
Satu tahun kemudian
Saat ini usia Adelia dua tahun dan usia Eva satu tahun. Selama ini Anara mengurus anaknya sendirian. Terkadang ada Bu Sinta dan Andika yang membantu mengurus anaknya. Aldi masih belum bangun dari komanya. Menurut dokter, kemungkinan untuk hidup sangat kecil.
Bu Sinta selalu menyemangati Anara agar tidak larut dalam kesedihan.
Pagi ini Anara sedang sarapan bersama Adelia. Dia mendengar Ani memanggilnya.
"Non Nara, itu ponselnya bunyi," ucap Ani.
"Baiklah," Anara beranjak dari duduknya lalu pergi ke kamar untuk mengambil ponsel miliknya.
Ternyata yang menelfon itu dokter yang merawat Aldi selama satu tahun ini.
"Hallo," ucap Anara dari balik telfon.
"Hallo, Bu Anara. Saya hanya mau memberitahukan jika saat ini Pak Aldi sudah sadar dari komanya," ucap Pak Dokter.
Anara merasakan tangannya gemetar. Dia beberapa kali memperjelas pendengarannya, karena takut salah dengar.
"Ini benar, Dok?"
"Benar, namun kondisinya masih belum pulih. Pak Aldi masih kesusahan menggerakan tangan dan kakinya."
"Terima kasih atas infonya, Dok. Saya secepatnya akan pergi ke rumah sakit," ucap Anara.
Saat ini keduanya sudah selesai bertelfonan. Anara kembali ke ruang makan. Dia cepat-cepat menghabiskan sarapannya. Anara sudah tidak sabar untuk pergi ke rumah sakit.
__ADS_1
Kebetulan Bu Sinta baru sampai di rumah anaknya. Dia melihat Anara yang hendak pergi ke kamar. Padahal baru saja beranjak dari tempat duduknya di ruang makan.
"Nara, tumben sekali kamu habis sarapan langsung ke kamar," ucap Bu Sinta.
"Iya, Mah. Nara harus siap-siap ke rumah sakit. Kak Aldi sudah sadar dari komanya," ucap Anara.
"Benarkah?" Bu Sinta terlihat begitu senang saat mendengar jika anaknya sudah sadar.
"Ayo Mamah bersiap juga!"
"Kalau Mamah tinggal pergi saja, nih pakaian sudah rapih," kata Bu Sinta.
Setelah selesai bersiap, Anara segera pergi ke rumah sakit. Dia pergi bersama Bu Sinta dan ke dua anaknya. Ani juga ikut bersama mereka. Bu Sinta juga sudah menghubungi Andika dan memberikan kabar gembira itu.
Sesampainya di rumah sakit, mereka langsung pergi ke ruangan Aldi.
Anara menatap suaminya dengan mata yang berkaca-kaca. Jujur saja dia begitu merindukan suaminya.
Aldi menatap Anara, lalu dia tersenyum. Anara berlari dan langsung berhambur ke pelukan suaminya.
"Aku kangen sekali sama Kak Aldi," beberapa kali Anara menciumi wajah suaminya. Bu Sinta dan Ani menutup kedua mata Adelia dan Eva agar tidak melihat adegan itu. Bu Sinta mengajak Ani keluar dari ruangan itu. Mereka membiarkan Anara dan Aldi bicara berdua.
"Tadi anak kita?" tanya Aldi.
"Iya, Kak. Anak-anak kita sudah besar. Kamu sih berbaring terus disini selama satu tahun. Memangnya kamu tidak rindu sama kami?"
"Maaf, sayang." Aldi tersenyum menatap istrinya.
__ADS_1
Anara mendekatkan wajahnya dengan suaminya. Lalu dia mencium bibirnya.
Hanya lima belas menit Anara mengobrol berdua dengan suaminya. Dia keluar ruangan itu dan meminta Bu Sinta untuk masuk. Ternyata disana juga sudah ada Andika. Mereka semua segera masuk ke dalam ruangan.
Andika merasa senang melihat Anara yang terlihat bahagia. Sebenarnya selama satu tahun ini mereka cukup dekat dan Andika menyimpan perasaan untuk Anara. Tapi sepertinya perasaan Anara ke dia biasa saja. Saat ini Aldi sudah bangun dan sepertinya sudah tidak ada lagi kesempatan untuk Andika mendapatkan cinta Anara.
🍀🍀🍀
Setelah di lakukan pemeriksaan oleh Dokter, ternyata Aldi sudah di perbolehkan untuk pulang. Namun dia harus terapi secara rutin.
Saat ini Anara dan Aldi sudah ada di perjalanan pulang. Mereka di antar oleh Andika. Sedangkan Bu Sinta dan yang lainnya naik mobil yang berbeda.
Andika merasa sedikit nyeri di dadanya saat melihat Anara dan Aldi bemesraan sejak tadi. Jelas sekali dia melihat keromantisan pasangan itu dari kaca mobil. Apalagi saat keduanya asyik berciuman.
"Aduh ... " Anara sedikit kesakitan karena kepalanya terbentur sandaran jok. Andika menghentikan mobilnya secara tiba-tiba.
"Maaf, aku tidak sengaja," ucap Andika, lalu dia kembali fokus mengemudi.
Setelah melewati keramaian ibu kota, kini mobil yang di kendarai Andika sudah sampai di depan rumah Aldi. Andika turun dari mobil lalu mengambil kursi roda yang ada di bagasi. Dia membantu Anara untuk mendudukan Aldi di kursi roda.
Saat sudah sampai di rumah, Anara menanyai Aldi dengan berbagai macam pertanyaan.
"Kak, mau makan apa? Biar aku buatkan. Apa yang Kak Aldi rasakan? Mau di pijat tidak?" tanya Anara.
Andika hanya menatap Anara yang terlihat perhatian sekali dengan suaminya.
"Tidak mau apa-apa, hanya mau istirahat."
__ADS_1
"Baiklah, kita ke kamar yah," Anara mendorong kursi roda yang di naiki oleh suaminya menuju ke kamar yang dia tempati, yang ada di lantai bawah.
°°°°°