
Beberapa hari menginap di rumah Tantenya, Eva merasa sedikit bosan. Karena dia belum pernah sekalipun keluar rumah. Dia lebih sering mengurung diri untuk menenangkan hatinya.
“Eva, mau kemana?” tanya Bu Vanesa saat melihat Eva sedang bercermin, dan penampilannya sudah terlihat rapih.
“Aku mau keluar, Tan. Bosan nih di rumah terus,” jawab Eva sambil menolah dan menatap Bu Vanesa.
“Tante senang karena kamu mau keluar, Nak. Bersenang-senanglah di luar sana, jangan sedih terus.”
“Iya, Tan. Ini juga mau pergi, siapa tahu nanti ketemu sama duda keren,” ucap Eva.
“Ada-ada saja,” ucap Bu Vanesa yang masih berdiri di dekat pintu kamar.
Setelah selesai bersiap, Eva segera pergi. Bu Vanesa senang karena Eva sudah terlihat ceria lagi.
Eva pergi ke taman kota. Dia duduk sendirian di salah satu kursi sambil menatap anak-anak remaja yang lewat di depannya bersama pasangan mereka masing-masing. Eva tersenyum getir sambil berandai-andai. Banyak keinginannya yang sampai sekarang belum terwujud.
"Sendirian saja nih," ucap seseorang dari belakang Eva.
Eva menatap ke sumber suara. Ternyata yang menyapanya itu Reno.
"Iya nih," ucapnya, sambil tersenyum.
Reno mendekati Eva, lalu duduk di sebelahnya.
"Kamu tidak kuliah?" tanya Reno.
"Tinggal skripsi doang sih. Cuma ya aku tunda dulu, lagi sedikit pusing, terlalu banyak masalah."
"Aku bisa bantu kok kalau kamu mau," tawar Reno.
"Wah, benarkan?"
"Benar, kamu tinggal atur tempat saja dimana, biar aku datang."
"Di rumah Tanteku saja ya," kata Eva.
"Baiklah, tapi bisanya malam."
"Oke, tapi, apa kamu tidak kembali ke luar negeri?"
__ADS_1
"Aku cape di atur-atur mulu, aku ingin keluar dari rumah itu dan hidup bebas di luaran."
"Kenapa seperti itu?"
"Aku ini hanya anak angkat, jadi ya tidak bisa bebas semaunya sendiri."
"Yang sabar ya," Eva mengusap pelan punggung tangan Reno.
Reno hanya tersenyum menatap Eva.
Cukup lama Eva dan Reno berada di taman. Mereka saling bertukar pikiran. Menurut Eva, Reno asyik juga saat di ajak mengobrol. Tanpa mereka sadari, ada kenyamanan di antara keduanya.
°°°°°°°°°
Sesuai janjinya, Reno akan membantu Eva untuk mengerjakan skripsi.
Saat ini dia baru sampai di rumah Bu Vanesa. Kedatangan Reno di sambut hangat oleh Bu Vanesa.
"Wah, Nak Reno. Silahkan masuk!" ajak Bu Vanesa.
"Terima kasih, Tante. Eva ada?"
"Boleh," kata Reno.
Bu Vanesa berlalu pergi untuk memanggil Eva.
Kini Eva sudah ada di ruang keluarga untuk menemui Reno. Sedangkan Bu Vanesa pergi ke dapur untuk menyiapkan minuman.
"Terima kasih ya, karena sudah mau membantuku," ucap Eva.
"Sama-sama, oh iya skripsimu sudah sampai mana? Biar aku cek," pinta Reno.
"Belum sama sekali Kak."
"Kalau begitu kita tentukan judul skripsinya dulu."
Eva dan Reno saling berdiskusi untuk menentukan judul skripsi yang akan mereka buat. Di sela-sela obrolan mereka, Bu Vanesa datang.
"Silahkan sambil minum, Ren. Pasti kamu haus," Bu Vanesa menaruh dua gelas teh hangat dan satu toples makanan ringan ke atas meja.
__ADS_1
"Terima kasih, Tan."
"Sama-sama," lalu Bu Vanesa beralih menatap Eva. Oh iya, Eva. Tante mau keluar dulu ya, sudah ada janji sama teman lama."
"Malam-malam begini, Tan?"
"Iya, kalau begitu Tante mau bersiap dulu," setelah mengatakan itu, Bu Vanesa pergi ke kamarnya karena akan bersiap.
Kini Bu Vanesa sudah pergi. Di rumah itu hanya ada Eva saja. Kebetulan pembantu di rumah itu pulang pergi, jadi sudah pulang dari tadi sore.
Eva tampak serius memperhatikan Reno. Hingga dia tak sadar jika saat ini posisi mereka sangat dekat.
"Apa kamu me---" ucap Reno sambil menoleh ke samping. Namun perkataannya terhenti saat wajahnya sangat dekat dengan Eva. Hanya beberapa senti lagi, bibirnya bersentuhan dengan pipi Eva.
"Eh," Eva tak sengaja bergerak, dan pipinya mengenai bibir Reno.
Spontan mereka menjauhkan kepala mereka.
"Maaf," ucap Eva.
"Harusnya aku yang minta maaf, ayo lanjut lagi!"
Eva kembali memperhatikan Reno.
Reno terlihat sangat baik mengerjakan skripsi itu. Bahkan Eva hanya menatapnya saja.
Lama-lama Eva merasa mengantuk, dia menyenderkan kepalanya di senderan sofa, dan akhirnya tertidur.
Reno menoleh ke arah Eva saat Eva tidak bersuara, padahal tadi dia mengajak Eva berbicara.
"Astaga, malah tidur," gumam Reno.
Reno menyimpan berkas yang tadi dia tulis. Lalu dia mematikan laptop itu. Reno akan melanjutkannya besok saja. Lagian sekarang Eva juga sudah tidur.
"Pasti tidak nyaman jika tidur seperti itu," Reno menatap Eva tidur sambil duduk. Lalu dia membantu menidurkan Eva ke sofa.
Sebenarnya Reno ingin pulang, namun tidak tega meninggalkan Eva sendirian. Jadi dia memilih untuk menunggu Bu Vanesa pulang, barulah dia juga pulang.
°°°°°°°
__ADS_1