Kakak Iparku Ayah Anakku

Kakak Iparku Ayah Anakku
S2_Episide 12


__ADS_3

Eva sudah pulang ke rumah. Dia melihat suaminya yang sedang membereskan pakaiannya.


"Mas Rian mau kemana?" tanya Eva.


"Bukankah besok kita akan pindah rumah?"


"Ah rasanya aku malas sekali pergi dari rumah ini," gumam Eva.


Suasana hati Eva sudah sedikit membaik setelah dia pergi ke rumah Tantenya.


Eva mendekati suaminya, lalu membantunya membereskan pakaian.


Setelah selesai membereskan pakaian, Eva duduk di sofa lalu menyalakan televisi yang ada di kamar itu.


Rian menatap istrinya yang sedang fokus menatap layar televisi.


"Eva, kamu tidak mandi dulu?" tanya Rian.


"Nanti saja," ucapnya tanpa mengalihkan arah pandangnya.


Lama-kelamaan Eva tertidur, dan televisinya dia biarkan tetap menyala.


Rian menatap Eva yang sudah tertidur. Lalu dia mendekatinya dan menggendongnya. Rian menidurkan Eva ke atas kasur. Setelah itu dia beralih pergi ke sofa dan tidur disana.


Seperti biasa, Rian selalu bangun lebih dulu. Dia langsung mandi dan berpakaian rapih. Barulah dia membangunkan istrinya yang masih tertidur. Sebenarnya setiap malam Rian selalu tidur di sofa. Terkadang jika dia tidur di ranjang, namun saat istrinya sudah lelap, dia pindah tidur ke sofa.


Rian masih mencoba untuk membangunkan istrinya.

__ADS_1


"Eva, ayo bangun!" Rian menggoyang-goyangkan badan istrinya.


Setelah beberapa kali mencoba membangunkan, akhirnya Eva bangun.


"Ada apa sih, ini masih pagi juga loh,' ucap Eva sambil menutupi mulutnya saat menguap.


"Ini sudah pagi Eva," lalu tatapannya beralih ke bawah seprei yang ada noda merahnya. "Astaga, kamu datang bulan?"


Spontan Eva membuka kedua matanya. Dia melihat ke seprei yang dia tiduri, ternyata memang ada noda merah disana.


"Duh, kenapa pakai bocor segala sih? Aku malas sekali mandi jam segini," dengan terpaksa Eva beranjak dari atas tempat tidur. Dia pergi ke kamar mandi untuk mandi, karena dia merasa risih jika bocor seperti tadi.


Rian merasa sedikit lega untuk beberapa hari ke depan. Karena Eva sedang datang bulan dan pasti tidak akan menagih haknya.


°°°°°°°°


Bu Anara melihat anak dan menantunya yang sudah terlihat rapih. Bahkan mereka membawa koper besar.


"Kalian mau pergi sekarang?" Bu Anara bertanya kepada Eva dan Rian.


"Iya, Mah. Kalau perginya pagi-pagi begini lebih enak. Kita tidak akan kelelahan juga," ucap Rian.


"Yah sayang sekali Mamah tidak bisa mengantar kalian. Hari ini jadwal Nenek melakukan pemeriksaan, dan Mamah yang mengantarnya," ujar Bu Anara.


"Memang Nenek masih disini?" tanya Eva.


"Masih, Nenekmu ada di kamarnya," jawab Bu Anara.

__ADS_1


Setelah berpamitan, Eva dan Rian segera pergi keluar rumah.


Rian memasukan dua koper yang dia bawa ke dalam bagasi. Sedangkan Eva sudah masuk ke mobil duluan. Setelah menutup bagasi mobil, Rian masuk ke dalam mobil dan segera mengemudikannya.


Setelah cukup lama mengemudi, kini mereka sudah sampai di depan rumah yang sudah tak lama di tempati oleh Anara dan keluarga. Namun rumah itu masih terawat. Ada dua pembantu yang tinggal disana dan bertugas untuk membersihkan rumah itu.


Eva dan Rian turun dari mobil. Ternyata kedua pembantu di rumah itu sudah menunggu kedatangan majikannya. Mereka mendekati mobil Eva dan Rian, lalu menawarkan diri untuk membawakan barang bawaannya.


Eva dan Rian masuk ke rumah. Lalu mereka pergi ke kamar utama yang ada di lantai bawah. Kebetulan kamar itu yang sebelumnya selalu di pakai oleh Pak Andika dan Bu Anara, sebelum mereka pindah rumah.


"Ah jelek sekali interior di kamar ini," ucap Eva sambil menatap sekeliling kamar.


"Kita bisa merubahnya kok," sahut Rian.


Tring tring


Ponsel milik Rian berbunyi. Dia mengambil ponselnya yang ada di saku celananya. Ternyata itu panggilan masuk dari sekretarisnya. Rian mengangkat panggilan telfon itu. Ternyata sekretarisnya memberitahu jika pagi ini ada meeting penting.


Setelah selesai mengangkat telfon, Rian mendekati istrinya.


"Eva, aku pergi ke kantor dulu. Ada meeting penting yang tidak bisa aku tinggal," ucapnya.


"Pergilah!" ucap Eva.


Setelah berpamitan, Rian segera pergi ke kantor.


°°°°°°

__ADS_1


__ADS_2