ADS_1


Ternyata di rumah itu hanya ada pembantunya saja. Eva dan Rian sama-sama tidak ada di rumah. Setelah Bu Anara bertanya, kedua pembantu itu mengatakan jika Rian sering pergi ke luar kota untuk mengurus bisnis. Dan saat Rian pergi, Eva juga ikut pergi dari rumah.


"Jadi Eva ikut sama suaminya?" Bu Anara bertanya kepada kedua pembantu yang sedang berdiri di depannya.


"Tidak, Nyonya. Biasanya Non Eva selalu pergi sehari setelah suaminya pergi ke luar kota."


"Kalian tahu kemana Eva pergi?"


"Kami tidak tahu, karena kami juga tidak pernah bertanya," ucapnya.


"Ya sudah, kalian boleh ke belakang."


Kedua pembantu itu segera pergi dari hadapan Bu Anara.


Bu Anara menatap suaminya yang sedang duduk.


"Coba Mamah hubungi Eva dan memintanya untuk pulang," ujar Pak Andika.


Bu Anara mengambil ponselnya yang ada di dalam tas. Lalu segera menghubungi nomor Eva. Ternyata Eva langsung mengangkat panggilan telfonnya. Bu Anara meminta Eva untuk segera pulang. Bu Anara juga mengatakan jika saat ini dirinya sedang ada di rumah Eva.


Dua puluh menit kemudian, Eva baru sampai di rumahnya. Dia melihat ayah dan ibunya yang sedang duduk di ruang keluarga.


"Mah, Pah, kalian sudah lama?" Eva bersalaman dengan mereka berdua.


"Lama banget, kamu dari mana saja sih? Kok Bibi bilang jika kamu sering menginap di luar," ucap Bu Anara yang merasa penasaran.


"Oh itu, Eva memang sering menginap di luar. Tapi itu di rumah Tante Vanesa. Eva tidak pernah macem-macem loh," ucapnya.

__ADS_1


"Tapi kenapa kamu menginap segala? Sedangkan rumah sendiri jarang di tempati."


"Eva hanya malas tinggal disini selama rumah ini belum selesai di renovasi," ucapnya.


"Lalu, kenapa kamu tidak menginap di rumah Mamah? mungkin untuk sesekali."


"Lebih tenang kalau di rumah Tante Vanesa, Mah. Maaf ya, Mah. Eva tidak bilang dulu ke Mamah."


"Tidak apa-apa kok, Nak. Lagian Kakak pasti senang jika kamu menemaninya disana. Oh iya, dimana suamimu?" tanya Bu Anara.


"Mas Rian sedang melakukan perjalanan bisnis ke luar negeri."


"Kenapa kamu tidak ikut?"


"Malas, Mah."


Sebenarnya Eva malas ikut dengan suaminya, karena percuma jika dia ikut juga pasti suaminya tetap tidak menyentuhnya.


"Pantas saja kamu tidak hamil-hamil, ternyata kalian LDR," ucap Bu Anara, lalu membuka kantong plastik yang berisi jamu yang sudah di siapkan untuk anaknya.


"Ini ada jamu untuk kamu dan suamimu, nanti jangan lupa di minum ya," pinta Bu Anara sambil memperlihatkan botol jamu yang sedang dia pegang.


"Jamu apa, Mah?" tanya Eva.


"Jamu kesuburan, biar kamu cepat hamil loh."


'Bagaimana aku bisa hamil jika Mas Rian saja tidak pernah menyentuhku?' batin Eva.

__ADS_1


Setidaknya Eva akan bertahan sampai Reno mendapatkan bukti-bukti penyebab berubahnya sikap Rian. Jika perubahannya itu karena ada wanita lain, Eva akan bicara baik-baik ke wanita itu untuk jangan mengganggu suaminya.


__ADS_2