Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
Jadi gosip


__ADS_3

Dinda melihat Aldi yang baru datang. Dan dia sedang melangkah menuju ke ruangannya.


Lebih baik aku temui Pak Aldi dulu, sepertinya Pak Aldi belum sibuk kalau baru datang." gumam Dinda lalu melangkah menuju ke ruangan Aldi.


Saat ini dirinya sudah berdiri di depan pintu.


Tok tok


Dinda mengetuk pintu ruangan itu.


"Masuk!" ucap Aldi dari dalam.


Dinda membuka pintu itu, dia melangkah masuk ke dalam.


Saat ini Dinda berdiri di depan Aldi.


"Maaf Pak jika saya menggnggu. Saya mau bicara penting sama Pak Aldi." ucap Dinda.


"Bicaralah!" pinta Aldi.


"Saya mau tanya, apakah Pak Aldi sudah tahu mengenai kehamilannya Anara?" tanya Dinda.


Sejenak Aldi menghentikan aktivitasnya karena dia merasa terkejut. Dia tampak diam dan bergelut dengan pikirannya.


"Pak, kenapa diam?" tanya Dinda.


"Saya tidak tahu," ucap Aldi.


Berarti itu bukan anaknya Pak Aldi. Jangan-jangan itu anak om-om," batin Dinda.


"Saya hanya ingin bertanya itu saja, tidak ada lagi yang akan saya katakan." ucap Dinda, lalu dia pamit untuk keluar dari ruangan itu.


Dinda menutup pintu ruangan itu saat dia sudah berada di luar.


Dalam sekejap, desas-desus mengenai kehamilan Anara sudah menyebar ke semua karyawan. Tentu itu atas ulah Dinda yang menggosip.


Saat ini Anara sedang mengelap meja yang kotor. Tiba-tiba dia merasakan ada yang memegang pantatnya dari luar rok seragam yang dia pakai.


"Apa-apaan ini?" Anara marah karena merasa sudah di lecehkan.


Ternyata lelaki itu salah satu rekan kerjanya. Kebetulan laki-laki itu mengagumi kecantikan Anara.


"Ayolah, tidak usah sok marah seperti itu. Tinggal bilang saja berapa tarifmu dan aku akan membayarnya. Mungkin kita bisa melakukannya beberapa ronde." ucap lelaki itu.


"Apa maksudnya?"


"Hahaha, tidak usah pura-pura. Tapi ingat yah, jangan lupa pakai pil KB. Nanti malah kebobolan lagi." ucapnya, lalu lelaki itu langsung pergi dari hadapan Anara.

__ADS_1


Apa maksud dia? Apa mungkin dia tahu jika aku sedang hamil?" batin Anara


Anara kembali melanjutkan pekerjaannya. Sesekali dia menatap beberapa rekan kerjanya yang sedang memperhatikannya.


Sebenarnya kenapa sih mereka memperhatikanku seperti itu?" Anara bertanya-tanya dalam dirinya.


°°°


Tak terasa sudah setengah hari bekerja, saat ini waktu istirahat para karyawan. Namun mereka tidak istirahat semuanya, tapi gantian menjadi dua grup. Kebetulan Anara kebagian istirahat lebih dulu.


Anara sudah mengambil jatah makan siangnya. Dia pergi ke ruang istirahat karyawan. Dia ikut duduk bergabung dengan karyawan lain. Namun mereka bergeser saat di dekati Anara.


Anara tidak mempermasalahkan itu. Mungkin dia punya salah sama mereka sehingga mereka seperti menjaga jarak. Anara mulai membuka kotak makan siangnya. Saat dia hendak menyuapkan makanan ke dalam mulut, dia mendengar salah satu rekan kerjanya bercerita sedikit aneh.


"Ahh...sayang...pelan-pelan, sakit tahu," ucap salah satu rekan kerja Anara dengan sedikit mende*sah.


"Aku sudah pelan sayang, tapi tidak kuat uhhhh," sahut seorang lelaki yang duduk di sampingnya.


"Sayang, aku mau di atas dong," wanita itu kembali berucap.


"Dengan senang hati, sayang ahhhhhhhhhh, hahahahhahahahahahaha..." Lelaki itu langsung tertawa dan merekapun ikut tertawa karena merasa lucu mendengar ocehan kedua rekan kerjanya.


Anara tidak berselera makan setelah mendengar pembicaraan mereka. Entah apa yang dia pikirkan, tapi yang pasti dia jadi mengingat lagi kejadian kelam yang menimpanya.


Anara buru-buru menyelesaikan makan siangnya lalu pergi dari sana. Setelah itu di melakukan kewajibannya di musola kecil yang biasa di pakai beribadah oleh para karyawan.


"Nara, kamu di panggil Pak Aldi ke ruangannya," ucapnya.


"Baik, nanti saya kesana," Anara sudah tidak kaget lagi mendengar dia di panggil atasannya. Karena Aldi sudah sering menyuruhnya ke ruangannya.


Anara langsung melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Aldi. Saat ini dia sudah masuk ke dalam. Bahkan mereka sudah duduk saling berhadap-hadapan.


"Pak Aldi memanggil saya? Tapi ada apa yah, Pak? Apakah saya melakukan kesalahan?"


"Betul, kamu sangatlah bersalah."


"Apa itu?"


"Kamu sudah tidak bisa lagi menjaga kesucianmu," ucap Aldi.


Anara terkejut saat mendengar perkataan itu dari mulut Aldi.


"Dari mana Pak Aldi tahu?" tanya Anara yang merasa penasaran.


"Dari Dinda, mungkin sih saat ini semua karyawan sudah tahu." ucapnya.


Pantas saja semua karyawan bersikap aneh dan tidak sopan kepadaku. Jadi mereka sudah tahu semuanya? Lalu, apa yang akan aku lakukan sekarang?" Anara tidak tahu lagi harus berbuat apa. Semua karyawan sudah mengetahui aib yang dia sembunyikan.

__ADS_1


"Apa Pak Aldi mau memecatku?"


"Tidak, tapi jika kamu mau bekerja sama denganku," ucap Aldi.


"Kerja sama apa?"


"Jadilah teman kencanku sampai anak itu lahir. dan setelah anak itu lahir, aku akan menikahimu." ucap Aldi.


"Tapi, Pak? Memangnya Pak Aldi mau sama wanita hamil?"


"Tidak masalah, selama kamu juga menurut."


"Apakah kita hanya pacaran biasa, seperti pegangan tangan, dan nongkrong-nongkrong saja?" tanya Anara.


"Hahaha memangnya kita itu anak abg, kamu saja berani buka sela*kangan kamu untuk orang lain, masa untukku yang calon suamimu tidak mau.


Deg


Anara sedikit terhina mendengar perkataan Aldi. Namun dia tidak bisa mengelaknya, apa lagi dia tidak berhak untuk marah.


Sebenarnya apa niat Pak Aldi? Tapi jika aku menolaknya, bisa-bisa aku tidak di perbolehkan lagi untuk bekerja di sini. Lalu bagaimana dengan biaya lahiranku nanti?" batin Anara


"Jadi bagaimana?"


"Saya mau," jawab Anara.


"Bagus, sekarang ikut aku! kamu akan melakukan tugas pertamamu." ucap Aldi lalu beranjak dari duduknya.


Anara mengikuti Aldi hingga keluar dari ruangan itu.


Saat ini keduanya sudah ada di parkiran mobil. Aldi membukakan pintu mobil untuk Anara, lalu Anara langsung masuk.


Ternyata kedekatan mereka di lihat oleh karyawan lainnya, termasuk Dinda. Bahkan beberapa karyawan bergosip jika yang menghamili Anara itu Pak Aldi.


°°°°


**JANGAN LUPA BERI DUKUNGANNYA, BIAR NULISNYA SEMANGAT.


LIKE


KOMEN


GIFT


VOTE


Salah satu juga tidak apa-apa hehehe😁**

__ADS_1


__ADS_2