Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_Episode.66


__ADS_3

Selama tinggal di kontrakan, kehidupan Kiara terjamin. Setiap hari dia bisa makan yang enak, karena pemilik kontrakan selalu meberikan menu makan yang sehat-sehat. Kiara juga bingung, kenapa pemilik kontrakan bisa sebaik itu sama dia. Terkadang dia merasa tak enak kepada ibu pemilik kontrakan yang selalu perhatian kepadanya.


Saat ini Kiara hendak menghadap ibu kontrakan untuk membicarakan uang sewa yang masih kurang. Hasil dia menggosok pakaian tetangga, dia pakai untuk memenuhi kebutuhannya, itu pun masih jauh dari kata cukup.


Dengan hanya membawa uang lima puluh ribu, Kiara memberanikan diri untuk menghadap ibu pemilik kontrakan.


Saat ini keduanya duduk dengan saling berhadap-hadapan.


"Ada apa, Kia? Kenapa wajah kamu terlihat gelisah seperti itu?"


"Maaf, Bu. Sebenarnya saya datang untuk membicarakan sewa kontrakan. Sepertinya bulan ini saya belum bisa bayar. Saya minta waktu lagi beberapa hari," ucap Kiara sambil menatap ibu pemilik kontrakan, yang duduk di depannya.


"Kamu tidak usah membayar kontrakan. Untuk kamu, sengaja saya gratiskan."


"Kok gitu? Saya merasa tidak enak, Bu. Bagaimana respon penyewa lain jika tahu bahwa ibu menggratiskan biaya sewa saya. Pasti mereka akan iri, Bu. Lagian sudah seharusnya saya membayar, namun saya meminta perpanjangan waktu. Untuk saat ini saya benar-benar tidak mempunyai uang lebih."


"Tidak apa-apa, hitung-hitung ini bentuk bantuan dari saya untuk kamu."


"Tapi saya merasa tidak enak, Bu. Lagian ibu terlalu baik sama saya. Padahal saya ini bukan siapa-siapa."


"Tidak usah di pikirkan, oh iya kebetulan saya mau kondangan nih. Apa kamu masih lama?"


"Eh maaf, Bu. Saya sudah mengganggu ya. Kalau begitu saya permisi," pamit Kiara.

__ADS_1


Kiara segera pergi dari rumah ibu pemilik kontrakan.


Sebenarnya semua bantuan yang di berikan kepada Kiara, itu bantuan dari Pak Andika. Kebetulan Pak Andika mengawasi Kiara dari jarak jauh. Sengaja Pak Andika meminta tolong pemilik kontrakan tempat Kiara tinggal, untuk membantunya memberikan semua kebutuhan sehari-hari untuk Kiara.


Kiara sudah kembali ke kontrakannya. Dia merasa aneh karena ada orang yang memberikan bantuan secara cuma-cuma.


°°°°°°°


Alan sudah mulai belajar bisnis. Setiap pulang kuliah, dia selalu pergi ke kantor sesuai yang minta oleh ayahnya. Pak Andika juga sudah mengenalkannya kepada semua karyawan di kantornya, jika nantinya Alan yang akan mewarisi perusahaan itu.


Bu Anara melihat anak dan menantunya yang baru pulang dari kantor.


"Wah kalian sudah pulang. Bagaimana kerjaan kamu, Alan?" Bu Anara bertanya sambil menatap anaknya yang terlihat lesu.


"Jangan pantang menyerah, Nak. Ingat, kamu ini seorang laki-laki. Lagian nantinya kamu yang akan mengurus perusahaan itu," ujar Bu Anara.


"Iya, Mah. Kalau begitu Alan mau ke kamar, Mah. Alan mau istirahat."


"Iya, Nak." ucap Bu Anara, lalu beralih menghampiri suaminya yang saat ini sedang duduk di sofa.


"Pah, mau Mamah buatkan teh?" tawar Bu Anara.


"Boleh, Mah. Sekalian nanti Mamah pijiitn punggung papah ya," pinta Pak Andika.

__ADS_1


"Baik, Mah." jawabnya.


Bu Anara berlalu pergi ke dapur, karena akan membuatkan teh manis hangat untuk suaminya.


Saat ini Bu Anara sudah kembali ke ruang keluarga. Bu Anara kembali duduk setelah meletakan gelas berisi teh manis hangat ke atas meja.


"Pah, bagaimana keadaan Kiara? Mamah khawatir kepadanya," ucap Bu Anara dengan sedikit mengecilkan volume suaranya. Karena takutnya ada yang mendengar perkataannya.


"Mamah tenang saja, Kia aman kok. Kandungannya juga baik-baik saja."


"Syukurlah, Mamah senang mendengarnya. Mamah ingin sekali menemuinya."


"Sabar dulu, Mah. Takutnya jika dia malah menghindar dan pergi dari jangkauan kita."


"Iya, Pah. Tapi nanti apa Mamah boleh menemuinya?"


"Boleh, Mah."


"Semoga saja seiring berjalannya waktu, Alan sadar jika dia harus bertanggung jawab terhadap Kiara."


"Amin, Mah. Semoga saja."


Bu Anara berharap jika suatu saat Alan akan berubah menjadi lelaki yang baik lagi, dan dia bisa bersanding dengan Kiara. Semoga jika saat itu tiba, Kiara masih mau menerima Alan sebagai pendamping hidupnya.

__ADS_1


__ADS_2