Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_Episode 27


__ADS_3

Rian yang sedang bersantai di kamarnya, menghirup aroma yang begitu menggugah selera. Dia keluar dari kamar dan menghampiri dari mana asal aroma itu.


Ternyata aroma itu dari dapur. Terlihat Adelia yang sedang memasak.


Rian sengaja berjalan mengendap-endap menuju ke dapur. Tanpa Adelia sadari, Rian berdiri disana cukup lama.


Adelia menoleh ke belakang. Dia terkejut saat melihat Rian yang tiba-tiba ada disana.


"Astaga, ngagetin saja," Adelia memegangi dadanya karena terkejut.


"Sayang, kamu kenapa?" Rian mendekati Adelia, lalu memegang dadanya.


"Eh cari kesempatan dalam kesempitan," Adelia memukul tangan Rian, sehingga Rian menjauhkan tangannya dari dadanya.


"Aku kan takut kamu kenapa-napa. Lagian ini itu masa depanku dan masa depan anak kita," ucapnya sambil menunjuk dada Adelia.


"Aku tadi terkejut, tadi pegang ini, bukan ini bodoh," ucap Adelia sambil menunjuk bagian atas dadanya yang tadi dia pegang.


"Ya, Maaf," lalu Rian menatap masakan Adelia yang masih ada di dalam wajan.


"Sayang, aku lapar sekali. Sepertinya aku ngidam deh," ucap Rian.


"Tidak usah pura-pura, bilang saja kamu ingin makan masakanku."


Rian hanya memperlihatkan deretan gigi putihnya. Rian pergi ke ruang makan. Lalu dia duduk di salah satu kursi.


Adelia membawa dua piring yang berisi nasi goreng. Dia memberikan satu piring itu kepada Rian.


"Terima kasih, sayang." ucap Rian.


"Hm," hanya itu yang diucapkan Adelia.


Rian memakan makanan itu dengan lahap. Sesekali dia menatap Adelia yang duduk di depannya.


Kini keduanya sudah selesai makan. Rian mengambil piring kosong di meja depan Adelia.


"Kamu istirahat saja, biar aku yang mencuci piring," Rian membawa piring itu ke dapur.

__ADS_1


Adelia mendekati kulkas, lalu mengambil buah yang sudah di potong. Dia akan memakan buah itu sambil menonton televisi.


Tring tring


Adelia mendengar ponselnya berdering. Ternyata itu telpon dari atasannya.


📞"Iya, Baik Pak." ucap Adelia saat mendapat perintah dari bosnya.


Adelia akan pergi ke kamar untuk menyelesaikan pekerjaannya. Dia meninggalkan buah potong miliknya di meja ruang tamu.


Rian sudah selesai mencuci piring. Dia pergi ke ruang tamu. Namun Adelia tidak ada disana. Terlihat televisi yang masih menyala dan buah potong yang tergeletak di atas meja.


'Kemana Adel? Apa dia pergi ke kamar,' gumam Rian.


Rian duduk di sofa dan mulai menonton acara televisi.


Dua jam lamanya dia duduk disana. Rian akan pergi ke kamarnya karena sudah mengantuk. Namun sebelum itu dia akan menyimpan buah potong milik Adelia dulu ke dalam kulkas.


Rian hendak menaiki tangga. Namun dia melihat pintu kamar Adelia yang sedikit terbuka. Rian berniat menutup pintu itu. Namun saat dia menatap ke dalam, terlihat Adelia yang sedang tidur dengan posisi duduk. Di depannya ada laptop yang masih menyala.


'Astaga, sepertinya bumil kecapean,' Rian masuk ke kamar Adelia.


"Selamat malam cantik," sejenak Rian memandangi wajah cantik Adelia.


Cup


Rian mengecup sekilas bibir Adelia, sebelum dia keluar dari kamar itu.


°°°°°°°°


Pagi harinya, Adelia terbangun dari tidurnya. Dia mendudukan diri di atas kasur. Adelia heran karena dirinya sudah ada di atas kasur. Yang dia ingat, semalam dia tertidur di sofa saat menyelesaikan pekerjaannya.


'Kapan aku pindah kesini? Kok aku tidak mengingatnya?' batin Adelia.


Adelia tidak mau ambil pusing dengan mengingat-ingat yang tidak dia ingat.


Adelia pergi mandi karena pagi ini harus berangkat lebih awal ke kantor. Pekerjaannya yang semalam masih belum selesai semua. Niatnya dia akan menyelesaikannya nanti.

__ADS_1


Setelah selesai mandi, Adelia segera besiap.


Kini Adelia sudah terlihat rapih dengan pakaian kerjanya. Dia menatap penampilan dirinya di depan cermin. Dia menyunggingkan senyumnya saat melihat penampilannya yang ternyata sudah terlihat sempurna.


Adelia keluar dari kamarnya karena dia akan menyiapkan sarapan paginya. Mungkin pagi ini cukup roti tawar dan susu saja untuk mengganjal perutnya. Karena dia tidak bisa memasak yang lain, waktunya tidak cukup.


Adelia yang sudah berada di dapur, melihat Rian yang terlihat sibuk.


"Hei, lagi ngapain?" Adelia bertanya kepada Rian.


"Habis masak nih, tadi masak sup ayam," ucap Rian.


"Memangnya bisa masak?"


"Bisa dong, aku sengaja belajar masak biar kelak bisa membantu pekerjaan istri."


Rian membawa mangkuk besar berisi sup yang baru saja matang. Lalu menaruhnya ke atas meja makan.


"Ayo duduk!" Rian menarik kursi lalu menyuruh Adelia untuk duduk disana.


Dengan telaten, dia mengambilkan nasi dan sup ayam untuk Adelia. Setelah itu dia juga duduk dan mengambil untuk dirinya sendiri.


"Terima kasih," ucap Adelia.


"Sama-sama, ayo di makan!" ajak Rian.


Adelia dan Rian mulai memakan sarapan mereka. Adelia terlihat lahap memakan masakan Rian.


Setelah selesai makan, Adelia segera pergi ke kantor. Sebenarnya Rian menawarkan diri untuk mengantar, namun Adelia menolaknya. Karena sudah ada supir bosnya yang menjemputnya.


Rian sedang bersantai sambil menikmati secangkir kopi di pagi hari.


Ting tong


Terdengar ada yang memencet bel apartemen.


'Siapa sih yang datang? Apa mungkin Adel kembali lagi,' batin Rian.

__ADS_1


Rian beranjak dari duduknya lalu membukakan pintu. Betapa terkejutnya saat dia melihat wanita cantik di depannya memakai seragam Dokter.


"Clarissa," Rian menatap wajah mantan kekasihnya yang sudah lama tidak dia jumpai.


__ADS_2